
Dan tak lama kemudian Radit pun mengetuk pintu ruangan Tiara.
"Permisi Bu Tiara dan Pak Arya ". ucap Radit berdiri di depan pintu ruangan Tiara
"Iya masuk lah!". kata Tiara sambil menoleh ke arah pintu ruangan nya.
Radit pun membuka pintu nya dan langsung masuk ke dalam ruangan Tiara dan setelah itu Radit pun menaruh kopi di atas meja di hadapan Pak Arya dan juga teh hangat di hadapan Tiara.
"Saya permisi untuk keluar Pak dan Bu Tiara ". ucap Radit menundukkan kepalanya ke pada Tiara dan Papah nya.
"Iya terima kasih ya Radit ". ucap Tiara
"Sama sama Bu ". jawab Radit dan langsung berjalan menuju keluar dari ruangan Tiara.
"Ayo Pah di minum kopi nya". ucap Tiara
Tiara dan Papah nya pun menikmati minuman yang di bawakan oleh Radit dan tak terasa hari pun sudah sore, Jam pulang kantor pun tiba, Pak Arya pun mengajak Tiara untuk pulang bersama lagi.
"Ayo Tiara kita pulang". ajak Papah nya
"Iya Pah". jawab Tiara
Mereka pun langsung pulang ke rumah nya dan sesampai di rumah nya Tiara dan Papah nya langsung masuk ke dalam rumah nya yang saat itu Mamah nya sudah menunggu di ruang tamu,
Setelah Tiara bersalaman ke pada Mamah nya, Tiara pun langsung berpamitan untuk pergi ke kamar nya karena Tiara harus mandi terlebih dulu. Setelah itu Tiara pun beristirahat di kamar nya sambil tiduran santai.
Dan terasa hari pun semakin malam dan Tiara pun saat itu sudah sangat mengantuk dan tiba tiba Tiara pun tertidur. Sedangkan Radit saat itu tengah duduk santai di dalam kamar nya sambil memikirkan Tiara. Dan saat itu juga hp Radit berbunyi dan ternyata Dita yang menelpon nya.
"Hallo Dita". ucap Radit mengangkat telpon nya
"Radit kamu belum tidur?". tanya Dita
"Belum Dita, Saya masih belum mengantuk, Emang nya ada apa Dita ?". tanya balik Radit
"eemmmmm besok kita kan libur kerja, Gimana kalau besok kita jalan jalan pagi di daerah taman dekat rumah kamu itu". ujar Dita
"Eemmmmm gimana ya". kata Radit sambil berpikir karena rencana nya Radit ingin mengajak Tiara untuk lari pagi besok.
"Kamu gak mau ya Radit, Apa kamu ada janji sama Tiara ?". ucap Dita dengan nada sedih
"Oh enggak kok Dita, Aku besok bisa kok olah raga pagi bareng kamu". jawab Radit dengan perasaan tidak enak ke pada Dita
__ADS_1
Dan setelah lama mengobrol Radit pun mematikan telpon nya karena hari sudah malam , Radit pun naik ke tempat tidur nya dan ia pun langsung tidur.
Pagi yang cerah pun menyapa, Pagi itu Radit sudah bangun dan berada di depan rumah nya, Ia berlari santai menuju ke rumah Dita dan ternyata Dita sudah berada di jalan, Mereka pun melanjutkan lari pagi ke taman yang mereka tuju. Setelah Dita dan Radit merasa capek, Dita mengajak Radit untuk istirahat, Mereka pun duduk santai di taman itu sambil mengobrol santai.
"Radit, Apa kamu sudah merencanakan untuk menyatakan cinta ke pada Tiara?". ucap Dita dengan perasaan yang sebenarnya ia sakit hati
" belum Dita, Aku bingung cara mau memulai nya ". kata Radit
"Aku punya ide Radit ". kata Dita sambil menatap ke wajah Radit
"Apa Dita ?". tanya Radit penasaran
"Anggap aja aku ini Tiara dan kamu bisa mencoba menyatakan cinta ke pada ku Radit ". kata Dita dengan perasaan yang patah hati saat itu.
"Benar juga kamu Dita ". jawab Radit tersenyum
Radit pun menghadap ke arah Dita seakan akan Dita adalah Tiara , Sedangkan Dita saat itu harus pura pura kuat di depan Radit, Karena Radit hanya menganggap Dita sebagai sahabat nya, Radit tidak pernah menyadari jika hati Dita sudah mulai suka ke pada nya sejak dulu. Radit pun sedang memikirkan kata kata untuk menyatakan cinta nya ke pada Tiara yang saat itu sebagai pengganti Tiara adalah Dita.
"Kamu siap Dita ". ucap Radit menarik nafas dalam dalam
"Iya Radit, Ayo lah kamu mulai saja". kata Dita yang saat itu juga merasakan deg deg an
Dita pun hanya terdiam dan meresapi kata kata Radit.
"Andai aja ini beneran menyatakan cinta nya ke padaku, Pasti aku langsung bilang kalau aku juga cinta ke kada mu Radit, Tapi itu semua hanya lah mimpi ku saja". ucap dalam hati Dita
Dan saat itu juga, Saat Radit belajar untuk menyatakan cinta nya ternyata Tiara dan Mirna berada di belakang Radit dan Dita. Terkejut lah Tiara saat itu,Karena ia menyangka jika Radit jatuh cinta ke pada Dita.
"Wahhh kalian jadian ya". ucap Fara ke pada Radit dan Dita
Seketika itu Dita dan Radit kaget dan menoleh ke belakang yang saat itu Tiara dan Fara berdiri di belakang Radit dan Dita. Terlihat saat itu wajah Tiara memerah dan seperti ingin marah.
"Tiara ?". ucap Radit sambil berdiri dari tempat duduk nya.
"Ayo Fara kita pulang!". ajak Tiara dan menarik tangan Fara
Tiara pun pergi dari taman itu dan Radit pun terdiam dan bingung apa yang harus ia lakukan.
"Radit ayo kejar Tiara, Sepertinya dia sudah salah faham". ucap Dita
"Iya Dita ". jawab Radit dan berlari mengejar Tiara
__ADS_1
"Tiara ?". panggil Radit sambil berlari
Sedangkan Tiara dan Fara saat itu berjalan cepat menuju pulang ke rumah Tiara.
"Tiara, Radit mengejar kita dan memanggil kamu". ucap Fara sesekali menoleh ke arah belakang
"Aku gak perduli Fara". jawab Tiara dan terus berjalan
Akhirnya Radit pun sampai di dekat Tiara.
"Tiara ?". panggil Radit sambil memegang tangan Tiara
"Lepasin aku Radit,". bentak Tiara
"Kamu pasti salah faham Tiara, Apa yang kamu lihat barusan itu hanya.....". ucap Radit
"Aku gak perduli Radit, Kamu mau jadian sama cewek itu atau tidak, Aku gak perduli, itu bukan urusan aku". jawab Tiara sambil melepaskan pegangan dari tangan Radit
"Tiara ?". ucap Radit
Tiara pun berlari menyebarang jalan raya yang saat itu ada mobil melaju kencang ke arah Tiara.
"Tiara awas!". teriak Radit dan berlari ke arah Tiara dan mendorong tubuh Tiara.
"Braaakkkkkkkkkk".
Suara mobil menabrak tubuh Radit, Radit pun terjatuh ke aspal, Tiara pun kaget melihat Radit tertabrak mobil.
"Radit ". ucap Tiara dengan nada lemas
Dita pun kaget melihat Radit terjatuh lemas di aspal, Dita pun segera berlari menghampiri Radit dan memangku kepala Radit. Dan Fara punenghampiri Tiara dan membantu membangunkan Tiara, Setelah Tiara bangun, Ia langsung berlari ke arah Radit.
"Radit kamu bertahan ya, Aku akan bawa kamu ke rumah sakit". ucap Dita sambil menangis melihat keadaan Radit yang tak sadarkan diri dan keluar darah di bagian kepalanya
" Radit ". ucap Tiara memegang tangan Radit dengan wajah sedih
"Lepasin tangan Radit, Ini semua gara gara kamu Tiara". bentak Dita ke pada Tiara
"Iya aku tahu aku salah". jawab Tiara menangis dan Fara pun mendampingi Tiara.
Dan tak lama kemudian sirine ambulance pun berbunyi dan beberapa perawat pun menghampiri Radit dengan membawa brankar dorong, Radit pun langsung di bawa ke rumah sakit dan Dita pun juga naik ke ambulance nya, Begitupun Tiara dan Fara juga ikut mengantar Radit ke rumah sakit
__ADS_1