
Aku akan menukis cerita di mana aku masih malas untuk berada di rumah kontrakan aku yang sekarang.
Tiba tiba saja Aldi datang ke eumah dan mengetuk pintu aku. Awalnya aku tidak tau siapa yang datang waktu itu. Aku langsung buka pintu aku dengan perasaan senang karena ada tamu yang ingin menyambangi aku atau seseorang yang akan menemani aku nantinya meski aku tidak tau apa maksud dan tujuan orang itu datang ke rumah aku.
Hei, kamu tidak tau kalau seseorang kadang ingin bercerita tentang sesuati dan ingin bertemu dengan seseorang hingga dia lupa ke pada siapa dia ada dan untuk apa dia ada di situ. Dia telaj lupa kalau ada Tuhan atau beberapa pasang mata atau beberapa pasang telinga yang telah mendengar dia si sekitar tempat dia duduk.
Semoga tetangga sejawat sehat semua bersih dari penyakit dan sehat walafiyat, lanxar rizki dan rajin bekerja dan beribadah.
Aku ingin bercerita dulu di sini sebelum aku pindaj ke cerita aku di mana Aldi datang ke rumah. Kakak aku Rama dulu pernah berkenalan dengan sesworang. Permah berkenalan dengan seseoramg dengan nama Rey. Aku tidak tau siapa Rey itu. Yang aku tau katanya dia teman Mas Rama.
Aku hanya taunya begitu. Aku lalu berpikir kenapa bisa mas Rama berteman atau berkenalan dengan orang seperti itu. Katanya cakep dan tampan tapi aku tidak permah berjarap untul bisa bersama dengan dia. Aku masih berushaa untuk bisa mengendalikan emosi aku. Aku tidak bisa ber apa apa tapi yang aku tau yaitu.
Adik aku Rian permah berkata padaku kalau cerita aku jelek lebih suka yang bts katamya. Aduh, bagaimana bisa aku ada si situ. Kenapa bisa aku punya cerita yang tidak di sukai oleh adik aku. Suatu saat aku menyendiri dan berhenti berpikir bagaimana caranya aku bisa cerita aku tidak si sukai oleh adik aku sendiei bernama Rian.
Kalau begitu beratti cerita aku memang tudak di sukai oleh adik aku, apalagi kalau semua followrea aku tidak suka dengan cerita aku yang seperto itu? Siapa juga yang akan baca buku cerita seperti itu? Siapa juga yang akan berani swperto itu? Padahal aku sendiri masih belum tau kapan dan kapan hal itu akan terjadi padahal aku masih belum bisa berkata apa-apa.
Cita cita aku untuk kuliah lagi dengan ilmu ilmu yang dalam dan belajar secara otodidak juga tidak kalah berartinya buat aku karena menurut aku, aku harus betul - betul dalam dan serius dalam hal belajar, meneliti, menyelesaikan PR dan tugas, mereset ulang, mempelajari secara berulang - ulang sampai aku paham dengan ilmu yang aku pelajari itu. Satu ilmu saja dulu dengan beragam pemgetahuan ilmiah yang mungkin aku ketahui dan belum aku pelajari secara utuh. Atau aku harus pergi ke luar negeri untuk bisa memperdalam ilmu pengetahuan yang belum pernah aku ketahui dan ingin aku tulis lagi ke dalam beberapa buku - buku karya ilmiah yang belum aku buat.
Ada beberapa pertanyaan yang ada di dalam benak aku yang mungkin akan aku tulis dengan judul - judul yang tidak sama, yang mungkin akan kamu kejar dan akan kamu dapatkan nanti atau kamu ingin menginterview aku dalam hal ini atau aku harus belajar lago mengenai satu buku itu untuk membiat summarry atau menulis rangkuman tentang buku satu judul itu dengan tulisan tangan aku sendiri.
Ada beberapa pengendali dan beberapa hal yang perlu aku ketahui sebelum aku mencapai cita - cita aku yang satu ini yaiti menjadi penulis lajang yang belum pernah terpikir oleh aku sebelumnya.
Ternyata teman aku iti adalah guru bagi aku, guru inspiratif yang aku sangat butuh sekali untuk bekerja paruh baya seperti ini. Bagaimana mungkin kalau aku sudah kadung enak dengan hidup seperti ini dengan menulis banyak dan aku petlu file untuk itu. Aku perlu sesuatu yang ingin aku tulis dengan tangan aku sendiri tanpa perlu merubah keadaan yang ada.
Ada Rasul Saw, atau tidak adanya. Aku harus betul - betul tau bagaimana mungkin aku bisa terlanjur hidup seperti itu kalau gaya hidup aku sederhana seperti ini.
Hidup di rumah bersama Ibu, saudara, ponakan dan adik ipar dan satu kesalahan yang tidak aku tau dan tidak aku mengerti yaitu tidak punya suami yang belum bisa mencukupi kebutuhan aku atau sepetti hal yang harus aku kerjakan seperti bekerja atau belajar secara terus menerus dan itu adalah kebutuhan aku dan kebiasaan aku sehari - hari.
Dan hal itu banyak waktu aku yang tersita di sini, yaitu di dunia aplikasi.
Ya, dunia aplikasi yang bermacam-macam dan berbentuk rupa yang berbeda - beda, berlainan wajah, cover, hiasan, pelengkap, niat, tujuan, bangunan, kantir kerja, proyek, ditribusi, pemasaran, marketing, promosi, iklan dan sebagainya. Itu semua ada kerja dan pendapatan untuk satu pekerjaan atau satu perusahaan seperti buku atau penerbit buku.
Satu judul buku yang harus di kerjakan oleh beberapa orang. Yaitu beberapa orang yang akan menjadikan satu buku itu menjadi apik dan menarik.
Contoh :
Judul buku : Cinta Lajang
Penulis : Rian SW.
Penyunting Naskah : Wulan
Editor : Adit Kurniawan
Cover : Hilman
Redaksi : Dimas W.
Penerbit : Balai Pustaka
Novel Adaptasi : Mangatoon. //www.mangatoon.mobi
Itu adalah hal yang aku ketahui sebelumnya atau satu hal yang belum aku ketahui sampai sekarang.
Tega.
Satu kata itu saja tanpa aku tau mau lari ke mana keuangan itu berada. Kalau mau si bahas atau yang lain pada memilih bungkam atau bluat telur. Diam saja di rumah tanpa harus ada yang tau sudah berapa kali, nerapa hari pekerjaan aku di gadah orang.
__ADS_1
Aku butih pekerjaan seperti biasa dengan ada di satu tempat itu atau aku harus bekerja di tempat lain tanpa penghasilan uang. Dan herannya aku sudah ada pekerjaan seperti yang boasa aku lakukan sebelumnya.
Dengan wifi gratis, makanan gratis, menyapu lantai, mendengarkan musik atau apa pun itu tanpa harus pindah ke tempat lain. Atau mengaji di satu tempat yang penih berkah ini.
Dengan sambil mendengarkan siaran amal yang ada dan aku masih tetap bertahan di sini dengan alasan tidak boleh.
Meski aku dapat hak istimewa di situ. Dan dalam hal ini tidak ada kejelasan. Harusnya aku yang kerja di situ. Mungkin karna aku yang luar biasa, takut terdengar omongan yang tidak enak dan tidak leluasa atau beberapa hal atau alasan yang tidak si ketaui adanya.
Berat sekali bagi aku untuk melupakan ingatan itu. Mungkin karena urusan uang, kedudukan, disiplin memgajar atau yang lain.
Untung saja aku masih ingat dengan hal ini dengan beberapa bulan yang ada dan aku tidak tau hilangnya uang itu ke mana. Enak memang tidak bekerja di situ tapi mungkin satu harapan yang tidak aku capai satu satunya predikat aku yang si akui pemerintah ya itu.
Satu - satunya pekerjaan aku yang tersita sampai pagi ini dan masih menjadi anak mulia di rumah. Yang lain pada bekerja, memgambil jam dan terus bekerja dan punya jadwal disiplin keilmuan si situ setiap hari.
Tapi ya begitu, cukup sangat membosankan, jadinya pas pastungan. Uang persangon yang mungkin tidak bisa mencukupi kebutuhan diri dan sehari-hari.
Heran. Tapi aku masih selamat sekarang. Masih bisa menghirup udara segar di pagi hari. Bisa menulis seperti ini dengan harga 7.500 perhari.
Dan uang bulanan aku yang mungkin akan aku habiskan bukan uang itu tapi keuntungan lain yang aku pekerjakan dan aku rasakan setiap hari.
Doaku bisa bekerja dan dapat uang buat top up seperti teman aku yang lain yang ada pekerjaan katanya. Tapi pekerjaan rumahan yang lain aku tidak tau seperti :
- Menyapu rumah
- Mengepel
- Cuci baju
- Menyetrika
- Wifi / Aplikasi
Dia yang selalu datang menemani aku selain pengawas bernama Ibu Salsa. Atau si pengendali kedisiplinan memgajar bernama Pak Bejo.
Suati hari aku ngelantur enatah ke mana. Aku pergi menemui Ibunya Aldi di tokonya itu bersama satu orang laki - laki yang karakternya mirip seperti seoramg perempuan.
Skip.
Maaf aku lupa mengingat nama mereka yaiti Ibunya Aldi dan satu laki-laki yang mirip perempuan itu. Ingin sekali aku bekerja seperti mereka atau menguli di pasar hanya untuk beberapa lembar uang yang mungkin akan aku perolwh kalau aku bisa bekerja atau top up dengan beberapa bulan lamanya.
Top up atau tidak, itu adalah uang bayaran aku perbulan yang sudaj hangus selama satu tahun lamanya dan aku cuma bisa dapat bayaran itu sekali dalam setahun..Karena aku yang tidak sisiplin bekerja karena satu hal yang tudak aku ketahui alasannya.
Satu bulan pamamya menunggu balasan.
Tuhan, tolong jangan ingatkan aku tentang hal utu kalau buat aku tidak nyaman. Buat aku ikhlas seperti biasa meski aku rasa tidak adil.
Tapi aku bahagia sekali setelah bertemu dengan teman - teman aku yang baik dan pwmurah. Yang pasti tidak punya uang bulanan yang di simpan atai si bayar.
Seperti halnya listrik yang terus tersambung, makanan yang di kirim, kue - kue kecil, roti yang ada di masjid untuk makan bersama, gado - gado yang telah aku makan beberapa waktu yang lalu di hari jumat. Nasi campur dengan ikan ayam dan tahu yang buat aku takut untuk memakannya.
Atau makanan yang aku makan setiap malam. Atau roti kotak yang aku makan, atau sarimi yang aku makan dari saudara aku yang sekarang sedang umroh.
Tiga saudara aku yang sedang umroh sekarang yang aku tidak tau kabarnya bagaimana karena keseringan bermain apk, dan tidak tau kabar mereka bagaimana.
Aku sama swkali tidak tau bagaimana kabar mereka satu persatu. Karena keterlibatan jadwal, kurangnya pengetahuan, atau tidak punya waktu untuk menelepon. Atau hilangnya kerinduan pada saudara aku itu sendiri yang setiap hari da di rumahnya tanpa suami.
Lalu, siapa yang Umi ajak bicara setiap harinya di mekkah?
__ADS_1
Mungkin saudaranya Ulya, atau Halim yang ikut umroh bersama Ayahnya itu. Atau Iftah dan Ainul yang sekarang sydah tau rupa atau jarak waktu perjalanan yang ada di mekah madinah.
Itu adalah ibadah, perjalanan suci yang bernafaskan islam, atau uang yang di keluarkan 105 juta rupiah.
Untuk bisa ke Makam Rasulullah Saw.
Umroh.
Atau haji kecil istilahnya.
Bagaimana mungkin seseorang yang diam begiti saja tanpa bekerja bisa berangkat umroh sendiri? Lalu, siapa yang akan bayar ongkos haji itu?
Aku jadi lupa, kalau ada ongkos haji untuk perjalanan haji itu. Di terima atau tidak, ongkos haji itu memang harus ada..Minimal 35 juta rupiah dengan terus menabung atau bekerja di tempat kerja atau di rumah.
Sebenarnya aku ingin tau dan ikut bersama mereka ke Mekkah, suatu hari nanti, tapi aku langaung ingat dokter Gia yang sedikit mengupas perjalanan dia Unroh ke Mekkah yang masih belum aku baca ulang saat ini.
Perjalanan ke Mekkah yang begitu indah, atau mengambil jadwal waktu ke dua kalinya di Hello Yo! Dengan Anak Mami, Kak Rere, (Yang mngijinkan aku untyk cas hp), atau satu orang yang aku lupa namanya yang sempat mengusir aku keluar.
Atau Kak Idar, yang semoat menanyai aku tentang beberapa hal yang berkaitan dengan Famili.
Ya, aku kemarin sempat berjalan berkelana di dunia aplikasi Hello Yo! Dengan level siaran.
Aku di undang oleh Kak Indar, untuk berkunjung ke CR (Clubroom) dia / Keluarga besar Famili Kak Indar yang aku lupa namanya.
Aku tidak catat Nama Famili Kak Indar Siapa. Aku tidak catat nama itu. Kak Indar lah yang berharap aku masuk ke siti tapi keinginannya iti di halang oleh satu orang laki-laki yang aku lupa namanya. Sebut saja Hendro.
Kak Indar bertanya ke laki-laki itu tapi laki-laki itu tidak memgijinkan aku untuk masuk ke Familinya itu karena aku masiu baru. Begitu katanya. Hari itu dalah hari Rabu bertepatan dengan tanggal : 25 Januari 2023.
Skip APK (Walla)
Di mana aku berniat untuk tidak ikut bergabung di famili Galaxy, atau famili semacamnya karena aku yang ingin buat famili sendiri yang mungkin kesannya itu baik dengan iming-iming bean.
Dan usaha aku itu belum terjadi dengan alasan :
- XP Level Live 50.000
- Bean dari Kak Ajil
- Belum Siap
Iti saja kendala atau alasannya, meski dengan kwluar dari Fam Galaxy, tidak ada keuntungan yang aku peroleh kecuali aku sudah naik level 11.
Tapi, bagaimana aku harua berterima kasih ke Kak Ajil atas ijinnya itu masuk ke Galaxy, sedang Famili aku masih belajar dan akan masih baru nantinya yang akan aku beri nama Aries.
Selain itu, di walla juga aku sudah ada famili pertemanan atau grup 4 pertemanan mereka adalah :
Strawberri AX
Hawkins AX
Rico AX
Orang dingin AX
AX adalah (Amrigadul Exchelenge).
Aku lupa mencatatnya kemarin.PUEBI.
__ADS_1
Hal bersama teman-teman aku yang mungkin sempat merindukan aku kalau aku tidak siaran kali ini. Mungkin seperti itu.
Salam.