Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 5


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



Dilain tempat, seorang pria sedang terus memperhatikan wanita yang daritadi hanya rebahan santuy sambil memainkan ponselnya


“Leta apa maksudmu putus dengan Adnan” ujar sosok pria itu sambil menyeruput minumnya


“Emangnya kenapa kalau aku putus dengan Adnan” jawab Leta dengan malas yang lebih memilih rebahan santuy daripada harus memikirkan Adnan


“Bagus dong kalau Leta putus dengan Adnan, jadi Adnan dan Wendy bisa hidup bahagia dalam membangun rumah tangganya” celetuk salah seorang diantara mereka yang daritadi mungkin hanya menyimak obrolan pria dan Leta


Spontan pria itu dan Leta langsung mengalihkan pandangannya tajam merasa perkataan yang tadi diucapkan membuat mereka tidak setuju


“Oke baiklah lebih baik aku diam saja” sambil menyibukkan dirinya sendiri


“Tenang saja Leta nanti aku akan memikirkan caranya, agar kamu bisa balikkan lagi dengan Adnan” ucap pria itu sebut saja ia Glen, Leta pun hanya bisa mengangguk pelan karna ia masih mencintai Adnan walaupun sebenarnya ia sendiri yang minta putus dengan Adnan


“Hei!! Kalian sudah keterlaluan tau, biarkanlah Adnan dan Wendy hidup bahagia” ujar seseorang tadi yang memilih diam akhirnya mengeluarkan suaranya.


Glen dan Leta pun hanya bisa terdiam


“Diam kau, kami jelas yang akan memberikan kebahagiaan bagi mereka. Adnan akan bahagia bersamaku dan Wendy akan bahagia bersama Glen” jawab Leta dengan sinis


“Terserah kalian saja, aku tak ingin ikut campur lagi dengan urusan gila kalian” seseorang itu pun pergi menempatkan tempat ini


————————————————————————

__ADS_1


“Wendy...bangun” ia mengernyit kala merasakan sentuhan pada rambut dan pipinya. Saat membuka mata mengernyit kaget kala wajah Adnan sangat dekat dengan wajahnya. Membuat ia blushing


“Adnan?” Panggil Wendy ragu. Adnan tersenyum manis ke arahnya. Sesuatu yang sangat langka yang mungkin belum pernah terjadi di hidupnya.


Tolong jika ini mimpi jangan bangunkan Wendy


“Bangunlah....aku sudah menyiapkan makanan untukmu, pasti kamu laparkan”


Menggeleng kepala pelan; kemudian ia bangkit dan duduk kemudian, melihat tubuhnya sudah bersih tak lengket lagi dan terpasang piyama


“Aku yang menggantikannya, dan aku yang membersihkan tubuhmu”


“Aku pikir kamu tak akan nyaman jika tidur dalam keadaan tubuh yang lengket”


Wendy tentu saja terkejut dengan atas apa yang dikatakan Adnan bukan hanya itu ia juga kaget dengan perlakuan Adnan ke dirinya





Setelah selesai itu, Wendy dan Adnan pun tengah bersantai diruang tengah sambil menonton televisi.


“Hmm..Adnan turunkan aku, aku tak nyaman jika duduk seperti ini..” ujar Wendy yang tengah menggerakkan tubuhnya tak nyaman di pangkuan Adnan


“Diamlah...aku nyaman seperti ini” sambil mengeratkan pelukannya, dan itu membuat Wendy terdiam dan memerah malu

__ADS_1


“Kamu demam ya, wajahmu sangat merah Wendy “ menempelkan tangannya di dahi Wendy, membuat ia tambah memerah


“Tidak kok, aku sangat baik-baik saja” memalingkan wajahnya yang sudah sangat memerah ke arah lain, Adnan pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku istrinya ini


Ting Tong\~Ting Tong


Mereka yang sedang menonton televisi, saling memandang satu sama lain. “Siapa gerangan yang datang pagi hari ini?”. Karna mereka berdua bingung akhirnya memutuskan untuk mengecek bersama tamu yang tak diundang itu


“Sini..rentangkan tanganmu pada leherku” Wendy terlihat bingung dan akhirnya hanya bisa menuruti apa kemauan sang suami. Dan kini Wendy pun seperti bayi yang sedang di gendong oleh ayahnya


Cklek.....


“Loh...mama tumben tidak langsung masuk?” Bela jelas mematung diam melihat Adnan yang sedang menggendong Wendy seperti bayi. Yang tentunya membuat wajah Wendy memerah malu. Sang mertua pun hanya tersenyum gemas


“Heheh..loh Adnan kamu ga masuk kerja?” Bela heran ketika melihat putranya masih dirumah jam segini


“Hmm....tidak aku hanya sedang ingin bersama Wendy saja” balas Adnan. Bela yang sontak dengan balasan Puteranya lalu bertanya


“Tumben sekali kamu ingin bersama Wendy” dengan nada yang sedikit menggoda


“Tidak ada alasan aku ingin bersamanya, dia kan istriku” santai Adnan, membuat Wendy terkejut bahwa Adnan baru saja mengakui ia istrinya. Saat Bela mau menggoda Adnan karna perlakuannya terhadap Wendy , dering ponsel Adnan berbunyi. Seketika raut wajah Adnan berubah saat menemukan nama seseorang terpampang di ponselnya


Leta🖤


Adnan pun mengangkat panggilan tersebut, kemudian ia mendengar suara tangisan sang kekasih ralat mantan kekasih dan mendengar barang berjatuhan. Dengan tergesa-gesa Adnan menurunkan Wendy dari gendongannya


“Mama aku ada urusan mendadak, Wendy kamu diam ya disini sama mama”

__ADS_1


Adnan pun pergi, sempat bertatapan dengan Wendy. Adnan bisa melihat dari mata Wendy yang terlihat sendu.


__ADS_2