
Sedangkan Radit saat itu tengah membersihkan beberapa ruangan di kantor Tiara.
"Udah jam segini kenapa Tiara belum datang juga ya". ucap dalam hati Radit sambil membersihkan ruangan Tiara.
Dan setelah Radit selesai menyelesaikan pekerjaan nya, Ia duduk istirahat di ruang OB dan sambil melihat jam tangan yang ia pakai saat itu.
Dan tak lama kemudian Radit pun mengantarkan minuman untuk karyawan yang ada di sana.
"Apa Tiara hari ini tidak ke kantor ya?". ucap dalam hati Radit lagi sambil melihat ke arah sekeliling nya.
Dan setelah Radit selesai mengantarkan minuman, Ia pun berjalan menuju ke ruang OB lagi dan bertemu dengan Mirna.
"Mba Mirna....?". panggil Radit
"Iya Dit?". sahut Mirna menoleh ke arah Radit
"Eemmmm Bu Tiara ke mana ya kok gak kelihatan?". ucap Radit menghampiri Mirna.
"Oh Bu Tiara hari ini ijin tidak ke kantor, Kata nya sih...lagi gak enak badan ". jawab Mirna
"Apa Tiara gak enak badan?". ucap Radit kaget
"Tiara?".kata Mirna dengan wajah terkejut
"Oh maksud saya Bu Tiara lagi gak enak badan ". ujar Radit
"Iya Bu Tiara lagi gak enak badan Dit, Kamu kenapa sih kok kayak nya khawatir gitu". ucap Mirna penasaran
"Enggak kok mba, Saya hanya prihatin aja mendengar Bu Tiara lagi sakit, Bagaimana pun juga beliau kan bos kita". ucap Radit mencari alasan
"Iya juga sih". kata Mirna sambil menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kalau gitu saya permisi ke belakang dulu ya mba". ucap Radit
"Baiklah Dit". jawab Mirna
Radit pun berjalan menuju ke ruang OB dengan wajah khawatir dengan keadaan Tiara. Setelah Radit selesai mengerjakan semua pekerjaan nya, Saat itu lah ia beristirahat dan mengambil hp nya.
Radit pun mencoba menghubungi Tiara, Namun saat itu tidak ada jawaban, Karena Tiara tidak memperdulikan keberadaan hp nya yang saat itu ada di atas meja rias nya dengan tanpa berdering.
"Tiara kenapa tidak angkat telpon dari aku ya, Apa yang sebenar nya terjadi sama dia". ucap dalam hati Radit sambil memegang hp nya.
Radit pun mulai saat itu sangat mengkhawatirkan Tiara, Bahkan ia berpikir untuk pergi ke rumah Tiara karena ingin melihat keadaan Tiara.
Sedangkan Tiara saat itu tetap duduk di dalam kamar nya dan tidak mau makan apa pun sampai hari sudah sore.
"Tiara.....?". ucap Mamah nya menghampiri Tiara dengan membawa makanan di tangan nya.
Tiara pun hanya menoleh ke arah Mamah nya tanpa menjawab apa pun.
"Tiara sayang ....kamu makan dulu ya nak". ucap Mamah nya dan duduk di samping Tiara.
Tiara pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Tiara jangan gitu dong nak, Kalau kamu gak makan nanti kamu sakit". ucap Mamah nya dengan wajah bingung
"Aku gak perduli Mah". ucap Tiara singkat
"Tiara kalau kamu kayak gini terus, Mamah gak bisa tenang nak". kata Mamah nya.
__ADS_1
"Mah ....
Tiara gak bisa lupain Radit Mah". ucap Tiara dengan mata berkaca kaca dan memegang tangan Mamah nya.
"Tiara ...
Radit itu cuman seorang OB, Kamu masih bisa kok cari yang lebih baik dan kaya dari dia". jawab Mamah nya.
"Tapi Mah ....
Aku cinta sama dia ". bantah Tiara
" Tiara ...
Mamah gak habis pikir ternyata selera mu serendah ini". bentak Mamah nya dan berdiri dari tempat duduk nya.
"Lebih baik aku sakit dan mati Mah dari pada aku harus berpisah dengan Radit dan menikah dengan orang lain". ucap Tiara dengan tegas
"Tiara.....?". teriak Mamah nya dan langsung pergi keluar dari kamar Tiara.
Tak terasa jam pulang kantor pun tiba saat itu Radit tengah membersihkan semua ruangan dengan terburu buru.
"Bro kamu kok keburu buru gitu sih mengepel nya?". ucap Yusuf
"Iya Yusuf karena aku ada kepentingan habis dari kantor ini". jawab Radit
"Iya udah kalau emang kamu ada urusan, Kamu balik aja biar aku yang menyelesaikan pekerjaan ini". ucap Yusuf
"Beneran Yusuf ? ya udah aku pulang dulu ya dan terima kasih". ucap Radit mengelus bahu Yusuf dan berlari mengambil tas nya.
Radit pun langsung naik ke sepeda motor nya dan berangkat menuju ke rumah Tiara. Beberapa lama kemudian Radit pun sampai di depan pagar rumah Tiara.
"Aku harus berani masuk ke dalam rumah Tiara dan menanyakan keadaan nya". ucap dalam hati Radit sambil menatap ke rumah Tiara.
"Wa'alaikumsalam....". sahut Bu Airin yang saat itu tengah duduk santai di ruang tamu.
"Kamu lagi ?". ucap Bu Airin sambil membuka pintu nya
"Maaf Bu, Saya hanya ingin tahu keadaan Non Tiara ". ucap Radit
"Mau apa lagi kamu ke sini? belum puas kamu bikin anak saya menderita kayak gini". ucap Bu Airin
"Maaf kan aku Bu, Ijinkan saya untuk bertemu dengan Non Tiara ". jawab Radit menundukkan kepalanya.
"Lancang kamu ya, Bener bener kamu anak gak tahu diri". bentak Bu Airin
Dan tak lama kemudian Pak Arya pun turun dari lantai atas dan berjalan menuju ke ruang depan.
"Ada apa Mah?".teriak Pak Arya dan menghampiri istri nya.
Dan sesampai nya di pintu rumah nya, Pak Arya pun melihat Radit tengah berdiri di depan pintu rumah nya.
"Radit ?.....
Masih berani ya kamu menampakkan muka kamu di rumah ini?". ucap Pak Arya
"Maaf Pak Arya ...
Saya ke sini hanya ingin melihat keadaan Non Tiara ". jawab Radit
__ADS_1
"Saya tidak mau tahu, Sekarang juga kamu pergi dari rumah saya dan jangan pernah kamu injak kan kaki mu lagi di rumah ini". bentak Pak Arya sambil menunjuk ke arah luar rumah nya.
Mendengar teriakan Papah dan Mamah nya, Tiara pun akhirnya turun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju pintu kamar nya.
"Papah dan Mamah kenapa teriak teriak gitu". ucap dalam hati Tiara sambil berjalan menuju lantai bawah
Dan setelah sampai di ruang tamu, Tiara melihat ada Radit yang saat itu berdiri di depan pintu rumah nya
"Radit.....?". ucap Tiara dan berlari menuju ke arah Radit.
Tiara pun langsung memeluk Radit melepas kerinduan nya dan sambil menangis di pelukan nya.
"Tiara...?". ucap Radit sambil memeluk kembali tubuh Tiara.
"Tiara ....?". teriak Pak Arya menarik tangan Tiara.
"Pah....biarkan Tiara hidup bersama Radit Pah hiks ...hiks ..hiks .". ucap Tiara sambil menangis
"Pak Arya saya tahu, Saya ini hanya seorang OB tapi saya janji Pak saya akan membahagiakan Tiara dan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan tanggung jawab ". ucap Radit dengan wajah memerah.
"Iya Pah, Bukan nya Papah dan Mamah ingin melihat aku bahagia kan? ijinkan aku dan Radit menikah Mah dan Pah". sahut Tiara sambil memohon
Papah dan Mamah nya Tiara pun hanya terdiam dan memikirkan ucapan Radit dan Tiara
"Kelihatan nya Tiara bener bener cinta dengan Radit Pah". berbisik Bu Airin ke telinga suami nya.
"Entahlah Mah, Tapi ini semua tidak mungkin aku merestui Tiara menikah dengan seorang OB, Apa kata temen temen Kita nanti nya Mah". jawab Pak Arya
"Tapi Pah.....". ucap Bu Airin
"Ssstttttt.......sudah Mamah diam saja". jawab Pak Arya
"Tiara kamu masuk ke kamar!". perintah Papah nya menunjuk ke arah lantai atas
"Tiara gak mau Pah, Tiara mau tetap di sini bersama Radit ". bantah Tiara
"Tiara ....
Papah bener bener capek menghadapi sikap kamu yang seperti ini". kata Papah nya dengan wajah emosi
"Pah ...
Tiara mohon restuilah kita berdua Pah". ucap Tiara
"Iya Pak Arya ....
Apa pun saya lakukan demi bisa bersama dengan Tiara ". sahut Radit
Pak Arya pun terdiam dan memikirkan lagi ucapan anak nya itu
"Pah demi kebahagian putri kita, biarkan lah mereka menikah Pah". berbisik Bu Airin lagi ke telinga suami nya.
"Apa?". ucap Pak Arya kaget seketika.
"Acara pernikahan nya kita tidak usah besarin dan tidak usah mengundang teman teman kita biar kita tidak malu Pah". kata Bu Airin.
"Tapi Mah...?". ucap Pak Arya
"Demi putri kita Pah". ucap Bu Airin
__ADS_1
"Baiklah". jawab Pak Arya
Pak Arya pun menghadap ke arah Radit yang saat itu masih berdiri di depan pintu nya.