Pernikahan Yang Tak Direstui

Pernikahan Yang Tak Direstui
episode 51


__ADS_3

"Baiklah kalau gitu...


Tinggalkan Radit ....". ucap Papah nya dengan tegas.


"Apa Pah ?".jawab Tiara syok.


"Gak mungkin Pah ...


Aku sangat mencintai Radit, Dan dia lagi butuh aku ". ucap Tiara sambil meneteskan air mata nya.


"Baik kalau gitu, Berarti kamu lebih memilih melihat Radit mati kan? toh juga kamu bakalan pisah sama Radit kalau dia mati". kata Papah nya.


Tiara pun terdiam dan semakin bingung dengan syarat yang Papah nya berikan kepada nya.


"Aku gak mau lihat Radit pergi dan aku juga gak mau ninggalin Radit, Apa yang harus aku lakukan waktu ku tidak banyak ". ucap dalam hati Tiara dengan air mata yang berjatuhan membasahi wajah nya.


"Baiklah kalau gitu saya mau masuk kamar dulu". ucap Papah nya membalikkan badan nya.


"Tunggu Pah!". teriak Tiara


Pak Arya pun berhenti melangkah dan membalikkan badan nya kembali menghadap ke arah Tiara.


"Baiklah Pah, Tiara akan ninggalin Radit.....". ucap Tiara dengan terpaksa nya.


" Apa perkataan mu itu bisa di percaya Tiara ?". tanya Papah nya kurang yakin


"Apa yang harus aku lakukan biar Papah percaya ?". tanya balik Tiara dengan perasaan terpukul dan sedih.


"Nanti kamu harus bersumpah di atas kepala Radit jika kamu akan meninggalkan nya setelah Papah memberikan uang itu untuk operasi Radit ". jawab Pak Arya


"Apa Pah?". kata Tiara


"Pah kenapa sampai segitu nya sih, Dia kan anak kita Pah". sahut Bu Airin.


"Justru ini semua demi kebaikan Tiara Mah, Lihat saja anak kamu sekarang, Setelah menikah dengan lelaki miskin itu, Dia jadi tidak terawat dan hujan hujan an sambil berlari demi uang untuk biaya suami nya, Apa Mamah masih rela Tiara hidup selama nya bersama Radit yang serba kekurangan itu ?". ungkap Pak Arya dengan tegas.


Bu Airin pun terdiam dan menatapi tubuh anak nya itu yang terlihat tubuh nya lebih kurus dan tidak bermake up apa pun saat itu.


"Tiara .....". ucap Mamah nya memeluk tubuh anak nya itu sambil menangis tiada henti nya.

__ADS_1


"Kalau gitu kamu ganti baju dulu ". ucap Papah nya ke pada Tiara


"Tapi Pah aku butuh uang itu sekarang supaya besok pagi Radit bisa langsung di operasi ". jawab Tiara


"Iya Papah akan antar kamu ke sana dan kamu ganti baju dulu karena Papah mau ambil uang nya ". kata Pak Arya


"Baik Pah". jawab Tiara


Tiara pun pergi ke kamar nya untuk ganti baju, Terlihat Tiara sangat sedih saat itu, Tiara seperti tidak punya semangat untuk hidup lagi setelah berpisah dengan Radit nanti.


"Radit ....


Maafin aku ya, Aku lakuin ini semua demi kebaikan kamu karena orang tua kamu masih sangat membutuhkan kamu Dit dan apa lagi Ayah mu sudah tidak bisa lagi bekerja ". ucap dalam hati Tiara dengan perasaan sangat sedih.


Dan beberapa lama kemudian hujan pun semakin deras dan malam pun semakin malam, Akhirnya orang tua Tiara melarang Tiara untuk kembali ke rumah sakit malam ini .


"Tiara malam ini kamu tidur di sini dulu ya, Besok pagi Papah akan antar kamu ke sana dan langsung mengurusi semua biaya operasi Radit ". ucap Papah nya


"Tapi Pah....?". kata Tiara


"Udah kamu percaya kan sama Papah, Besok pagi pagi banget kita langsung berangkat ". ujar Papah nya dan pergi dari kamar Tiara dan menutup pintu kamar nya.


"Tiara Papah lakukan semua ini demi kamu nak, Dari awal kamu menikah dengan Radit, Papah sudah tidak menyukai pernikahan itu dan ini adalah jalan satu satu nya agar kamu bisa hidup serba ada dan mewah lagi bersama Papah dan Mamah, Papah akan membawa kamu pergi jauh dari Radit ". ucap dalam hati Pak Arya dan berjalan pergi ke kamar nya untuk istirahat karena hari sudah malam.


*******


Adzan subuh pun berkumandang, Tiara langsung bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mandi dan akan sholat.


Selesai sholat subuh Tiara berdoa untuk suami nya agar segera di berikan kesembuhan.


Tak lama kemudian Pak Arya mengetuk pintu kamar Tiara.


"Tiara ....


kamu udah bangun ?". ucap Pak Arya


"Iya Pah". jawab Tiara dan berjalan membuka pintu kamar nya.


"Ayo kita berangkat ke rumah sakit dan kamu segera siap siap ". ucap Pak Arya

__ADS_1


"Baik Pah". kata Tiara.


Beberapa lama kemudian Tiara pun sudah siap dan Papah nya langsung mengajak Tiara untuk berangkat ke rumah sakit.


Sedangkan Ibu Aminah saat itu tengah duduk sendiri menunggu kedatangan Tiara.


"Dasar menantu kurang ajar, Di saat kayak gini dia malah menghilang semalaman, Dia pasti lari dari Radit karena dia gak mau hidup susah ". ucap dalam hati Ibu Aminah dengan perasaan kesal.


Dan tak lama kemudian Tiara pun datang bersama Papah nya saat itu.


"Ibu gimana keadaan Radit ?". ucap Tiara menghampiri Ibu mertua nya.


"Ternyata dugaan aku benar ya Tiara, Kamu lari dari Radit dan pergi ke rumah kamu sendiri ". ujar Ibu Aminah dengan wajah emosi.


"Berani berani nya kamu memarahi anak saya, Ini semua karena anak kamu Cobak aja anak kamu bisa memenuhi anak saya dan menjadi orang kaya ,Anak saya pasti tidak akan pergi ke rumah dan butuh bantuan dari saya ". sahut Pak Arya dengan tegas.


"Apa? jadi kamu pinjam uang ke Papah kamu Tiara, Kamu bener bener bikin aku malu Tiara ". ucap Ibu Aminah.


"Maafin Tiara Bu, Tiara gak ada pilihan lagi dan apa lagi Radit harus segera di operasi". jawab Tiara


Ibu Aminah pun hanya diam dan bingung karena memang Ibu Aminah tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk operasi Radit.


"Sudah lah Tiara cepat kamu urusi semua biaya nya biar Radit bisa segera di operasi ". ucap Pak Arya


"Baik Pah". jawab Tiara dan berjalan menuju ke loket administrasi nya.


Setelah Tiara selesai melunasi semua biaya operasi nya Radit, Papah nya pun mengajak Tiara pergi ke Radit untuk mengatakan sumpah nya di atas kepala Radit jika dirinya akan meninggalkan nya demi nyawa Radit setelah operasi nya selesai dan berjalan dengan lancar.


Setelah beberapa lama kemudian akhirnya beberapa dokter dan suster langsung menyiapkan ruang operasi dan Radit pun terlihat langsung di bawa ke dalam ruang operasi, Sesampai di depan pintu ruang operasi, Tiara berlari menghampiri Radit.


"Radit....


Kamu yang kuat ya ....


Kamu pasti bisa melewati semua ini". ucap Tiara sambil memegang tangan Radit dan air mata yang mengalir membasahi wajah nya.


"Permisi ya Bu ". ucap salah satu suster nya dan melanjutkan membawa Radit masuk ke dalam ruang operasi .


Tiara pun menangis dan perlahan lahan melepaskan tangan suami nya itu. Tiara dan Papah nya dan Ibu Aminah menunggu di depan ruang operasi sampai operasi nya selesai, Terlihat Tiara dan Ibu Aminah sedang berdoa agar operasi nya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


__ADS_2