
Beberapa hari kemudian keadaan Radit pun sudah membaik dan saat itu Radit pulang dari rumah sakit.
"Alhamdulillah kamu sudah boleh pulang Dit ". ucap Ibu Aminah dengan perasaan senang.
Radit pun hanya tersenyum kecil ke pada Ibu nya sambil berjalan keluar dari rumah sakit.
"Tiara ....
Kenapa kamu ninggalin aku Di saat aku kayak gini". ucap dalam hati Radit
Dan setelah Radit dan orang tua nya sampai di depan rumah sakit, Ibu nya pun langsung mencari taksi yang lewat di depan nya untuk pulang ke rumah nya.
Sedangkan Tiara saat itu tengah duduk santai sambil melamun di depan rumah nya.
"Tiara ....?". panggil Papah nya menghampiri Tiara
"Iya Pah?". sahut Tiara menoleh ke arah Papah nya
"Aku akan secepat nya urus surat perceraian kamu dan Radit". kata Pak Arya
"Apa Pah?". ucap Tiara kaget seketika dan berdiri dari tempat duduk nya.
"Tiara ...
Apa kamu masih berharap mau kembali sama Radit ? terus gimana dengan sumpah kamu itu? kamu tahu kan itu menyangkut nyawa Radit ?". ucap Pak Arya dengan tegas
Tiara pun terdiam dan meneteskan air mata nya sambil perlahan lahan kembali duduk di kursi. Dan setelah itu Pak Arya pun kembali masuk ke dalam rumah nya dan segera menelpon pengacara untuk mengurusi perceraian Tiara dengan Radit.
"Radit.....
Aku gak nyangka kisah cinta kita seperti ini hiks...hiks...hiks....". ucap Tiara sambil menangis.
__ADS_1
*******
Tak terasa beberapa hari kemudian dan saat itu Radit mendapat undangan penggilan perceraian nya dari Tiara.
"Tiara jadi kamu beneran akan ninggalin aku". ucap dalam hati Radit sambil memegang surat panggilan di tangan nya.
"Apa salah ku Tiara sehingga kamu tega melakukan ini semua sama aku, Kenapa kamu tidak bilang dari awal jika kamu tidak bisa hidup sederhana bersama ku". ucap dalam hati Radit lagi dengan mata yang berkaca kaca.
Tak lama kemudian Ibu Aminah pun datang menghampiri Radit.
"Radit apa itu?". ucap Ibu Aminah
"Surat panggilan perceraian Radit dengan Tiara Bu ". jawab Radit dengan wajah sedih nya itu.
"jadi Tiara beneran mau menceraikan kamu Dit ?". tanya Ibu Aminah
"Iya Bu ". jawab Radit menundukkan kepalanya.
"Iya Bu ....
Tapi kenapa Tiara tidak menunggu aku sampai aku sadar, Kenapa dia ninggalin aku tanpa ada satu kata pun yang terucap dari mulut dia, Apa alasan dia tiba tiba ninggalin aku Bu ". kata Radit sambil menangis dan memeluk Ibu nya
"Ibu ngerti nak...
Kamu yang sabar ya ...". ucap Ibu Aminah menenangkan hati Radit
Sedangkan Tiara saat itu terus berada di dalam kamar nya dan tak lama kemudian Fara teman Tiara datang dan mengetuk pintu rumah Tiara.
"Assalamualaikum.....". ucap Fara sambil mengetuk pintu nya.
"Wa'alaikumsalam ....". jawab Mama nya Tiara sambil berjalan menuju pintu rumah nya.
__ADS_1
Dan setelah itu Mamah nya Tiara langsung membuka pintu nya dan ternyata ada Fara yang saat itu sedang berdiri di depan pintu rumah nya.
"Fara...?". ucap Bu Airin
"Tante...". kata Fara sambil bersalaman mencium tangan Bu Airin
"Ayo masuk nak!". ajak Bu Airin ke pada Fara
"Terima kasih Tante.....". ucap Fara dan masuk ke dalam rumah Tiara.
"Kamu pasti mau bertemu dengan Tiara kan?". tanya Ibu Airin
"Iya Tante .....
Tiara ada kan ?". kata Fara
"Ada di kamar nya lebih baik kamu langsung saja ke sana, Mungkin setelah ketemu kamu Tiara bisa tersenyum lagi". ucap Ibu Airin
"Baik Tante ....". sahut Fara sambil menundukkan kepalanya
Fara pun pergi ke kamar Tiara di antar oleh Ibu Airin dan sesampai nya di depan pintu kamar Tiara, Bu Airin pun mempersilahkan Fara untuk masuk ke dalam, Saat Ibu Airin membukakan pintu kamar nya terlihat Tiara tengah duduk melamun di atas tempat tidur nya.
"Tiara .....". ucap Fara sambil berjalan menghampiri Tiara
"Fara....?". ucap Tiara menoleh ke arah Fara
Fara pun duduk di samping Tiara dan menangis sambil memeluk Fara.
"Tiara ....
Kamu yang sabar ya". ucap Fara sambil mengelus punggung Tiara
__ADS_1
Tiara pun tetap menangis mengeluarkan semua kesedihan nya di pelukan sahabat nya itu, Setelah Tiara merasa tenang perlahan lahan Tiara melepaskan pelukan nya.