Pernikahan Yang Tak Direstui

Pernikahan Yang Tak Direstui
Episode 24


__ADS_3

Dan beberapa lama kemudian Tiara pun sampai di taman, Dan di sana sudah terlihat mobil dan Pak Ahmad sopir pribadi Tiara sudah menunggu, Tiara pun langsung turun dari sepeda motor Radit dan langsung berjalan ke arah mobil nya. Pak Ahmad pun membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Tiara masuk ke dalam mobil nya, Setelah Tiara berada di dalam mobil nya Radit pun menghampiri pak Ahmad.


"Pak, Selama di jalan hati hati ya karena nanti saya akan ikuti mobil Tiara sampai di depan rumah nya, Saya hanya memastikan kalau Tiara sampai di rumah dengan keadaan baik-baik aja kok pak ". ucap Radit


"Oh baik Tuan ". ucap Pak Ahmad


Dan pak Ahmad pun langsung masuk ke dalam mobil nya, Sedangkan Tiara saat itu sedang membuka kaca jendela mobil nya.


"Radit kamu juga hati hati ya". ucap Tiara dari dalam mobil nya


"Iya Tiara". jawab Radit menoleh dan mendekati ke arah Tiara


Dan Radit pun langsung naik ke sepeda motor nya dan mengikuti mobil Tiara. Selama di perjalanan Tiara sesekali melihat ke arah Radit yang berada di belakang mobil nya.


"Non Tiara, Pemuda tampan itu sepertinya sayang banget sama Non Tiara ". ucap pak Ahmad


"Masak sih pak ?". tanya Tiara kurang yakin


"Iya Non, Dia perhatian banget loh sama Non Tiara, Buktinya Dia rela mengikuti Non Tiara sampai ke rumah nya demi menjaga Non Tiara ". ucap pak Ahmad sambil menyetir


Tiara pun hanya tersenyum mendengar ucapan pak Ahmad sopir pribadinya itu dan langsung melihat ke arah Radit.


"Apa bener Radit suka sama aku". ucap dalam hati Tiara sambil tersenyum.


Dan beberapa lama kemudian Tiara sampai di depan rumah nya dan mobil nya pun langsung masuk ke dalam garasi rumah nya, Sedangkan Radit saat itu berhenti sebentar dan setelah mobil Tiara berada di dalam, Ia pun langsung berangkat lagi menuju pulang ke rumah nya, Sedangkan Tiara saat keluar dari mobil nya ia melihat jika Radit sudah pergi.


Tiara pun langsung masuk ke dalam rumah nya yang saat itu mamah dan papah nya sudah menungggu Tiara di ruang tamu nya.


"Assalamualaikum Mah dan Pah?". ucap Tiara berjalan menghampiri Mamah dan Papah nya


"Wa'alaikum salam ". jawab Mamah dan Papah nya dan melihat ke arah Tiara.


Tiara pun bersalaman mencium tangan orang tua nya dan setelah itu Tiara duduk di samping Mamah nya.

__ADS_1


"Tiara kamu ganti baju dulu sana, Terus kita makan malam ya". ucap Mamah nya


"Iya udah Mah". jawab Tiara berdiri dari tempat duduk nya


"Tiara?". panggil Papah nya


"Iya Pah ". jawab Tiara menoleh ke arah Papah nya


"Kamu habis jalan jalan sama siapa?". tanya Papah nya


"Sama temen Pah". jawab Tiara sedikit bingung karena Papah nya tiba tiba menanyakan itu ke pada Tiara.


"Apa Papah tau ya kalau aku habis jalan sama Radit ?". ucap dalam hati Tiara


"Oh ya udah lah kalau gitu, Kamu mandi aja lah dulu". ucap Papah nya, Yang saat itu Papah nya tidak berpikir jika putri nya sedang dekat dengan karyawan OB di kantor nya.


"Iya Pah". kata Tiara sambil berjalan menuju ke kamar nya.


Sesampai di kamar nya Tiara pun menaruh tas nya. Dan sambil berpikir.


Dan Tiara pun langsung pergi ke kamar mandi, Setelah itu Tiara langsung ganti baju dan menyisir rambut nya di depan kaca rias nya.


"Tiara, Ayo kita makan sayang". ucap Mamah nya mendekati Tiara


"Iya Mah ". jawab Tiara menoleh ke arah Mamah nya dan menaruh sisir nya.


"Kamu cantik sekali anak Mamah". ucap Mamah nya memuji Tiara


"Mamah bisa aja deh, ". kata Tiara sambil tersenyum


Dan akhirnya Tiara dan mamah nya pun pergi ke ruang makan, Dan sesampai di meja makan Tiara dan orang tuanya pun menikmati makan malam nya. Sedangkan Radit saat itu sudah sampai di rumah nya dan juga sedang menikmati makan malam nya bersama keluarga nya sambil mengobrol santai.


Setelah itu Radit pun pergi ke depan rumah nya untuk duduk santai sambil menikmati udara di malam hari, Dan saat itu Radit sedang memikirkan perasaan nya ke pada Tiara dan di saat itu juga Ayah Radit datang menghampiri anak nya yang saat itu terlihat sedang melamun.

__ADS_1


"Radit?". ucap Ayah nya mendekati Radit dan duduk di samping nya.


"Ayah". kata Radit sambil menoleh ke arah Ayah nya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan nak?". tanya Ayah nya


"Gak ada kok yah ". jawab Radit berbohong.


"Ayah tahu kamu sedang memikirkan sesuatu nak, Ceritakan sama Ayah". kata Ayah nya sambil memegang bahu Radit


"Sebenar nya Radit sedang jatuh cinta pada seseorang Yah, Tapi Radit tidak berani untuk ungkapin perasaan Radit ke pada wanita itu". ucap Radit dengan wajah agak sedih


"Apa yang membuat kamu tidak berani nak?". tanya Ayah nya lagi


"Radit takut wanita itu tidak suka dengan Radit Yah, Karena Radit adalah orang yang hidup sederhana ". ucap Radit menjelaskan


"Radit, Kamu itu anak Ayah yang kuat dan tidak pernah menyerah dari dulu, Jika kamu memang benar-benar cinta dengan wanita itu, Kenapa kamu tidak mencoba untuk menyatakan perasaan kamu dulu nak, Dan kalau emang wanita itu juga cinta sama kamu, Apa pun keadaan kamu, Dia pasti bisa menerima kekurangan kamu nak". ucap Ayah nya


"Iya juga sih Yah". kata Radit sambil memikirkan ucapan Ayah nya.


"Perjuangankan lah wanita yang kamu cintai itu nak, Jodoh Pasti tak akan kemana, Yakinlah kalau kamu bisa ". ucap Ayah nya memberi semangat


"Iya Yah, Terima kasih ya Yah". ucap Radit sedikit merasa tenang dan semakin percaya diri.


"Ya udah Kita masuk yuk, Hari sudah malam, Waktu nya kita istirahat". ajak Ayah nya sambil menepuk lembut paha Radit


"Iya yah". jawab Radit


Ayah Radit saat itu tidak mengetahui jika anak nya telah jatuh cinta ke pada bos di mana tempat ia bekerja, Dan akhirnya Radit dan sang Ayah pun berjalan menuju pintu masuk ke dalam rumah nya, Dan Radit pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan berbaring di atas ranjang nya sembari memikirkan ucapan Ayah nya tadi.


"Kata Ayah benar juga sih, Kalau emang Tiara juga cinta sama aku nanti, Dia pasti bisa Nerima aku apa ada nya, Tapi.....


Apa Tiara juga cinta sama aku ya?". ucap dalam hati Radit

__ADS_1


"Masalah nya cewek yang aku suka adalah cewek yang terbiasa hidup mewah dan serba ada, Sedangkan aku apa? Apa iya aku bisa membahagiakan Tiara nanti nya". ucap lagi dalam hati Radit dengan penuh pertanyaan.


Akhirnya Radit pun memilih untuk tidur karena ia merasa lelah memikirkan perasaan nya ke pada Tiara.


__ADS_2