Pertempuran Negeri Legendia

Pertempuran Negeri Legendia
Akhir dari Pertarungan


__ADS_3

Setelah pertarungan yang didominasi oleh pria misterius, yang tersisa hanyalah reruntuhan pohon yang sudah terkena serangan mereka.


Sam terkapar karena terkena serangan telak, sedangkan Bold masih kesulitan untuk keluar dari dalam tumpukan pohon yang telah roboh, karena banyak luka yang ia terima.


Pria misterius itu masih berdiri dengan tegap, ia masih mengeluarkan semua rantainya. Membuatnya dalam keadaan siaga.


“Ini akhir dari kalian berdua... Woahahaha, akan ku serap dulu si pria kecil itu”


Pria itu kemudian berjalan kearah Sam yang masih belum bangkit. Perlahan rantai-rantai itu mulai masuk kembali kedalam lengannya. Sepertinya pria itu akan menghabisi mereka berdua.


“Sial... Sakit sekali...”


Sam mulai bangkit dan masih meringis kesakitan sembari memegang perutnya, ia duduk lalu mundur dengan menggerakan kedua kakinya. Setelah itu bersandar ke sebuah pohon di belakangnya.


“Pedangku!!... Sial.. terlalu sulit untuk bergerak”


Dengan tangan kanannya ia meraih pedang yang tergeletak disampingnya, namun ia tidak bisa meraihnya. Kepalanya mengeluarkan banyak darah saat bertarung tadi.

__ADS_1


“Kakek... Marie... Ride... Maaf sepertinya aku akan berakhir disini... Payah! Ternyata aku masih belum kuat...”


Ia menatap keatas dengan pasrahnya, ia hanya berharap ada bala bantuan yang mengetahui posisinya saat ini.


“Tidak! Aku tidak boleh menyerah!”


Seketika ia langsung meraih pedangnya kemudian meringis kesakitan kembali. Bergerak sedikit saja membuatnya sangat kesakitan. Ia kemudian memaksakan untuk berdiri dengan bertumpu pada pohon.


“Kau datang juga ya...” Ucap Sam.


“Hahahaha rupanya kau masih bisa berdiri ya pria kecil... Cukup tangguh juga kau”


“Hahaha kau masih berani menatapku seperti itu?! Jalanmu juga sudah kaya kakek-kakek kau mesib sanggup melawanku?! Hahahahah kau lucu pria kecil kau lucu”


Ia tertawa sembari melontarkan ucapannya. Tapi Sam tidak memedulikannya ia terus menatapnya sembari menyeringai dan bertumpu pada pedang yang ia tancapkan ke tanah.


“Bagus! Kau lawan yang tengil, biasanya aku melakukan sesuatu jika lawanku itu sudah tak berdaya, maka sebelum menyerap Mana-nya aku biasa memberinya pelajaran sampai ia sudah tidak bisa bergerak sepenuhnya... Meskipun itu anak kecil sepertimu”

__ADS_1


Kemudian pria tersebut menendang pedang dari Sam, yang membuatnya terjatuh. Pria itu tampak puas melihat Sam terjatuh dan kesakitan.


Setelah itu pria itu menendang perut Sam sehingga Sam tergeletak. Sam kemudian batuk sambil meringis kesakitan dengan memegangi kedua perutnya.


“Hahahaha... Ternyata disini banyak bibit-bibit unggul yang memiliki Mana berkualitas”


Ia tak henti melepaskan tawanya.


Bold kemudian berhasil keluar dari tumpukan pohon yang menguburnya dan melihat pria tersebut bersama Sam. Ia pun langsung melesat kearah pria itu dengan posisi bersiap untuk menendang, dengan gerakan yang sama saat ia menendang klonnya.


Saat ditengah-tengah, tepat didepanya muncul portal hitam yang membuatnya masuk kedalam portal tersebut.


Tak lama setelah itu portal yang lain muncul tepat dibelakang pria itu yang sedang tertawa. Kemudian muncul tangan dari dalam portalnya. Tangan tersebut kemudian menjambak rambut dari pria itu.


“Aduh sakit!!! Berani-beraninya kau!!!”


“Kau yang berani ya... Setelah kau kabur dari rapat kita... Kau masih bilang begitu, bagus... Kita harus memberimu pelajaran” Ucap seseorang dari dalam portal tersebut yang hanya mengeluarkan tangan kanannya.

__ADS_1


“Ah senior?!! Maaf maaf!! Tolong lepaskan tanganmu kumohon!!!”


__ADS_2