
Hari sudah petang di desa Ruin, seorang pria paruh baya berambut putih panjang sampai ke bahunya sedang berdiri di teras depan rumahnya dengan menunjukkan raut wajahnya yang sedang cemas, lalu keluar seorang gadis kecil berambut pirang pendek bergelombang lalu menanyai bagaimana keadaan kedua kakaknya yang sampai petang ini masih belum pulang dari berburunya.
“Kek... Kak Sam sama kak Ride baik-baik saja kan? Mereka akan segera pulang kan?” Tanyanya dengan raut muka yang ketakutan.
“Tenang saja, mereka berdua itu kuat, mereka tidak mungkin di buru oleh Boar... Benarkan Marie?” Jawab kakek itu dengan maksud menenangkan Marie yang sedang cemas.
“Kakek benar, tidak mungkin kakak kalahkan?”
“Tentu saja” Tiba-tiba saja ekspresi Marie berubah menjadi ceria karena ucapan kakeknya tersebut.
Tapi tetap saja Kakeknya sangat cemas, karena ini baru pertama kali mereka berdua pulang terlambat seperti ini.
— Jangan-jangan mereka bertemu Boar lagi... akhir-akhir ini semakin banyak Boar dan monster lainnya bermunculan. Apa ini akibat dari energi kegelapan yang mulai perlahan bangkit kembali, atau mungkinkan pasukan kegelapan akan menyerang kembali.
“Kek? Kenapa bengong?” Tanya Marie yang melihat kakeknya sedang melamun seperti memikirkan sesuatu.
“Oh tentu saja tidak Marie, kakek sedang memikirkan apa mereka pulang membawa daging yang banyak untuk makan malam yang spesial ini” Jawab kakek sambil tersenyum.
“Iya lagi pula ini untuk merayakan Kak Sam dan kak Ride yang akan pergi ke Ibu kota untuk mengikuti seleksi menjadi seorang Kesatria”
“Marie benar”
Tak lama kemudian terlihat dua orang berjalan dari arah kegelapan malam itu lalu yang satu melambaikan tangannya dan berteriak.
“Kakek Roshi! Marie! Kami telah berhasil mengalahkan satu Boar berukuran besar dihutan tadi!”
“Kek! Itu mereka!” Marie kegirangan sambil menarik-narik tangan kanan Kakek Roshi, karena melihat kedua kakaknya akhirnya pulang dengan selamat.
“Kalian tidak apa-apa?” tanya kakek.
“Kami tidak apa-apa tapi si Sam ini ceroboh tangan kirinya terluka, karena Boar menyeruduknya” Jawab Ride dengan muka dinginnya.
“Hehehehe, tadi itu aku lengah sedikit, tapi aku bisa mengalahkannya kek! Dengan menggunakan jurus spesialku !” Ucap Sam sambil menggarukkan tangan kanan ke belakang kepalanya.
“Kau kan tadi sudah mengatakannya.... Oh iya kek , kita tidak mendapatkan rusanya, tiba-tiba rusanya diterkam oleh Boar tadi” Jelas Ride.
__ADS_1
“Maafkan kakak ya Marie telah membuatmu cemas!” Ucap Sam bertujuan membuat adiknya tenang.
Lalu Marie menggelengkan kepalanya kemudian menjawab “Yang penting kakak pulang dengan selamat!”
“Baiklah, sekarang mari kita masuk, kakek akan mengobati luka Sam... Ride dan Marie siapkan hidangan untuk makan malam ya...”
“Baik kek!” Jawab Ride dan Marie.
Kemudian mereka masuk ke dalam rumah.
***
Angin malam berhembus terdengar dari suara pepohonan di sekitar Rumah tempat mereka tinggal yang mengiringi suasana hening dikamar Sam disertai dengan suara dari berbagai peralatan masak yang terdengar dari arah dapur.
Terlihat kakek Roshi yang sedang serius mengobati luka Sam dengan membersihkannya terlebih dahulu dengan sapu tangan basah supaya terhindar dari infeksi, lalu mengoleskan salep penyembuh luka yang diracik sendiri oleh kakek Roshi. Saat dioleskan salep terlihat Sam meringis kesakitan, mungkin perih karena efek dari salep tersebut, kemudian kakek membalutnya dengan Perban untuk menutupi lukanya tersebut.
“Oke, selesai ini akan sembuh dalam beberapa hari ke depan” Ucap kakek.
“Ini sudah agak mendingan” kata Sam sambil memegangi perbannya.
“Maafkan Sam kek... Sam hanya kesal karena tiba-tiba Boar itu menerkam rusa hasil buruan kita berdua” Sam yang mulai murung ketika mendapat nasihat dari kakek.
“Apa kau sudah yakin dengan memilih Petualang sebagai jalanmu?”
“Tentu saja! Aku sudah optimis, dan juga demi mengalahkan semua monster yang berkeliaran menghantui rakyat Legendia! Serta menghancurkan seluruh pasukan kegelapan sama seperti yang kakek lakukan dulu bersama tuan Goro!” Ucap Sam sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Kau juga harus sudah bisa mengontrol emosimu, terkadang kau bisa saja meluapkan semua emosimu sampai kau kehilangan kendali”
“Ehehe..”
“Oke.. ayo kita bersiap-siap untuk makan malam, Ride dan Marie sepertinya membuat Sup wortel yang sangat enak” Ucap kakek Roshi setelah mencium aroma masakan Ride dan Marie dari kamarnya Sam.
Mereka bergegas meninggalkan kamar dan mematikan lampu kamarnya, lalu menuju ruang makan yang terletak di sebelah kamar Sam. Kemudian mereka melihat Ride yang sedang menyiapkan nasi lalu Marie yang sedang menyiapkan piring dan sendok.
Setelah semuanya siap kemudian mereka makan bersama.
__ADS_1
“Wah sup buatanmu enak Marie!” Ucap Sam sembari mulutnya dipenuhi makanannya.
“Hehe terima kasih kak Sam!”
“Sam, kalau sedang mengunyah jangan berbicara” Ucap kakek Roshi yang juga sedang mengunyah.
“Kakek juga...” Jawab Ride yang sudah menelan suapan pertamanya.
“Hahahahahaha” Lalu Kakek Roshi dan Sam tertawa terbahak-bahak sampai mereka berdua tersedak.
Lalu Kakek Roshi segera meminum air, kemudian berkata.
“Oh iya! Besok kalian berdua berlatih pagi bersama kakek sebelum kalian ke ibu kota! Dan juga sorenya kalian menemui paman Jack si penempa pedang, untuk mengambil pedang untuk Sam dan Panah untuk Ride kalian yang baru dan juga kakek telah memesan dua zirah untuk kalian berdua!”
Yang awalnya mereka terlihat seperti mengeluh karena latihan paginya, sontak mereka berdua terkejut setelah mengetahui mereka dipesankan sebuah senjata dan juga lengkap dengan zirahnya.
“Apa itu benar kek? Kapan kakek memesannya kepada paman Jack?!” tanya Sam penasaran.
“Bulan lalu tepatnya” Jawab kakek Roshi.
“Woah keren!” Kata Sam.
“Keren ya kak Ride dan Kak Sam mendapatkan hadiah dari Kakek” Ucap Marie yang ikut senang atas hadiah kedua kakaknya.
“Tenang saja... kakek juga akan memberi Marie sebuah hadiah”
“Apa itu hadiahnya kek?!” Mata Marie berkilauan karena panasaran akan hadiah yang akan diberi oleh kakek.
“Rahasia!”
“Ah kakek!” Marie memasang wajah cemberut.
“Sudah ayo kita lanjutkan makannya! Marie kalau kamu gak habis makannya berarti kau menyia-nyiakan perjuangan seorang petani yang telah memanen semua beras itu” Kata Ride.
“Baik kak”
__ADS_1
Lalu mereka pun melanjutkan makan malamnya sembari berbincang-bincang, kemudian mereka bersiap-siap untuk tidur, dan menantikan hari esok yang merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh Sam dan Ride karena mereka akan mendapatkan senjata beserta zirahnya.