
Pada tahun 890 perang besar terjadi diseluruh penjuru negeri, perang antara umat manusia melawan pasukan kegelapan, semenjak pasukan kegelapan melakukan penyerangan untuk mengambil alih dunia yang juga menekan para umat manusia untuk bertahan dari ancaman tersebut, dua kerajaan besar kali ini tertekan oleh serangan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan kegelapan yang dibawah kepemimpinan Darkness putra dari Raja pasukan kegelapan yaitu Lord Nemus.
Legendia yang merupakan kerajan terkuat saat itu merupakan kerajaan yang paling parah terkena serangan dari pasukan kegelapan karena disana banyak Pasukan Penjaga Kerajaan dan Petualang yang sangat kuat dan pertempuran ini telah mencapai akhir.
“Bos hampir semua pasukan penjaga Legendia telah tumbang bos! Hanya menyisakan Guardian terkuat serta Penyihir Suci mereka!” ucap salah satu ajudan yang sedang membungkuk hormat dihadapan Darkness pemimpin penyerangan kali ini.
“Siapa mereka Toros?”
“Dia adalah Goro, yang telah mengalahkan lebih dari 20.000 pasukan skeleton kita, dan juga Roshi seorang penyihir suci, dia juga telah banyak melesatkan serangan serangan berskala besar kepada seluruh pasukan kita”
Darkness berdiri dari singgasananya lalu mengatakan bahwa dia akan turun ke medan perang, tepatnya Legendia untuk memusnahkan dua orang terkuat dikerajaan Legendia. Setelah itu dia mempersiapkan senjatanya dan juga memakai zirahnya yang terbuat dari besi terkuat dimuka bumi dan juga dilapisi oleh energi kegelapan yang membuat zirahnya menjadi sangat kuat.
__ADS_1
Sementara itu dimedan perang tepatnya di gerbang utama kerajaan Legendia, seorang pemuda kekar dengan memakai zirah yang sudah banyak tergores serta memegang sebilah pedang besar sedang terengah-engah karena telah menghabisi banyak pasukan kegelapan dan juga masih ada sisa pasukan penjaga yang masih bertahan. Lalu, seorang penyihir suci menghampirinya kemudian berkata.
“Jadi Superior Guardian masih ada yang bertahan dari serangan ini... Kau itu goro bukan?”
Goro menoleh kesebelah kirinya lalu melihat seorang penyihir suci yang bahkan tak terluka sama sekali oleh serangan pasukan kegelapan ini.
“Anda juga, Penyihir suci masih tersisa, yah lagipula perang ini hampir selesai jika pasukan kegelapan itu tidak melancarkan pasukan mereka lagi” Ucap Goro dengan nafas terngah-engah.
“Baik Tuan Roshi!” ucap salah satu pasukan penjaga.
Roshi melempar potion kepada goro sambil memberitahukan pasukan yang tersisa untuk mundur. Goro lalu meminum potion itu dan tampak berterima kasih kepada Roshi sembari terheran karena untuk tidak memanggil bala bantuan. Perlahan kondisi tubuh Goro mulai membaik dan bisa meredam sedikit rasa sakitnya.
__ADS_1
“Kenapa anda menyuruh mereka seperti itu, bukankah kita saat ini sangat memerlukan pasukan?”
“Mereka tidak akan mengeluarkan kembali para monster itu, tapi ada yang lebih parah lagi”
“Apa maksud anda?”
“Pimpinan mereka yang akan menyerang”
“Maksudmu Darkness?!”
“Kau benar beberapa kilometer dari sini aku merasakan Mana yang sangat besar itu berarti dia akan menyerang kerajaan ini, lebih tepatnya dia akan membunuh kita berdua”
__ADS_1
Dan benar saja terlihat bahwa Darkness sedang berjalan ke arah mereka berdua, kemudian mereka bersiap-siap untuk menyerang dan akan terjadi pertarungan besar melawan Pemimpin penyerangan Darkness.