
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Menatap sendu ruang rawat yang ia tempati, kemudian memandang perutnya dengan sedih. Air mata pun kian menetes kala mengingat peristiwa-Peristiwa yang ia lewati beberapa waktu ini.
Memandang pintu keluar dengan penuh arti. Dengan cepat memakai sweater kebesaran miliknya, kemudian menuliskan beberapa kata diatas kertas dan menyimpannya di meja dekat tempat tidur.
Kembali melirik pintu belakang dengan air mata yang terus mengalir dipipinya.
“Kak, Wendy minta maaf terimakasih untuk semuanya. Berbahagialah terus bersama kak Nevan” ucapnya lirih
•
•
•
__ADS_1
Adnan berlari seperti orang yang kesetanan, tujuannya sekarang hanya satu menemui Wendy sesuai informasi yang ia dapat bahwa Wendy dirawat dirumah sakit ini.
‘Kumohon Wendy jangan pergi aku mohon, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya kumohon..’
Ia terus berlari bak kesetan dikoridor rumah sakit tak memperdulikan orang-orang mulai melihatnya. Beberapa kali mengumpat kata kasar dilayangkan kepadanya yang tak sengaja menabrak orang lain.
“Maafkan aku Tuan Adnan. Nyonya Wendy tak pernah kembali ke apartemen semenjak kalian berpisah bahkan Wendy menolak mentah-mentah untuk tinggal diapartemen itu. Namun, aku diam-diam mengawasi nyonya Wendy yang tinggal bersama kakak angkatnya nyonya Zara kekasih Nevan mereka sudah saling kenal waktu dipanti dulu tuan yang waktu itu tuan kira kekasih nyonya Wendy”
Dadanya kala sangat sesak kala dirinya mengingat bagaimana ia emosi melihat Wendy makan bersama lelaki itu. Bahkan ia dengan tidak teganya menghukumnya kasar tanpa mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
Ia sungguh sangat br*ngs*k baru menyesal semuanya sekarang yang sudah sangat kacau ini.
“Info terakhir yang saya dapat jika nyonya Wendy dirawat dirumah sakit. Saya belum mencari seperti apa kebenarannya namun saya fikir ini ada hubungannya dengan kandungan karena beberapa kali ia dirawat di dokter kandungan dan sepertinya nyonya Wendy kenal dekat dengan dokternya. Jika nyonya Wendy sering sekali konsultasi kesana”
Adnan merasa nafasnya sudah diujung. Air matanya kini kian meluruh— ia sungguh kalut terlihat jelas dengan penampilannya yang sudah berantakan.
“Kumohon aku sangat menyesal, tolong ampuni semua kesalahanku dan kita mulai perbaiki semuanya dari awal. Aku menjemputmu dan bayi kita. Ayok kita pulang sayang”
__ADS_1
Ia memacu langkahnya mendekat pada ruang rawat Wendy yang sudah dekat dengan posisinya.
Mencoba abai dengan perasaan yang mendadak berubah jadi tidak enak.
•
•
•
Entah mengapa Adnan sangat ketakutan tak karuan, ia menatap pintu ruangan di depannya dengan rasa takut. Adnan kembali menangis kini lebih parah dari sebelumnya. Bahkan ia tak bisa menghentikan tangisannya ini sampai tubuhnya bergetar begitu hebat.
Baru saja kan menyentuh knop pintu, knop pintu tersebut terbuka dan menampakkan seorang wanita cantik keluar dari sana dengan mata yang sembab kemudian ia menatap Adnan.
“Kamu siapa?” Tanya Adnan bingung. Baru saja ia akan memperkenalkan dirinya tiba-tiba suara seseorang mengintrupsinya dari belakang wanita cantik itu.
“Adnan Pratama” suaranya terdengar sedikit ragu, Adnan hanya mengangukan kepalanya pelan walaupun sebenarnya sekarang ia sangat bingung. Kemudian, wanita cantik tadi menatapnya tajam,bahkan merasa seperti mempunyai dendam terhadapnya seakan Adnan sudah melakukan dosa yang sangat besar.
__ADS_1
“DASAR LELAKI BR*NGS*K, MASIH BERANINYA KAMU KESINI ATAS SEMUA KELAKUANMU TERHADAP ADIKKU. BELUM PUAS KAMU MENYAKITI ADIKKU HAAH!!GARA-GARA DIRIMU ADIKKU HARUS KEHILANGAN BAYINYA GARA-GARA KAU KINI IA MENGHILANG DAN PERGI ENTAH KEMANA HIKSS...” sambil memegang kerah baju Adnan, kemudian Zara pun terjatuh lemas ke lantai memikirkan dimana adiknya sekarang.