Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 3


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



Wendy masih tak percaya dan hanya bisa berdiam diri; memandang wanita asing yang daritadi bergandeng tangan dengan suaminya sendiri dihadapannya. Wendy tentu hafal dan tau siapa wanita yang berada dihadapannya ini.


Leta Leteshia. Seorang cucu dari Tata Corp, dan juga seorang model. Wanita cerdas yang selalu masuk Televisi guna membahas prestasinya. Dan juga sosok yang menjadi tamu undang di pernikahannya bersama Adnan.


Dia adalah mantan kekasih Adnan. Yang berhasil menempati tahta hati suaminya. Yang membuat pemuda Pratama ini jatuh cinta—-sebelum akhirnya Wendy datang dan menghancurkannya begitu saja.


Kenapa ia bisa tahu, karena Adnan sendiri yang menceritakannya ketika mereka berdua sedang melakukan hav*ng sex. Dan itu membuat hati Wendy hancur sejadi-jadinya karena Adnan menceritakan kekasihnya ralat mantan kekasihnya ini, penyesalan dan kebencian yang diberikan Adnan ke Wendy membuat ia merasa sangat lelah dengan situasi seperti ini.


“Ehh, kau Wendy Alexandra kan??” Wendy tersadar kala dirinya disapa oleh Leta dengan ramah.


Wendy hanya mengangguk kaku; tersenyum tipis.


“Halo, nona kita bertemu kembali!” Senyumnya dengan manis; Leta menganggukkan kepala pelan, terlihat tak peduli. Wendy tentu tau jika Leta ingin segera ia pergi dari tempat itu. Wendy pun sudah akan pamit sebelum seseorang menyapa dirinya.


“Wendy.....benarkah itu kamu Wendy?masih ingat aku?” Sosok asing menatap dirinya, Wendy mencoba mengenali pria asing yang ada dihadapannya ini.


Kedua bola matanya membulat


“Kak Nevan?”



__ADS_1


Sementara itu.....


“Adnan...kenapa sih kita harus makan ditempat ini? Disini gaada AC apa panas banget” sambil mengibas-gibas, dan merengek protes terkait pemilihan tempat makanan yang diajukan oleh sang kekasih.


Adnan yang melihat keadaan sang kekasih jelas meringis meminta maaf. Namun benar-benar tak bisa melakukan apapun karena—-


Ditempat inilah ia bisa memantau gerak-gerik Wendy bersama seorang lelaki asing yang suaminya bertemu beberapa lalu.


“Sayang sabar yah, maaf kamu jadi kepanasan. Makanan disini enak kok, aku hanya rindu makan disini maafkan aku yah. Setelah ini kita belanja oke”


Adnan mencoba membujuk sang kekasih. Sesekali melirik Wendy yang berada di sebrang sana.


(Sayang - sayang hilihh kau)


“Aku tak mau belanja lagi, kau fikir aku wanita gila belanja haah!! Aku tau dari tadi kamu memata-matai istrimu itu kan?”


“Kau sudah mencintai dia dan akan meninggalkanku begitu??”


"Tak perlu menjawab, ku anggap jawabanmu itu iya. Jangan pernah menemuiku ataupun mengabariku. Kita sudah berakhir"


"Aku kecewa padamu.. "


Bahkan Adnan tak beranjak untuk mengejar sang kekasih yang memilih pergi. Dan sibuk merutuki dirinya sendiri.


"sial! Ini semua karenamu Wendy, tunggu saja nanti aku akan menghukummu!! "


__ADS_1




"Kak!? Lagi liat apa sih? " tanya Wendy yang daritadi kakak angkatnya ini terus melihat kearah lain


"oh... Dia sudah pergi" gumam Nevan pelan. Wendy pun mengangkat kepalanya mendengar perkataan pemuda yang ada dihadapannya


"Siapa kak? " tanya wendy penasaran sambil memakan makanan yang ia pesan sebelumnya.


"Yah... Tentu saja suami mu itu yang beberapa lalu kepergok sedang berselingkuh. Memang siapa lagi? " ujar Nevan dengan ketus. Wendy dengan cepat membulatkan matanyanya kaget


"Adnan ada disini? " Nevan mendengus sebal mendengar nada antusias wanita bocah dihadapannya ini.


"iya tapi ia sudah pergi, mengejar selingkuhannya yang sedang merajuk mungkin" balas Nevan yang tak peduli. Wendy hanya menganggukan kepalanya pelan.


"Wen, aku mengatakan seperti ini demi kebaikanmu. Tinggalkan saja Adnan,


Masih banyak lelaki di luaran sana yang jauh lebih baik daripada suami brengsek mu itu."


Mendengar kata itu, Wendy sontak terdiam. Namun tentu dimata Nevan amat menyedihkan. Dalam hati sibuk menyalahkan Adnan , yang tega berbuat seperti ini pada istrinya sendiri.


"Aku mengatakan hal ini bukan karena aku Tak Merestui Pernikahan mu. tapi aku murni Tak Tega melihatmu yang disia-siakan oleh suamimu sendiri. Lihatlah dia beraninya berselingkuh di depan istrinya sendiri dan lebih mengejar kekasihnya daripada menghampirimu yang jelas-jelas memiliki status sah dengannya. Padahal jelas-jelas Ia amat penasaran padaku. Tolonglah, Wendy fikirkan saranku ini. Jika kamu takut harus berpisah dengan keluargamu sekarang kau tak usah khawatir karena aku dan Zara akan berada disisimu Apapun yang terjadi Wen. " jelas Nevan panjang lebar, Wendy tak langsung menjawab. Hanya tersenyum tipis


" Kak, terima kasih atas saranmu. Tapi aku minta maaf ada alasan kenapa aku tak bisa melepaskan Adnan bukan hanya karena permintaan kedua orang tuanya melainkan ada satu alasan yang mungkin suatu saat nanti kau akan tahu jawabannya. Hingga saat itu tiba, Tetaplah seperti ini Kak. Jadilah Kakak sekaligus Ayah terbaik untukku, yang mau menerima aku apa pun yang terjadi nanti. "


Nevan sebenarnya tak setuju akan apa yang diucapkan Wendy, namun ia melihat dari gurat kedua bola matanya seperti memberikan beban. Yang hanya ia lakukan mengelus rambut wendy dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Aku sebenarnya sangat tak setuju, tapi melihat tatapanmu aku jadi tak tega. Dengan terpaksa aku mendukungmu apapun keputusanmu, tapi jika benar-benar tidak kuat, katakanlah padaku biar aku hajar ia sampai mati kalau perlu dan pergilah ke tempat kami, aku dan Zara pasti dengan senang hati membuka pintu lebar untukmu Wendy..” Senyum Nevan dengan sangat tulus


“Iya Kak...” jawabnya dengan mengulas senyum yang manis


__ADS_2