
"Radit ....?". teriak Tiara dan berlari mengejar Radit.
"Radit kenapa kamu pergi begitu saja bukannya kamu sudah janji akan berusaha untuk kita bisa bersama". ucap Tiara memegang tangan Radit.
"Tiara....
Apa kamu gak lihat gimana keluarga kamu memperlakukan Radit anak saya ". sahut Ibu Aminah
"Bu ....
tolong ijinkan Radit untuk bersama ku Bu ". ucap Tiara sambil menangis
"Tiara ...?". bentak Pak Arya dan menghampiri Tiara
Plaaakkkkk.....
suara Pak Arya yang langsung menampar pipi putri nya itu.
"Dasar kamu anak durhaka Tiara, Kamu bener bener bikin Papah malu di depan keluarga Radit dengan cara kamu begini". bentak Pak Arya dengan wajah sangat marah.
"Papah....". ucap Tiara sambil memegang pipi nya.
"Pak Arya tolong jangan marahin Tiara karena ini semua bukan salah dia". sahut Radit
"Memang ini bukan salah anak saya tapi ini semua salah kamu Radit ". ucap Pak Arya
"Kita pulang sekarang Radit,
Dan kamu Tiara lupakan lah Radit ". ucap Ibu Aminah dan menarik tangan Radit
Radit dan keluarga nya pun langsung berjalan menuju ke mobil nya, Sedangkan Tiara saat itu tangan nya di pegang oleh Papah nya agar tidak lagi mengejar Radit.
"Cepat kamu masuk ke dalam kamar ". ucap Papah nya ke pada Tiara.
"Hiks....hiks....hiks.....". suara tangisan Tiara sambil melihat ke arah luar rumah nya.
"Tiara?...
Apa kamu mendengar ucapan Papah ?". ucap Pak Arya lagi.
Tiara pun langsung berlari menuju ke kamar nya dan sesampai di kamar nya, Ia pun langsung naik ke atas kasur nya dan menangis sambil memeluk bantal di depan nya.
"Dasar anak tidak tahu diri".ucap Pak Arya sambil melihat ke arah Tiara.
"Pah kenapa malah jadi begini". ucap Bu Airin menghampiri suami nya.
"Saya juga tidak habis pikir Mah, Kenapa Tiara malah jatuh cinta sama cowok OB itu". jawab Pak Arya sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan keluarga Radit saat itu sudah berada di perjalanan pulang ke rumah nya.
"Radit ....
Mulai hari ini kamu lupakan Tiara ". ucap Ibu nya dengan tegas
"Tidak Bu ...
__ADS_1
Maafkan Radit, Radit bener bener cinta sama Tiara Bu ". jawab Radit
"Kamu bener bener anak tidak tahu diri ya, Kamu lihat kan keluarga Tiara sudah menghina kita Dit, Hanya karena cinta kamu sama Tiara itu, Kamu mempermalukan Ibu dan Ayah". bentak Ibu Aminah
"Iya Dit, Ibu kamu benar, Kita ini keluarga sederhana, Tidak mungkin jika keluarga Tiara menerima kita dengan baik, Jadi lupakan lah Tiara dan mencari lah pasangan yang sederajat dengan kita nak". sahut Ayah nya.
Radit pun hanya diam dan memikirkan ucapan Ayah dan Ibu nya itu. Dan tak lama kemudian keluarga Radit pun sampai di depan rumah nya dan mereka pun turun dari mobil nya.
"Ayo Yah kita masuk!". ajak Ibu Aminah
"Iya Bu ". jawab Pak Herman
Ibu dan Ayah nya Radit pun masuk ke dalam rumah nya dengan wajah kesal, Sedangkan Radit saat itu termenung sambil melihat ke arah rumah nya.
"Mungkin apa yang di katakan Ibu dan Ayah benar, jika aku harus melupakan Tiara ". ucap dalam hati Radit dengan wajah sangat sedih.
Radit perlahan lahan berjalan masuk ke dalam rumah nya dan menuju ke kamar nya.
Keesokan hari nya Radit pun bangun pagi dan saat itu ia terlihat tidak semangat menjalani hari hari nya.
"Radit ayo sarapan dulu!". ajak Ibu nya
"Iya Bu ". jawab Radit dan berjalan menuju ke meja makan.
"Radit kamu harus tetap semangat jangan lemas kayak gitu ". ucap Ibu nya sambil mengambilkan piring dan nasi untuk Radit.
"Iya Bu ". jawab Radit menoleh ke arah Ibu nya.
Radit dan keluarga nya pun menikmati sarapan nya dan setelah Radit selesai makan, Ia langsung berpamitan untuk berangkat kerja.
"Radit...?". ucap Ibu nya
"Apa kamu tetap kerja di kantor Tiara ?". tanya Ibu nya
"Iya Bu, Radit akan tetap kerja di sana karena untuk sekarang sangat susah mencari pekerjaan lagi". jawab Radit
"Terus gimana dengan Tiara ?". tanya Ibu nya lagi
"Memang nya kenapa dengan Tiara Bu?". tanya Radit balik
"Ya kan tiap hari kamu ketemu sama dia, Gimana kamu bisa lupain dia". ucap Ibu nya
"Radit akan berusaha untuk fokus bekerja dan jadi karyawan di perusahaan Tiara Bu, Bukan kekasih dia". jawab Radit sedikit ragu jika ia akan melakukan nya dengan baik.
"Baiklah kalau gitu ". kata Ibu nya
"Ya udah Radit berangkat dulu ya Bu dan Ayah". ucap Radit bersalaman dan mencium tangan kedua orang tuanya.
Radit pun langsung berjalan menuju ke sepeda motor nya yang saat itu berada di depan rumah nya dan Radit langsung berangkat kerja.
Sedangkan Tiara saat itu sudah bangun dan sedang duduk merenung di atas tempat tidur nya.
"Tiara.....
Tiara.....Ayo sarapan dulu sayang ". ucap Mamah nya sambil mengetuk pintu kamar nya.
__ADS_1
Tiara pun hanya menoleh ke arah pintu kamar nya dan tidak menjawab ucapan Mamah nya.
"Tiara ....?". panggil Mamah nya lagi sambil mencoba untuk membuka pintu nya.
Dan setelah pintu kamar Tiara terbuka Mamah nya pun masuk ke dalam kamar Tiara.
"Tiara ....?". ucap Mamah nya menghampiri Tiara.
"Tiara kita sarapan dulu yuk!". ajak Mamah nya dan duduk di samping Tiara.
Tiara pun tetap diam dan menhgelngakn kepalanya.
"Tiara kamu kenapa begini sih? kalau kamu tidak makan nanti kamu sakit loh". ucap Mamah nya lagi.
Tiara pun tetap diam dan tidak menjawab apa pun. Mamah nya pun merasa bingung dan panik melihat sikap Tiara saat itu.
"Papah....
Papah .....?". teriak Mamah Airin
Dan tak lama kemudian Pak Arya pun datang dan menghampiri Tiara dan Ibu nya.
"Ada apa Mah?
Teriak teriak pagi pagi ?". Kata Pak Arya mendekati Bu Airin.
"Papah lihat dong keadaan Tiara nih, Dia tidak mau makan dan hanya diam begini ". ucap Bu Airin sambil menunjuk ke arah Tiara
"Tiara ....
Apa hari ini kamu tidak ke kantor?".ucap Papah nya
Tiara pun tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan Papah nya.
"Tiara ....
Jangan hanya cuman Radit, cowok OB itu kamu jadi kayak gini". ucap Papah nya.
"Pah...
Papah jangan ngomong gitu dong, Nanti Tiara tambah gak mau makan". sahut Bu Airin sambil memegang tangan suami nya.
"Pah...
Radit emang cuman OB tapi dia baik Pah dan bikin Tiara tenang sama dia". sahut Tiara dengan meneteskan air mata nya.
"Terus kamu mau makan apa nanti kalau udah nikah sama dia, Mana bisa dia memenuhi kebutuhan kamu Tiara ". jawab Papah nya.
"Tiara tidak perduli Pah karena Tiara yakin bahwa Radit akan berusaha untuk membahagiakan Tiara dengan sekuat dia". jawab Tiara
"Kamu bener bener sudah di butakan sama cinta kamu itu, ". ucap Pak Arya dengan wajah marah.
"Ayo Mah kita keluar !". ajak Pak Arya menarik tangan istrinya.
"Tapi Pah .....". kata Bu Airin
__ADS_1
"Biar kan saja anak ini sendirian dulu biar dia bisa berpikir jernih". ucap Pak Arya.
Papah dan Mamah nya Tiara akhirnya keluar dari kamar Tiara dan meninggalkan Tiara sendirian di dalam kamar nya, Setelah Tiara melihat orang tua nya keluar, Ia pun menangis dan mengeluarkan semua kesedihan nya.