
Sesampai di kantor nya, Saat itu Tiara tengah duduk santai di ruangan nya, Ia memikirkan pertanyaan Papah nya tadi.
"Apa yang di katakan Papah ada benar nya juga sih, Tapi kan aku belum menemukan cowok yang aku suka?". berkata dalam hati Tiara
"Ya Allah semoga engkau mengirimkan dan mempertemukan aku dengan cowok yang baik, yang mencintai ku dan juga yang bertanggung jawab". ucap Tiara dalam hati lagi.
Tak lama kemudian pintu ruangan Tiara terdengar ada suara yang sedang mengetuk.
"Iya masuk!". ucap Tiara
Dan ternyata Radit saat itu yang mengetuk pintu ruangan Tiara, karena sedang mengantarkan minum untuk Tiara.
"Permisi Bu Tiara, Saya ingin mengantarkan minuman untuk Bu Tiara". ucap Radit masuk ke dalam ruangan Tiara
"Oh iya". jawab Tiara.
Setelah Radit menaruh minuman di depan Tiara, Tiara pun dengan tidak fokus nya langsung memegang cangkir kecil yang berisi teh yang masih cukup panas, Dan Tiara pun kaget akhirnya teh nya tumpah ke tangan Tiara.
"Aauuuuu.......".
Teriak Tiara merasa kepanasan di tangan nya, Radit pun kaget mendengar teriakan Bos nya itu dan langsung menaruh nampan yang ia pegang di atas kursi yang ada di dalam ruangan itu, Dan Radit pun langsung menghampiri Tiara.
"Bu Tiara kenapa Bu?". tanya Radit dengan wajah panik
"Tangan ku kenak tumpahan teh yang masih panas ini". jawab Tiara sambil meniup tangan nya.
Radit pun tanpa pikir panjang langsung memegang tangan Tiara dan meniup tangan Tiara yang saat itu sedang memerah. Dan setelah itu Radit langsung mengambil kotak obat yang ada di ruangan Tiara saat itu,
"Permisi ya Bu Tiara". ucap Radit memegang tangan Tiara dan mengolesi salep ke tangan Tiara
"Aauuuu.....!". teriak Tiara merasa kesakitan saat di beri salep oleh Radit.
Melihat Tiara sedang kesakitan, Akhirnya Radit pun mengolesi tangan dengan salep nya sesekali Radit meniup tangan Tiara.
"Radit kenapa aku merasa nyaman ya ada di dekat kamu, Dan kamu juga baik banget". berkata dalam hati Tiara sambil menatap senyum ke wajah Radit.
Tak lama kemudian Radit pun sudah selesai mengobati Tiara.
"Sudah Bu Tiara,". ucap Radit sambil menutup kotak obat yang ada di depan nya.
__ADS_1
"Oh iya terima kasih". ucap Tiara ke pada Radit seketika ia sadar jika ia sedang menatapi wajah Radit dari tadi.
"sama-sama Bu Tiara". jawab Radit yang saat itu sedang menaruh kotak obat nya.
"Oh iya, Kenapa teh ini panas banget, Aku kan gak suka panas gini". ucap Tiara
"Maaf Bu Tiara, Saya juga kurang tau, Karena yang bikin tadi Rina, Nanti saya akan bilang ke pada Rina Bu". ucap Radit menjelaskan
"Ya udah kali ini aku maafin". jawab Tiara dengan nada tegas.
Radit pun permisi untuk keluar dari ruangan Tiara. Dan Tiara pun menatap ke arah Radit yang saat itu Radit berjalan menuju pintu keluar. Dan saat itu juga Mirna masuk ke ruangan Tiara,
"Permisi Bu Tiara". ucap Mirna masuk ke dalam ruangan Tiara.
"Iya Mir, Silahkan masuk!". jawab Tiara
"Ini ada beberapa berkas yang harus Bu Tiara cek dan tanda tangani". ucap Mirna menyerahkan berkas nya ke hadapan Tiara.
Tiara pun mengambil berkas nya sambil sedikit merasa kesakitan.
"Bu Tiara kenapa Bu?". tanya Mirna penasaran
"Emang teh nya panas banget Bu? Biasa nya kan teh buat Bu Tiara harus nya masih hangat bukan masih panas?". tanya Mirna
"Saya juga tidak tahu Mirna , Ya udah lah, Lagian aku sudah bilang ke pada Radit barusan Mir". ucap Tiara.
"Ini kan bagian Rina yang bikin teh Bu Tiara, Dia itu udah ceroboh Bu". Ucap Mirna lagi.
"Ya udah lah Mirna lagian aku udah gak apa-apa kok". jawab Tiara sambil mengecek berkas nya
"Bu Tiara terlalu baik jadi orang ". ucap Mirna sedikit senyum ka pada Tiara
"Ya udah lah kita maklumi aja lah kalau cuman sekali, Siapa tahu Rina sedang banyak pikiran". jawab Tiara sambil tersenyum kembali ke pada Mirna.
Tiara pun melanjutkan mengecek berkas-berkas nya dan mentanda tangani semua berkas yang Mirna bawa saat itu.
Sedangkan Radit saat itu sampai di ruang belakang, Ia langsung berjalan menuju dapur kantor, Yang saat itu Rina tengah membuatkan minuman untuk karyawan yang lain.
"Rina kamu gimana sih, Kenapa teh punya Bu Tiara sangat panas?". tanya Radit menghampiri Rina.
__ADS_1
"Masak sih Dit?". tanya balik Rina dengan wajah panik mendengar ucapan Radit saat itu.
" Iya Rin dan tadi juga, Saat Bu Tiara ingin meminum teh nya, Terrnyata teh nya panas dan akhirnya tumpah mengenai tangan Bu Tiara". jawab Radit menceritakan ke pada Rina.
"Aduhhh Bu Tiara pasti marah besar sama aku deh". ucap Rina ketakutan
"Iya tadi sempat marah tapi Bu Tiara memaafkan untuk kejadian kali ini".jawab Radit
"Yang bener Dit?". tanya Rina kurang yakin
"Iya". jawab Radit singkat sambil menganggukkan kepalanya.
"Alhamdullilah, Bu Tiara emang baik ya tidak seperti Papah nya". ucap Rina
"Emang Papah nya Bu Tiara kenapa Rin?". tanya Radit.
"Kalau Papah nya dulu, Jangan kan punya kesalahan sampai melukai dirinya, Telat sedikit aja udah marah ". jawab Rina bercerita ke pada Radit.
"Owh gitu". ucap singkat Radit sambil menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kita lanjutkan pekerjaan kita yuk Dit!". ajak Rina menyelesaikan pekerjaan nya ke pada Radit .
Begitupun Radit saat itu juga melanjutkan pekerjaan nya dengan mengantar minuman ke pada karyawan yang ada di kantor itu. Beberapa lama kemudian Radit pun selesai menyelesaikan pekerjaan nya dan ia pun tengah duduk santai sambil meminum air putih segar di tangan nya, Karena saat itu jam istirahat Radit dan teman-teman yang lain.
Sedangkan Tiara dan Mirna saat itu tengah berjalan mengecek beberapa karyawan untuk mengetahui cara kerja karyawan nya, Dan saat itu juga Tiara melihat Radit tengah istirahat sambil mengusap keringat yang sesekali mengalir di dahi nya.
"Radit emang cowok tanggung jawab dan pekerja keras untuk keluarga, Udah ganteng, Baik lagi". berkata dalam hati Tiara sambil menatap Radit dari jauh
"Bu,,,,,
Bu Tiara?". panggil Mirna sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Tiara.
"Oh iya Mirna, Ada apa?". jawab Tiara seketika kaget saat itu.
"Bu Tiara liat apa sih?" berbisik Mirna di telinga Tiara sambil menoleh ke arah yang di lihat Tiara barusan. Dan ternyata arah Bu Tiara barusan yang ia lihat, Ternyata Radit yang tengah duduk santai sambil menikmati jam istirahat nya.
"Gak lihat apa-apa kok, Ya udah kita lanjutin yuk!". ajak Tiara ke pada Mirna sambil mengalihkan pertanyaan Mirna tadi.
Dan akhirnya Tiara pun melanjutkan pekerjaan bersama Mirna.
__ADS_1