Pertaruhan Cinta

Pertaruhan Cinta
Chapter 26


__ADS_3

Pagi-pagi aku masih duduk di dalam rumah sambil merindukan Kinan yang sudah lama tidak kunjung tiba di depan rumah aku.


Bapaknya Kinan yang sudah aku lupa namanya itu belum aku temui. Tuhan, pagi ini aku masih belum mengaji Yasin atau semacamnya.


Di belakang rumah aku mendengar suara ribut-ribut entah ada apa. Itu ada di kehidupan nyata.


Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku harus segera menelepon Aldi kah atau Kinan kah? Atau aku harus buat cerita?


Aku akan ambil satu buku cerita di dalam lemari yang aku simpan. Aku baca buku cerita itu satu persatu yang isinya adalah cerita seorang laki-laki bernama Reino. Hahaha, cerita gay. Sungguh aku malu.


Pasalnya cerita itu cukup membuat aku terluka. Kenapa bisa seorang laki-laki gagah seperti Reino bisa suka pada laki-laki di atas usianya itu?


Aku melihat chat di Wa tidak ada kabar berita atau satu orang pun yang SMS aku tanya kabar aku bagaimana atau apa. Aku sekarang sedang gelisah dan ingin menelepon siapa begitu.


Aku lalu bergegas untuk mandi dan segera pergi ke kantor untuk bekerja, bertemu Pak Brata, Aldi atau Jared di sana. Aku melihat satu orang perempuan gila sedang duduk di atas rumah bertingkat dua.


Siapa dia namanya? Aku akan tanya ke tetangga siapa dia? Kenapa dia bisa begitu? Tuhan, lindungilah dia dari segala mara bahaya yang ada di dunia ini.


Usai mandi aku langsung berdandan sederhana saja. Aku masih karena aku tidak suka yang berlebihan. Sedikit tekanan yang aku rasakan.


Aku harus menghubungi teman aku Anang untuk bisa menghilangkan rasa itu. Ada apa sebenarnya di dunia ini? Aku harus menghadapi orang baik-baik atau orang yang sudah berkeluarga dan punya anak.


Aku tau nun jauh di sana pasti ada yang punya sifat atau karakter seperti itu. Aldi harus tau ini. Karena aku tidak mau hak itu terus menerus terjadi.


Lalu buku itu masih saja aku ingin baca karena aku ingin tau ceritanya. Ada banyak cerita yang belum aku baca dan aku pelajari di situ. Aku kenal nama Ardo juga di situ. Dan untuk kali ini aku tau seberapa jauh aku melangkah.


Karena seorang Bos mesti ada langkah payah atau langkah keberuntungan. Bagaimana aku harus menghadapi Pak Brata nanti ketika aku tiba di kantor.


Bagaimana aku harus menghadapi Aldi nanti kalau aku harus punya cerita lain di dunia dengan satu buku cerita itu? Banyak yang harus aku bicarakan di sini. Khususnya tentang aksara.


Kadang aku belajar membaca aksara atau cerita dari seorang Dewi Lestari. Sampai aku tau seorang Nikolas Saputra yang mendalami Sastra dengan belajar terus menerus sampai dia jadi seorang sastrawan. Atau seorang penulis kecil yang ingin punya followers. Atau seorang pemuda atau pemudi yang suka dengan aplikasi live.


Heran memang.


Ada banyak pelbagai peristiwa yang telah terjadi di aplikasi android. Yang tentunya ada si hp.

__ADS_1


Aku mendengar suara gaduh di luar dan itu adalah anak santri. Tapi, jujur aku tidak pernah mengingat nama anak santri itu. Ada banyak motivasi atau kegiatan di situ yang lakukan perihal ibadah atau semacamnya.


Aku tidak tau kenapa aku harus dekat dengan anak-anak Soleh pada umumnya. Aku masih ingat satu cerita nyata di mana seorang laki-laki dulu pernah menyukai satu laki-laki yang sekarang masih ada dan masih hidup di dunia ini. (gay)


Katanya, dulu laki-laki itu pernah berdua dengan laki-laki yang sebut saja namanya Rey. Yah, Rey karena aku suka nama itu.


Rey adalah seorang murid yang di sukai oleh gurunya. Dulu Rey pernah tau cerita kalau ada seorang perempuan yang suka pada Pak Ustad yang namanya Joko. Sebut saja begitu.


Joko adalah nama samaran. Rey suka pada Joko hingga akhirnya dia berdoa untuk bisa berpacaran dengan Joko. Dan doanya itu terkabul.


Pada masanya Rey berpacaran dengan Joko sampai mereka tidur berdua di satu lokasi di tempat yang tersembunyi. Rey suka sekali pada sosok laki-laki seperti Joko tersebut.


Sampai Joko mencium Rey pada suatu malam berdua saat Rey masih kecil. Benci sekali aku mengetahui cerita itu. Orang baru juga yang suka buat aku kesal.


Hingga pada suatu malam, Joko dan Rey membuat kisah yang tidak baik di situ. Kisah yang buat Rey tenggelam dalam pelukan Joko. Maaf, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena aku harus segera pergi ke kantor untuk bertemu dengan Aldi, Jared atau Pak Brata.


Aku segera pergi ke kantor dan bertemu dengan Jared di itu. Dia tidak begitu memperhatikan aku sebenarnya lebih suka baca koran. Aku tidak melihat Aksi ada di situ. Dia pasti datangnya telat.


Aku mencoba untuk duduk dengan tenang sambil membuka layar hp. Ada juga yang sedang kelayapan di kantor itu seorang perempuan seperti Ibu-ibu. Tapi aku tidak ingin bahas dulu yang satu itu. Ada masanya aku bahas dia di lain waktu saja.


Maya


"Halo Hanum, selamat pagi?"


Hanum


"Iya, ada apa Maya? Tumben pagi-pagi kamu sudah berkirim pesan padaku? Ada apa Maya? Aku sedang memasak makanan di rumah untuk keluarga aku. Sebentar lagi suami aku akan segera pergi ke tempat kerjanya."


Maya


"Maaf kalau aku sempat buat kamu terganggu. Kalau boleh tau nama suami kamu siapa?"


Hanum


"Riko. Tapi kamu tidak boleh banyak bahas tentang dia karena aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan dia. Dia adalah suami aku."

__ADS_1


Maya


"Tidak akan. Maaf kalau sikap aku seperti itu. Aku tutup dulu teleponnya."


Tiba-tiba Aldi datang padaku.


"Dari tadi datang nya?"


"Iya, sudah dari tadi. Apa kabar..?"


"Baik."


Pagi itu aku merasa malu ke Aldi. Sudah lama aku tidak bertemu laki-laki itu tapi aku tidak terlalu berharap ke dia. Karena aku ingin kenal dengan suami Hanum yang bernama Riko.


Tiba-tiba aku melihat Pak Brata yang masuk dengan kalemnya. Dua adalah bisa di kantor itu.


"Maya, ada yang harus kamu kerjakan pagi ini." perintah Pak Brata padaku.


"Apa yang harus aku kerjakan Pak Brata..?"


"Tolong kamu isi kolom-kolom yang ada di buku besar itu. Buku Induk kantor."


"Periksa juga surat-surat yang ada di sini. Tolong kamu ketik lagi di laptop yang ada di meja itu. Nanti kalau ada apa-apa kamu segera hubungi aku. Kamu punya nomor telepon aku bukan?" kata Pak Brata padaku.


Aku memperhatikan laki-laki itu sigap sekali. Pak Brata adalah laki-laki berkepala tiga yang cukup rajin bekerja dan bersemangat untuk menghidupkan perusahaan yang ada di kantor.


Aku juga tidak pernah tau ada apa sebenarnya ini. Ini adalah keterlibatan aku dengan pekerjaan aku di tahun 2023 ini.


Apa kabar Aldi..? Semoga saja Aldi tidak iri dengan pekerjaan yang telah aku ambil ini. Karena aku tau Aldi pasti tidak pernah di kasih pekerjaan seperti biasanya.


Aldi adalah anak Pak Brata yang tak pernah Pak Brata ajak kerja. Entahlah, aku juga bingung. Aldi selalu di sayang sampai sekarang.


Aku sampai tidak tau, kenapa ada banyak orang yang sayang pada Aldi? Apa aku perlu berteman dengan Aldi seperti kemarin? Karena menurut aku itu tidak perlu.


Aku sudah tau siapa Aldi sebenarnya tahu lalu. Aku kan pernah tinggal di rumah Pak Brata sebelumnya selama kurang lebih satu bulan? Kamu pasti belum tau kalau kamu tidak baca cerita aku yang episode pertama di mana aku dan Aldi pernah kumpul satu rumah.

__ADS_1


Salam.


__ADS_2