
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Tak terasa waktu yang dimiliki Adnan tinggal satu minggu—Adnan jelas semakin cemas dari hari ke hari sebab ia sama sekali belum menemukan informasi tentang Wendy.
Ingin rasanya ia menangis saja. Memohon kepada Tuhan agar setidaknya waktu berulang kembali pada saat ia mengajukan talak pada mantan isterinya. Adnan sungguh sangat menyesal. Ia bahkan kehilangan isterinya dan juga kehilangan calon buah hati mereka.
Kini dirinya hanya bisa pasrah-dan terus menerus memanjatkan doa bahkan setiap detik agar Tuhan masih memberikan kemurahan hatinya untuk ia meminta maaf kepada Wendy dan memastikan dirinya baik-baik saja.
Toktoktok..
Cklek
“Sayang\~” Adnan yang tengah duduk disofa sontak memejamkan matanya kala Leta masuk kedalam ruang kerjanya.
Suara langkah kaki mendekat seakan itu adalah lonceng kematian, entah mengapa kini rasa cintanya untuk wanita tersebut seolah menguar kemana-mana. Semenjak ia mendengar Wendy mengandung anaknya. Saat itulah perasaannya terhadap Leta seakan sirna diterpa angin.
__ADS_1
“Ada apa” ucapnya dingin
Leta cemberut mendengar jawaban Adnan; namun ia mencoba tak memperdulikan sikap dingin Adnan, ia mendekati Adnan dan mendekap tubuh Adnan
Namun sekali lagi ia harus menahan kekecewaannya kala Adnan menghempaskan tubuhnya untuk menjauh dari ia begitu saja.
“Adnan mengapa sikapmu berubah begini? Aku Merindukanmu dan juga bayi merindukanmu” sekali lagi mencoba mendekap Adnan namun gagal kembali. Yang ada ia bangun dari duduknya dan menatap Leta tajam. Dan tentu saja membuat Leta ketakutan.
“Bayi? Haah kumohon hentikan semua sandiwara murahanmu itu. Kamu memang bisa membohongi kedua orangtuaku, tapi membohongi ku kau tak bisa. Memang anak siapa yang kau kandung itu dan jelas itu bukan anakku karena sudah aku bilang aku tak pernah menyentuh mu sejauh itu.” Ucap Adnan dingin. Leta sudah tak tahan lagi—ia menyeringai sinis pada kekasinya itu. Dan kalimat yang wanita itu katakan berhasil membuat Adnan kalap.
“Kamu benar aku tak pernah mengandung. Dan kamu tak pernah menyentuh ku dan juga aku tak bermain dibelakangmu. Aku sengaja melakukan ini dan membohongi kedua Orangtuamu agar kita bisa menikah. Dan yang lebih bagusnya lagi kedua Orangtuamu lebih percaya kepadaku daripada anaknya sendiri.”
•
•
•
__ADS_1
Jika saja waktu bisa diputar kembali, Adnan ingin kembali pada masa beberapa tahun lalu. Tepat dimana teman terdekatnya atau sahabatnya jika Leta bukan wanita yang baik buat Adnan.
Bukan karena Leta matre atau mengincar sesuatu darinya. Melainkan lebih parah dari itu. Leta adalah seorang psiko—yang jika sudah mencintai seseorang maka dengan apapun caranya ia harus memilikinya untuk dirinya sendiri.
Dulu Zidan dan Panji pernah mencoba memberitahunya. Namun, bodohnya Adnan bukannya mendengarkannya ia malah mengamuk pada keduanya. Bahkan hubungan pertemanannya yang sudah bertahun-tahun lamanya, jauh sebelum ia mengenal Leta kandas dan hancur begitu saja. Bodoh.
Dan sekarang apa yang bisa Tuan Adnan Pratama lakukan? Hanya penyesalan . Andai dulu ia tak sebodoh dan setolol itu mungkin semuanya tak akan seperti sekarang. Ia sungguh menyesal, menyesal.
Kini waktunya sudah tinggal tiga hari lagi; ia melangkah lesu memasuki mension mewahnya. Mension nya kini disulap menjadi sebuah pesta pernikahan. Tentu saja membuat Adnan sangat kalut, seolah ia tak memiliki jalan lagi. Kemudian, i memutuskan pergi kehalaman belakang untuk meredakan denyut nyeri di kepalanya.
Dan ia menemukan Bela sang mama, yang sedang memandang kosong kearah kolam renang. Tanpa bertanya sama sekali, Adnan sudah mengetahui apa yang sedang difikirkan oleh mamanya itu.
Siapa lagi jika bukan Wendy...
“Mama,aku minta maaf jika belum bisa membawa dan menemukan Wendy” ucap Adnan dan duduk disamping Bela. Bela bahkan sama sekali tak melirik Puteranya ini, ia sudah sangat kecewa; walau beberapa ratus kali Adnan meminta maaf pun.
“Untuk apa? Kenapa kamu harus membawa Wendy pulang? Kamu mau menyakitinya lagi, tak cukup beberapa tahun yang kamu lakukan itu. Cukup Adnan, mama mohon sudah cukup mama tak mau semakin membencimu menyakiti orang yang bahkan tulus baik kepada keluarga kita” ucap Bela yang membuat Adnan bungkam. Adnan tentu semakin bersalah terhadap mamanya dan sedikit banyak kecewa sebab mamanya tak mempercayainya lagi. Sefatal itukah kesalahannya?
__ADS_1
Sepertinya Adnan belum sepenuhnya sadar akan kesalahannya sendiri.
“Kenapa masih menanyakan hal itu? Tentu saja Wendy harus pulang, sebab inilah rumahnya. Kita adalah rumah sesungguhnya bagi Wendy. Aku tau mungkin sangat terlambat untukku, tapi setidaknya aku ingin membalas semua perbuatanku dan kesalahanku dimasa lalu padanya. Walaupun ia mungkin sekarang sudah menemukan rumah baru baginya, tapi tak apa Wendy masih bagian dari kita.”