
Sesampai di rumah sakit beberapa perawat nya pun langsung membawa Radit ke ruang UGD. Sedangkan Tiara, Fara dan Dita sedang menunggu di depan ruang UGD. Tiara pun saat itu sangat sedih dan merasa bersalah ke pada Radit.
Dan tak lama kemudian dokter yang menangani Radit pun keluar.
"Keluarga dari pasien Radit ?". ucap dokter nya berdiri di depan pintu ruang UGD.
"Iya saya keluarga dari pasien yang bernama Radit dok". jawab Dita menghampiri dokter nya.
Tiara dan Fara pun juga mendekati dokter nya.
"Gimana keadaan Radit dok?". tanya Tiara
"Pak Radit tidak apa apa kok hanya saja kepalanya terbentur dan terluka tapi saya sudah menjahit dan memberikan obat ke pada pasien, Tapi untuk sekarang pak Radit masih belum sadar dan butuh istirahat ". ungkap dokter menjelaskan
"Apakah kita tidak boleh masuk ke dalam dok?". tanya Dita
"Kalau bisa jangan dulu ya, Nunggu pasien kalau udah sadar dulu". ucap dokter nya
"Baiklah dok". jawab Dita
"Saya permisi dulu ". ucap dokter nya dan pergi dari ruang UGD.
Tiara pun hanya bisa melihat Radit dari kaca pintu ruangan UGD saat itu.
"Tiara ini semua gara gara kamu, Coba aja kamu gak lari gitu aja, Pasti Radit gak bakalan kayak gini". ucap Dita mendekati Tiara
"Aku tahu ini semua salah ku, Tapi aku juga tidak menginginkan ini semua terjadi ". ucap Tiara menjelaskan
"Apa alasan kamu berlari gitu aja Tiara, Apa kamu berpikir jika Radit cinta sama aku?". ujar Dita sambil menangis dan merasakan sakit nya hati Dita saat itu.
Tiara pun hanya terdiam dan menangis juga saat itu, Karena Tiara memang berpikir jika Radit mencintai Dita saat itu.
"Jawab Tiara ?". bentak Dita sambil memegang bahu Tiara
"Cukup Dita ". bentak Fara balik ke pada Dita
"Biarkan aku menjelaskan semua nya". jawab Dita menoleh ke arah Fara
"Aku memang cinta sama Radit, Dari dulu aku udah mulai suka sama dia, Aku pikir selama ini Radit juga punya perasaan yang sama ke pada ku, Tapi apa,? ternyata aku salah, Ternyata Radit mencintai orang lain, Sungguh sakit rasanya hati ini". ungkap Dita bercerita dan membalikkan badan nya membelakangi Tiara dan Fara
Tiara pun terkejut mendengar ungkapan Dita saat itu dan penasaran siapa sebenarnya yang Radit cintai saat ini, Tiara terus mendengarkan penjelasan dari Dita saat itu.
"Maksud kamu siapa wanita yang di cintai oleh Radit ?". tanya Tiara penasaran
"Kamu Tiara ". jawab Dita singkat dengan wajah menundukkan kepalanya karena menahan rasa sakit hati nya itu.
__ADS_1
"Apa?". ucap Tiara kurang yakin
"Iya Tiara, Radit sangat mencintai kamu hanya saja Radit tidak berani mengungkapkan perasaan nya ke pada kamu, Karena Radit sadar jika yang ia cintai adalah wanita yang cantik dan kaya raya, Maka dari itu kamu beruntung di cintai oleh lelaki yang baik dan tanggung jawab seperti Radit, Kamu sudah punya segalanya Tiara". ucap Dita sambil menangis dan berlari pergi meninggalkan Tiara dan Fara.
Tiara pun terkejut mendengar penjelasan dari Dita saat itu, Tiara seperti tidak percaya jika Radit mencintai dirinya. Tiara terus menangis menyesali sikap nya tadi ke pada Radit hingga Radit tertabrak mobil hanya demi menyelamatkan Tiara.
Tiara pun perlahan-lahan berjalan mendekati kaca pintu ruang UGD dan melihat keadaan Radit dari jauh. Dan tak lama kemudian terlihat tangan Radit bergerak.
"Fara tangan Radit bergerak ". ucap Tiara menoleh ke arah Fara
'Iya benar Tiara ". jawab Fara melihat ke arah dalam ruang UGD.
Tiara pun langsung berlari memanggil dokter nya dan tak lama kemudian dokter nya pun datang menghampiri Tiara dan Fara.
"Dokter tadi saya liat Radit menggerakkan tangan nya". ucap Tiara menunjuk ke arah Radit
"Bentar ya aku cek dulu". ucap dokter nya dan langsung masuk ke dalam ruangan Radit
Dan saat dokter dan suster memeriksa Radit ternyata Radit sudah sadar dan menyebut nama Tiara . Dan akhirnya setelah di periksa dokter nya pun keluar dan memberitahukan keadaan Radit saat ini. Dan saat itu juga setelah Dita merasa tenang, Dita pun kembali menghampiri Tiara dan Fara karena ingin tahu keadaan Radit saat itu.
"Dokter gimana keadaan Radit ?". tanya Dita dengan wajah panik dan menghampiri dokter nya.
" Apa anda yang bernama Tiara?". tanya dokter melihat ke arah Dita
"Bukan dok ". jawab Dita dengan wajah sedih nya.
"Pak Radit sekarang udah sadar dan ia memanggil nama Tiara, Dan keadaan nya pun sudah membaik ,". ucap dokter nya menjelaskan
"Apa saya boleh masuk dok?". tanya Tiara
" Boleh kok, Pak Radit pasti sudah menunggu anda". jawab dokter nya
Tiara pun langsung masuk ke dalam dan menghampiri Radit.
"Radit ?". ucap Tiara berjalan mendekati Radit
"Tiara kamu gak apa apa kan?". tanya Radit menoleh ke arah Tiara
Tiara pun terdiam melihat keadaan Radit saat itu dan ia masih sempat nya memikirkan keadaan Tiara, Semakin luluh lah hati Tiara saat itu.
"Aku gak apa apa kok Radit ". jawab Tiara sambil duduk di dekat Radit
"Syukurlah kalau gitu". ucap Radit sambil tersenyum dan sesekali merasakan kesakitan
"Radit pasti kamu lagi kesakitan ya, Maafin aku ya Radit ini semua gara gara aku". ucap Tiara merasa bersalah
__ADS_1
"Ini semua kecelakaan Tiara, Jadi kamu gak usah minta maaf". kata Radit
"Tapi kamu kayak gini karena aku Radit, harus nya aku yang terbaring begini bukan kamu". ucap Tiara sambil menangis
"Sssttttt udah Tiara ini bukan salah kamu, Dan masalah aku dan Dita , Sebenernya aku tuh...".
"Iya Radit aku udah tahu semua nya, Dita sudah bercerita ke pada ku tadi ". ucap Tiara
"Dita bercerita sama kamu Tiara ?". tanya Radit dengan perasaan terkejut
"Iya Radit, ". jawab Tiara
"Maafin aku ya karena aku udah lancang mempunyai perasaan ini sama kamu Tiara, Jika kamu tidak suka lupain aja Tiara ". ucap Radit dengan perasaan tidak percaya diri
"Maksud kamu apa Radit, Perasaan kamu ke pada saya apa, Aku ingin mendengar nya langsung dari mulut kamu". ucap Tiara menatap ke wajah Radit
"Tiara sebenar nya aku cin.....".
Dan seketika itu orang tua Radit datang.
"Radit ?". teriak Ibu Aminah berlari ke arah Radit
Tiara dan Radit pun seketika kaget dan menoleh ke arah Ibu dan Ayah nya Radit .
"Radit kenapa kamu begini nak?". tanya Ibu nya sambil menangis dan memeluk Radit
"Ibu, Radit tidak apa apa kok Bu ". ucap Radit
"Gak apa apa Gimana kamu terbaring gini di rumah sakit Radit ". ujar Ibu nya dengan wajah panik
Tiara pun semakin merasa sedih dan tidak enak melihat Ibu Aminah yang menangis melihat keadaan Radit.
"Bu, Maafin Tiara ya". ucap Tiara dengan wajah sedih dan gugup
Radit pun menoleh ke arah Tiara.
"Tiara pasti akan bilang jika aku seperti ini gara gara dia". ucap dalam hati Radit.
"Kenapa kamu minta maaf nak Tiara". tanya Ibu Aminah
"Karena saya .....".
"Aaauuuuuuu .....". teriak Radit pura pura kesakitan agar Tiara tidak berbicara kejadian tadi pagi.
" Radit kamu kenapa nak,Aku panggil dokter ya nak ". ucap ibu nya dengan wajah panik dan bingung
__ADS_1
"Udah Bu gak usah, Sepertinya udah membaik kok ". kata Radit menahan ibu nya untuk pergi memanggil dokter.
Tiara pun akhirnya tidak jadi bercerita ke pada orang tua Radit jika dirinya lah yang membuat Radit jadi seperti ini, Karena Tiara selalu merasa bersalah ke pada Radit dan keluarga nya.