Pernikahan Yang Tak Direstui

Pernikahan Yang Tak Direstui
Episode 19


__ADS_3

Pagi yang cerah pun menyapa, Saat itu Radit sudah bangun dan siap siap untuk berangkat bekerja. Sebelum berangkat bekerja Radit sarapan dulu bersama keluarga nya sambil mengobrol santai.


"Radit, Menurut kamu Dita itu gimana?". Tanya Ibu Aminah ke pada anak nya


"Kenapa Ibu tanya Dita ?". tanya balik Radit


"Ya Ibu cuman pengen tahu aja perasaan kamu sama Dita ". ucap Ibu Aminah


"Menurut ku dia itu baik sih Bu dan dia emang teman terbaik aku sampai sekarang ". jawab Radit dengan jujur.


"Maksud nya kamu tidak ada perasaan lebih sama Dita? Dita itu cewek yang baik, Cantik dan sopan lagi, Apa yang kurang dari dirinya Radit ". tanya Ibu Aminah lagi


"Perasaan lebih gimana sih Bu, Radit cuman menganggap Dita sahabat aku aja gak lebih dari itu, Justru karena Dita baik aku gak mau nyakitin dia Bu, Aku yakin Dita pasti suka sama cowok yang kaya dan tampan ". kata Radit menjelaskan ke pada Ibu nya.


"Terus apa kamu suka sama cewek Laen?". tanya ibu nya penasaran


"Udah jangan bahas itu Bu, Nanti jika sudah waktu nya pasti saya akan mendapatkan jodoh yang baik juga". ucap Radit dengan wajah tersenyum dan Radit pun sudah selesai makan dan ia langsung meminum air putih yang ada di depan nya.


Sedangkan Ibu Aminah terus memikirkan siapa sebenarnya cewek yang ia suka, Radit pun berpamitan untuk berangkat kerja. Setelah Radit sampai di depan rumah nya, Seperti biasa ia mencari angkot untuk berangkat ke kantor nya. Dan di jalan ia bertemu dengan Dita yang saat itu juga mau berangkat kerja di sebuah perusahaan yang ada di kota nya dengan menggunakan sepeda motor nya.


"Radit kamu jalan kaki?". tanya Dita berhenti di dekat Radit

__ADS_1


"Enggak kok, Aku lagi nunggu angkot lewat". jawab Radit


"Ya udah barengan sama aku yuk, Lagian kantor kita kan satu arah". kata Dita sambil turun dari sepeda motor nya


"Gak usah Dita biar aku cari angkot aja". menolak Radit ajakan Dita


"Udah gak apa-apa Dit, Ayo cepat naik udah agak siang nih loh". ucap Dita memaksa Radit


Dan akhirnya Radit pun mau naik sepeda motor bersama Dita, Beberapa lama kemudian Radit dan Dita pun sampai di depan tempat kerja Radit dan saat itu juga mobil Tiara melintas di depan nya, Dan Tiara pun melihat Radit dan Dita berboncengan lagi.


Setelah Tiara sampai di dalam ruangan nya, Saat itu juga Radit masuk ke dalam ruangan Tiara untuk mengantar minuman.


"Permisi Bu Tiara ". ucap Radit berdiri di depan pintu ruangan Tiara


Radit pun langsung masuk dan menaruh minuman nya di atas meja di hadapan Tiara.


"Permisi Bu Tiara, Saya keluar dulu ". ucap Radit menundukkan kepalanya


"Tunggu Radit !". ucap Tiara


"Iya ada apa Bu Tiara ?". tanya Radit berhenti melangkah

__ADS_1


"Apa kamu setiap hari akan pergi bersama sahabatmu itu menggunakan sepeda motor nya?". tanya Tiara


"Pengen nya sih enggak Bu, Cuman tadi Dita memaksa aja dan kebetulan hari pun sudah agak siang tadi". jawab Radit menjelaskan


"Ya udah gini aja, Gimana kalau kamu aku kasih sepeda motor, Biar kaku enak pulang pergi gak bingung kendaraan". ucap Tiara


"Apa Bu? Tidak usah Bu, Saya gak mau ngerepotin orang apa lagi sama Bu Tiara ". kata Radit menolak tawaran Tiara


"Kenapa Dit?". tanya Tiara


"Aku gak mau mempunyai barang yang bukan hasil dari kerja saya Bu". ucap Radit


"Oh gitu, Ya udah anggap aja kamu sedang kasbon, Jadi tiap bulan aku akan potong gaji kamu, gimana ?". ucap Tiara ke pada Radit


"Boleh Bu ".


"Ya boleh dong, Lagian sepeda motor itu untuk kamu kerja di sini kan?". kata Tiara


"Iya Bu, Terima kasih banyak ya Bu Tiara , Bu Tiara emang cewek yang baik dan cantik lagi ". ucap Radit dengan tidak sengaja memuji Tiara


Tiara pun merasa senang dan terkejut mendengar Radit mengatakan jika Taira cewek yang cantik.

__ADS_1


"Iya sama-sama". ucap Tiara tersenyum ke pada Radit


Dan Radit pun berpamitan untuk keluar dari ruangan Tiara dengan wajah senang, Sedangkan Tiara saat itu melanjutkan pekerjaan nya.


__ADS_2