
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Adnan sendiri masih tak menyangka jika hidupnya akan penuh drama seperti ini. Sejak masa bangku sma ia mengharapkan sebuah pernikahan yang dilandasi oleh cinta, tanpa ada paksaan sedikitpun membangun sebuah keluarga kecil dan hangat yang membuatnya akan selalu betah dirumah. Maybe?
Tapi semua berbanding terbalik, ia sama sekali tak mengharapkan pernikahan yang seperti ini. Semua yang ia harapkan hancur oleh kedua orang tuanya karena yah Perjodohan gila. Bahkan dulu ia menolak untuk bertemu dengan Wendy—yang pada akhirnya ia limpahkan semua kepada kuasa hukum.
Jika kalian bertanya apa alasan Adnan, ya dia sendiripun tidak tau apa alasannya. Sebab, entah mengapa ia merasakan sesak di dadanya tanpa alasan yang jelas. Apalagi jika ia mengingat wajah terluka Wendy, Adnan merasa gelisah dan marah pada dirinya sendiri
Apalagi beberapa hari ini ia sering melamun, karena orang tuanya belum tau jika Adnan dan Wendy sudah berpisah. Adnan sudah siap untuk menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuanya. Tapi ada satu hal yang Adnan harapkan
Ia ingin Wendy tetap tinggal diapartemen mereka yang sekarang sudah diubah menjadi apartemen milik Wendy, sehingga ia sendiri masih bisa untuk memantau Wendy , jika Wendy memang baik-baik saja tanpa dirinya. Adnan sendiri akan lega jika Wendy menemukan kebahagiaannya sendiri.
Tak tau saja jika kenyataan tak sesuai apa yang ia inginkan. Adnan sendiri tak tau jelas sifat Wendy, jadi hanya bisa menyimpulkan semuanya sendiri.
Terlalu larut dengan fikirannya sendiri, Adnan tak menyadari daritadi ada sepasang mata yang memandangnya dengan raut wajah yang tak terbaca.
__ADS_1
“Leta sayang.” Adnan sedikit tersentak saat kekasihnya itu tiba-tiba berada dipangkuannya, tersenyum manis kala menemukan Leta yang menyembunyikan wajahnya diceruk leher Adnan
“Sedang melamunkan apa? Tak senang yah liburan bersamaku” mempoutkan bibirnya membuat Adnan sedikit terkekeh gemas, Adnan pun menangkup kedua pipi Leta dengan kasih sayang.
Keduanya saling bertatapan, Leta sendiri malah merona dengan tatapan Adnan yang seperti ini. Serius
“Aku jelas sangat senang berlibur seperti ini apalagi sama kamu, cuman beberapa hari ini ada sedikit masalah dikantor jadi aku melamun terus. Maafkan aku sayang kalau sudah membuatmu khawatir “ dusta Adnan. Leta jelas tau jika sang kekasih sedang berbohong terhadapnya. Dengan jurus andalannya ia merajuk kembali
“Tapi, bukan memikirkan mantan isterimu itu kan” pancing Leta, namun Adnan tak langsung menjawab—terlihat enggan dari raut wajahnya
Karena bingung mau menjawab apa, dengan sigap Adnan mengecup bibir sang kekasih. Dengan alibi mengalihkan pembicaraan, mendapat perlakuan seperti itu Leta pun sontak menutup kedua matanya. Dan akhirnya mereka berdua pun larut dalam ciuman, dan saling menyalurkan kasih sayang satu sama lain. Yang awalnya ciuman itu sangat lembut dan manis seketika berubah menjadi liar(ganas)
Tanpa Adnan sadari ia malah membayangkan Wendy yang menatapnya sendu dan diikuti lelehan air mata mengalir deras terbayang begitu saja oleh Adnan, seolah wanita manis itu melihat semuanya secara nyata
“Le-ta...a-ku” bahkan Adnan kehilangan kata-kata untuk menjelaskan semua pada kekasihnya itu. Leta yang melihat itu hanya tersenyum kecut ia jelas merasa sakit hati atas penolakan ini.
“Hmm tak apa aku mengerti. Aku mau mandi dulu.”
__ADS_1
•
•
•
Wendy tengah makan kue kesukaannya sambil menonton film yang ia suka, sementara sang pemilik apartemen tengah berkutat di dapur.
“Kak Zara apa makanannya masih lama. Wendy dan adik bayi lapar” ujar Wendy setengah teriak dengan pandangan tak lepas dari menonton filmnya
Di dapur Zara hanya mendengus pelan. Merasa sebal sekaligus gemas pada sosok yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu
“Tunggu sebentar lagi...” balas Zara
Wendy mendengus sebal mendengar balasan sang kakak.
“Lama sekali sih kak, liat nih adik bayi udah nendang-nendang kelaparan” sambil gaya-gaya sok drama
__ADS_1
“Ish dasar yah bocah ini” mengangkat spatulanya karna sebal dengan tingkah adiknya itu