
Sam dan Ride pun pergi asrama untuk menyimpan perlengkapan mereka berdua. Letaknya pun tak terlalu jauh, tepat ada di belakang bangunan besar yang sudah pasti itu adalah asrama utama bagi seluruh pasukan penjaga kerajaan.
“Lihat itu Ride! Asrama para pasukan penjaga, kau nanti akan tinggal disana!’ Ucap Sam.
“Ya... Semoga kita lolos di ujian kedua nanti” Jawab Ride.
Mereka berdua pun melewati Asrama utama tadi dan mulai memasuki area aula tempat para peserta beristirahat.
Setelah itu mereka memasuki salah satu kamar yang ada dalam asrama tersebut. Terlihat juga peserta lain yang sudah sampai duluan bahkan sudah menyimpan perlengkapan mereka dikamar masing-masing.
“Woah desainnya hampir mirip dengan di penginapan ya! Tapi yang ini lebih bersih” Ucap Sam.
Seperti biasa Sam pun langsung melompat ke kasurnya, ia langsung rebahan seakan melepaskan semua rasa penatnya saat ujian pertama tadi.
Setiap kamar terdiri dua tempat tidur dan satu kamar mandi, dilengkapi pendingin ruangan. Kamar yang ditempati mereka berdua ada di lantai tiga nomor 305.
Setelah mereka membereskan semuanya serta mengganti bajunya mereka kemudian berkeliling asrama untuk melihat tempat-tempat yang menarik di dalamnya.
__ADS_1
“Ride ayo kita ke tempat makannya pasti banyak makanan enak! Iya kan?” Ucap Sam saat perjalanan ke bawah.
“Ayo”
Mereka berdua pun ke lantai dasar untuk mencari makanan. Tapi ternyata tempat makannya masih belum dibuka karena masih jam 11 siang, dan buka pada saat makan siang alias jam 12 tepat.
“Ah sial! Tutup Rupanya!” Ucapnya dengan kecewa.
“Oi oi oi.... Kita bertemu lagi” Ucap pria yang tepat di belakang mereka berdua.
Sam pun menoleh ke belakang dan terkejutnya ia karena di belakangnya ada Stanless dan kawan-kawannya. Sam langsung menunjukkan rasa kesalnya.
“Tidak aku cuma kebetulan berpapasan denganmu, ternyata kau lolos juga ya... Maaf soalnya tampangmu tak mencerminkan seorang yang pintar!” Ejek Stanless.
“Apa katamu!!” Sam mulai emosi.
Ride pun menguap dan diam-diam meninggalkan mereka, dan mencari tempat untuk bersantai. Lagi-lagi Sam dan Stanless menarik perhatian banyak peserta lain untuk kedua kalinya.
__ADS_1
“Tenang jangan emosi dulu... Aku tadi memujimu, kukira kau hanya seseorang dengan insting bertarung tanpa memikirkan sesuatu apa pun itu” Jelas Stanless.
“Stan benar! Dia memujimu!” Ucap Nort dengan nada ejekan.
Sam pun menyulutkan emosinya namun ia menahannya karena ia sudah menjadi pusat perhatian seluruh peserta dan ia menyadari bahwa Ride meninggalkannya.
“Sialan kau!” Ucapnya dengan jengkel.
“Kalau begitu kami pergi dulu ya... Semoga kita bisa bertemu lagi di Guild!” Ucap Stanless.
Mereka bertiga pun langsung pergi meninggalkan Sam, dan para peserta lain pun sedikit kecewa karena mereka rupanya tidak akan berkelahi.
“Dia tahu aku ingin jadi petualang, bagaimana bisa! Dia juga rupanya memiliki tujuan yang sama ya! Dasar” Ucapnya dalam hati.
Sam kemudian mencari Ride yang menghilang, di antara puluhan siswa yang berada di area makan.
“Woi Ride! Sial dia pergi ke mana sih!” Ucapnya sambil terus berjalan mencari Ride.
__ADS_1
Kemudian ia melihat Ride mengobrol dengan seorang gadis. Sam pun curiga karena selama ini ia tidak pernah akrab dengan seorang gadis mana pun.
Ternyata gadis itu adalah gadis yang mereka berdua selamatkan waktu itu. Sam pun langsung menghampiri mereka berdua.