
Keesokan harinya.
Matahari sudah mulai terbit, perlahan cahayanya menyinari celah di antara jendela dan tirai di kamar penginapan Sam dan Ride. Terlihat mereka berdua masih tertidur lelap, sepertinya mereka kelelahan karena kejadian kemarin.
Tak lama kemudian Ride mulai terbangun, lalu ia menggosokkan kedua matanya yang masih terpejam. Setelah itu ia membuka tirai lalu sinar matahari langsung meneranginya, Ride langsung menyipitkan kedua matanya. Sam pun merasakan sinar matahari mengenainya juga dan kemudian ia langsung terbangun.
Ini merupakan hari yang mereka tunggu-tunggu sejak bertahun-tahun yang lalu. Mereka juga telah melatih diri mereka untuk hari ini, karena hari ini merupakan hari Seleksi Kesatria Kerajaan Legendia. Di mana para lulusan akademi ataupun mereka yang tidak mengikuti akademi akan bersaing memperebutkan gelar beserta pekerjaan mereka, dan juga untuk mewujudkan impian mereka, serta menjadi yang terkuat.
Sam pun langsung mengambil handuk dan perlengkapan mandinya, kemudian langsung memasuki kamar mandi.
“Maaf Ride aku yang mandi duluan!” Ucap Sam yang telah menutup pintu kamar mandinya.
Ride hanya menoleh ke belakang melihat Sam yang langsung masuk ke kamar mandi. Ride langsung saja menguap serta mengemasi pakaian untuk dipakainya dan mengemasi senjata serta armornya yang akan dipakainya nanti.
Seleksi dimulai pukul delapan pagi, dengan Ujian tulis di mana para peserta akan diuji pengetahuan mereka tentang Negeri Legendia serta hal-hal mengenai Kesatria Kerajaan. Biasanya 90 persen peserta lolos ditahap ini. Kemudian bagi yang lolos ujian tulis, dilanjutkan dengan ujian yang sesungguhnya, yaitu ujian kemampuan bertarung, di sini biasanya akan meloloskan sekitar 30 peserta.
Tema tentang ujian bertarung ini akan berbeda dari tahun ke tahun, tentu saja ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Dan juga membuat para peserta akan siap dengan segala kondisi dan situasi saat menjadi Kesatria Kerajaan nantinya.
Setelah Sam mandi, dilanjut Ride yang selanjutnya mandi. Sam dengan optimisnya terus menebarkan senyum lebarnya. Setelah itu ia mengenakan pakaiannya dan juga mengemasi armor serta pedangnya.
Sam pun langsung berdiri di depan cermin yang ada dikamarnya, kemudian berpose layaknya seorang Kesatria Kerajaan. Setelah itu Ride selesai mandinya, lalu mengenakan pakaiannya dengan Sam yang sudah menunggunya dilorong depan pintu kamarnya, sambil menggendong tas berisi armornya dan juga sebilah pedangnya lengkap dengan pedang yang dibalut kain coklat yang diikatkan dipunggungnya.
Disusul Ride yang juga berpenampilan kurang lebih sama dengan Sam, tapi Ride menggendong tas serta busurnya. Lalu membawa wadah anak panah beserta anak panahnya yang diselendangkan.
Kemudian mereka segera bergegas ke Kamp Pelatihan Legendia yang berada dalam wilayah Kastil Kerajaan Legendia. Mereka ke sana hanya bermodalkan informasi dari orang-orang yang mereka tanyai untuk sampai ke tempat seleksi tersebut.
__ADS_1
Jalan demi jalan mereka telah lewati, kemudian akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan mereka yaitu, Kamp Pelatihan Kerajaan. Tempat berlatih para pasukan penjaga, di sekitar mereka juga terlihat para peserta mulai berdatangan, peserta yang merupakan dari berbagai penjuru negeri Legendia berkumpul dalam satu tempat.
“Woah ini kamp pelatihan yang sering dipakai kesatria pasukan penjaga! Hebat!! Besar sekali” Ucap Sam dengan kegirangan.
Di sana juga terlihat pasukan penjaga kerajaan yang sedang berjaga , di setiap area. Kemudian mereka melanjutkannya dengan masuk ke dalam. Terdengar suara dari speaker yang ada di setiap sudut area.
Dimohon kepada para peserta untuk memasuki aula. Acara pembukaan akan dimulai dalam sepuluh menit lagi.
Sontak semua peserta yang terlihat segera bergegas memasuki aula. Sam dan Ride pun langsung mencari aula tersebut dengan mengikuti arus dari peserta lain.
“Ayo Sam cepat!” Ucap Ride.
“Oke oke.. kenapa jadi buru-buru sih” Ucap Sam dengan wajah masam.
Kemudian Sam yang tertinggal dengan Ride tak sengaja menabrak seorang lelaki berambut pirang yang lebih tinggi darinya, serta mengenakan seragam akademi yang sama seperti dengan Lilya. Orang itu pun langsung terjatuh bersamaan dengan Sam.
“Aduduh!” Ucap Sam sambil terjatuh.
“Woy kau kampungan! Berani-beraninya kau menabrakku! Punya mata gak sih hah! Dasar!” Teriak orang itu sambil bangkit.
Langsung saja semua pandangan orang sekitar tertuju pada keduanya, dan Ride malah menghilang di saat seperti ini.
“Apa kau bilang! Sudah jelas kau gak pake matamu! Sialan kau! “ Ucap Sam dengan wajah seolah menantangnya.
“Kau berani padaku hah?! Kau tidak tahu siapa aku?! Orang kampungan lemah sepertimu tidak pantas berada di sini!” Ucap orang itu dengan nada tinggi serta menunjuk-nunjuk ke arah muka Sam.
__ADS_1
Sam pun dengan reflek membalasnya dengan sebuah pukulan.
“Sekali lagi kau bicara seperti itu kau akan merasakan akibatnya!” Ucap Sam.
Tapi pukulan itu langsung ditangkis oleh salah satu pasukan penjaga yang langsung datang menghampiri mereka. Kemudian penjaga satunya lagi mendorong mundur orang tersebut.
“Oi kalian berhenti berkelahi!” ucap pasukan penjaga yang menangkis Sam.
“Ada-ada saja! Jika ketahuan oleh para petinggi kerajaan maka habislah kalian..” lanjutnya.
Kemudian kerumunan yang mengerumuni keduanya, langsung dibubarkan dan melanjutkan perjalanan mereka ke aula.
Setelah Ride sampai ke aula ia baru menyadari bahwa Sam tidak ada di belakangnya ia kemudian menengok-nengok kesegala arah untuk mencari Sam.
“Dasar! Di mana Sam..” Ucapnya.
Sementara itu disisi lain, tepatnya di Kastil Kerajaan, di dalam Ruangan tempat Raja melakukan tugasnya. Duduk seorang Raja dari Kerajaan Legendia yang bernama Goro, duduk di singgasananya, di sebelahnya berdiri seorang asisten raja yang bernama Miguel yang sedang melihat Bola Sihirnya untuk melihat situasi Seleksi. Kemudian melihat perkelahian antara Sam dengan salah satu peserta lain.
“Yang mulia, lihatlah ada anak yang mengacau di hari pertama seleksi, dia anak yang menarik! Berani-beraninya dia membuat ulah saat akan seleksi” Ucap Miguel yang kemudian memperlihatkan potongan kejadian dari perkelahian Sam tersebut ke arah Raja.
Raja hanya terdiam setelah melihat tayangan itu. Kemudian berkata.
“Kau benar” Ucapnya sambil terus memandangi bola sihir itu dengan mata penasaran.
“Apa dia akan lolos ya? Mungkin kita bisa melihatnya nanti” Ucap Miguel.
__ADS_1
“Dia kuat aku bisa melihatnya dari aura yang dipancarkannya, anak akademi itu juga sama kuatnya dengannya” Ucap Raja.
Kemudian Raja memalingkan wajahnya ke arah langit-langit yang tinggi dalam ruangannya, seakan-akan ia menantikan kualitas yang ditunjukkan Sam dan peserta lain dala semlleksi tahun ini.