Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 23


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



Entah mengapa Wendy malah menghembuskan nafas penuh kelegaan, tak terlihat sedih karena lamaran dadakannya ditolak seperti ini. Alex yang melihatnya diam-diam mengulas senyum tipis.


Ia benar, Wendy hanya sedang Frustasi saja lalu memilih melampiaskannya dengan cara seperti itu.


“Kenapa Alex menolakku? Apa aku kurang cantik atau bagaimana. Semua orang bahkan menolak kehadiranku. Apa aku memang tak pernah kalian harapkan sejak awal” lirih Wendy tanpa sadar meluapkan perasaan yang selama ini ia pendam.


Tanpa alasan ia mengatakan semua ini, tapi salahkan masalah demi masalah datang begitu saja silih berganti seolah memang tak ingin pergi dari hidupnya. Membuat ia kehilangan rasa kepercayaan dirinya.


Merasa terasingi, merasa terbuang, merasa hina. Sebab orang -orang yang ia sayangi memilih pergi meninggalkannya berjuang sendiri. Sehingga itu menjadi penekanan dalam hidupnya, memang seharusnya Wendy tak dilahirkan ke dunia ini kalau hidupnya akan menjadikan beban bagi orang lain.

__ADS_1


Ingin rasanya Alex menangis saja mendengar pengakuan Wendy. Namun ia harus kuat karena ia penopang kehidupan Wendy. Dan itu tujuannya sejak awal, sejak Glen membawa Wendy kesini beberapa bulan lalu.


“Wen dengarkan aku. Entah bagaimana kamu bisa berpikiran seperti itu. Namun satu hal yang harus kamu tau, kalau kamu bukanlah beban. Kehadiranmu itu sangat dibutuhkan sebab tanpa kamu sadari kamu telah menjadi pelangi untuk orang - orang lain. Kamu memberikan warna pada kehidupan orang lain. Jadi, berhenti untuk menyalahkan dirimu sendiri. Mereka yang membuangmu adalah orang - orang terbodoh yang pernah ada di muka bumi ini, karena apa—


—-mereka telah melepaskan berlian berharga secara sia-sia. Dan sekarang yang kamu perlukan disini adalah tetap berdiri kokoh. Buktikan pada dunia dan orang-orang yang telah membuangmu bahwa kamu bahkan bisa berdiri tegak dan kokoh tanpa bantuan dari mereka.”




Entah apa alasan Adnan. Tapi menurut Adnan, Leta tak pantas berada bahkan menginjakkan kakinya ditempat yang terlalu banyak kenangannya bersama Wendy dan kehidupan pernikahan mereka. Ia sama sekali tidak mau jika orang lain mengusik tempat tersebut selain dirinya dan Wendy.


Leta pun mengira jika Adnan telah menjual apartemen tersebut. Padahal faktanya lain lagi. Sungguh menyedihkan sekali dirimu.

__ADS_1


Bahkan Adnan menolak tidur bersama Leta dikamar pribadinya. Ia bahkan mengunci kamar itu dan menitipkannya pada sang ibu karna kamar tersebut penuh saksi masa kecilnya. Kini Adnan tidur bersama Leta dikamar tamu.


Bela tanpa bertanya pun ia sudah jelas tau alasan mengapa Puteranya bersikap seperti itu. Sebab, hanya Wendy yang diizinkan Adnan menyentuh sesuatu yang sudah menjadi haknya. Bahkan Wendy bebas keluar masuk kesana—berbeda dengan Bela ataupun Adam yang harus meminta izin terlebih dahulu.


Seperti biasanya pagi-pagi Adnan akan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Melirik sejenak pada Leta yang sejak daritadi meringis sembari memeluk perutnya. Adnan pun nampak tak peduli memilih melenggang pergi sembari bersenandung pelan.


“Adnan, bisakah kamu antarkan aku ke dokter? Perutku sakit sekali, seperti ada jarum yang menusuk-nusuk. Sangat sakit” lirih Leta


“Tak bisa aku sibuk. Pergi sendiri saja sana, tak usah banyak mengeluh. Mungkin ini teguran dari Tuhan, siapa suruh mengaku-ngaku hamil sampai membuat drama seperti ini. Bahkan yang kamu tipu itu adalah orang tua tak bersalah, dasar wanita jahat” balas Adnan tajam. Ia bahkan tak menoleh sama sekali, malah sibuk merapihkan rambutnya di depan cermin.


Terdengar tangisan dan rintisan lagi, membuat Adnan mau tak mah menghela nafas pelan. Ia tak punya pilihan lagi, daripada ia harus bertengkar kembali dengan sang ayah. Yang pastinya Adam akan lebih memilih membela Leta.


“Aduhh hentikan tangisan mu itu, bersiaplah aku antarkan ke dokter. Tapi, hanya sampai konsultasi saja. Nanti pulangnya sendiri aja. Aku malas jika harus bolak-balik ke rumah lagi untuk mengantarkanmu.”

__ADS_1


__ADS_2