Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 4


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



Setelah pertemuan yang tak direncanakannya bersama Nevan, Wendy tak langsung pulang ke apartemennya. Ia malah duduk manis disebuah taman yang berada dipusat kota sambil memakan sebuah es krim.


"Hmm enaknyaa" gumamnya sambil terus menjilat es krimnya yang hampir meleleh.


Terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, sehingga ia tak sadar ada seseorang yang duduk disampingnya sambil memandangnya penuh kagum dan gemas


"Wendy..." Kala seseorang disampingnya menyapa barulah ia menoleh. Merasa familiar mencoba mengingat dimana ia pernah bertemu dengan sosok disampingnya yang tersenyum ramah kepadanya


"Masih mengingatku?" Wendy mengangguk pelan,sambil mencoba mengingat


"Glen kan? Temannya Kak Leta?" Wendy bertanya ragu-ragu. Tanpa disangka sosok tersebut tersenyum lalu memeluk Wendy dengan erat yang membuat Wendy gelagapan



__ADS_1



Adnan tak hentinya terus melirik jam dinding. Mendengus kesal beberapa kali menunggu sang istri yang daritadi belum pulang


Ia duduk di sofa dan sibuk daritadi mencoba meredakan emosinya. Pasti sekarang Wendy sedang senang-senang bersama lelaki lain diluar sana. Memutuskan langsung pulang dan menunggu sang istri


Adnan mengulas senyuman tajam, dan berpikir untuk menghukum sang istri yang sudah keterlaluan menurutnya


Terdengar suara seseorang yang sedang mengetik password pintu masuk, ia yakin jika itu adalah Wendy maka ia memutuskan untuk menatap lurus kedepan televisi


"Sudah puas senang - senangnya?" Seketika Wendy terdiam dan melangkah ragu-ragu kehadapan Adnan


"Adnan kamu sudah pulang?" Ujar Wendy gugup. Ia sangat terkejut melihat sang suami sudah pulang lebih awal. Tak seperti biasanya ia akan pulang larut malam


"Sebegitu asyiknya yah ketemu sama sang kekasih?" Sindir Adnan dengan datar dan dingin, Adnan kala itu semakin tersenyum jahat kala melihat mata Wendy yang sudah berkaca-kaca


"Adnan kau salah paham, aku dan Nevan tidak memiliki hubungan apapun!" Ucap Wendy lirih.


Hatinya sesak dengan tuduhan suaminya

__ADS_1


Adnan hanya berdecih pelan, tak peduli dengan penjelasan Wendy


"Terserah, mau kau pacaran dengannya, mau kau bertunangan atau menikah dengannya aku tak peduli."


"Tapi satu hal yang harus kau ingat, jika aku melihatmu berjalan bersama dengan orang lain maka kau harus siap menerima hukuman. Karena, aku Adnan Pratama tidak suka jika orang lain menyentuh mainanku"


"Camkan itu...." Sambil tersenyum sinis





Wendy hanya bisa menangis dan meringis kesakitan, ketika mencoba menahan tubuhnya yang sedang digempur oleh Adnan dengan kasar: kadang Wendy menjerit kecil saat ia sudah tak bisa menahan dirinya.


“Adnan....ku-mohon pe-lanhhh” ujar Wendy yang mencoba menahan sakitnya, ia merasa tubuhnya akan remuk seketika. Wendy yang hanya bisa menangis kesakitan karena ulah sang suami.


Adnan yang tak peduli dengan kondisi istrinya, ia malah terus menggempur istrinya dengan sangat kasar. Tak peduli melihat sang istri yang menangis terisak-isak, ia malah seenaknya memperlakukan Wendy dengan kasar tanpa memikirkan perasaannya. Kemudian tubuh Adnan ambruk begitu saja menimpa tubuh Wendy yang juga ambruk karena kelelahan.

__ADS_1


Adnan yang tiba-tiba mendekatkan tubuhnya dan mendekap Wendy dengan erat. Wendy yang merasa heran atas tingkah laku yang dilakukan suaminya, membuat ia tak bisa langsung menjauh. Tak ingin terbang terlalu tinggi, ia tak ingin jatuh begitu saja. Rasanya pasti sangat sakit.


“Wen...tidurlah kamu pasti lelah” gumam Adnan lembut sambil mengusap rambut Wendy. Wendy tersontak kaget apakah ini mimpi? Ingin rasanya Wendy menangis dan berharap Adnan akan terus memperlakukannya seperti ini. Tolong jangan sadarkan Wendy kalau ia memang sedang bermimpi. Mencoba untuk abai atas perlakuan sang suami ia memutuskan untuk pergi ke alam mimpi saja.


__ADS_2