Pertempuran Negeri Legendia

Pertempuran Negeri Legendia
Lemparan Api dari Pedangnya


__ADS_3

“Kalau begitu aku tinggal mencegah kalian memasuki ruangan ini!” Tegas Sam.


“Silahkan saja kalau kau bisa” Ucap Stanless.


Kemudian Stanless bersiap-siap untuk menyerang Sam. Sam nasib saja menatap Stanless, mungkin ia juga memiliki strategi untuk mencegah mereka bertiga masuk ke ruangannya.


Tanpa basa basi Stanless dengan cepatnya menyerang Sam yang tengah melamun, ia menusukkan pedangnya ke arah perut Sam. Untungnya Sam bisa membelokkan arah serangannya tersebut menggunakan pedangnya.


Sam yang tadinya menghadap ke kiri, kemudian berputar arah untuk balik menyerangnya. Ia menebaskan pedangnya yang disertai percikan api ke arah pinggang dari Stanless yang tersungkur saat Sam berhasil membelokkan arah pedangnya.


Tiba-tiba dari tempatnya, Nort langsung menghadang tebasan Sam menggunakan kedua belatinya yang ia genggam dengan kuat. Nort langsung mementalkan pedang Sam sampai Sam kehilangan keseimbangan.


“Untung saja masih sempat!” Ucap Nort.


“Ronie! Keluarkan sulurmu cepat!” Ucap Stanless.


“Baik”


Terlihat Ronie di belakang langsung merapalkan sebuah mantra untuk mengeluarkan sihirnya. Sudah dipastikan Ronie seorang penyihir. Tak lama setelah itu, keluar sulur-sulur yang merambat dengan cepat dari arah dalam lantai lorong tersebut.

__ADS_1


Sulur tersebut langsung mengarah ke kaki Sam. Lalu dengan cepat Sam melompat menghindari sulur tersebut, akan tetapi kaki kirinya yang masih menapak di lantai terkena sulurnya, dengan cepat melilit kaki kiri Sam.


Dan di saat yang bertepatan Stanless menyerangnya dari arah kiri. Ia harus bisa menghindari dari serangan Stanless dan juga harus memotong sulur yang merambat di kaki kirinya secara bersamaan.


“Sial!” Ucap Sam.


Kemudian dengan cepat ia langsung memegang pedangnya dengan kedua tangannya langsung menebas pedang milik Stanless dengan keras sehingga menimbulkan percikan api dilanjut dengan memotong sulurnya.


Ia menebas keduanya dengan pola huruf U yang dimulai dari sisi kiri atas ke kanan atas. Sam pun berhasil meloloskan dirinya, tetapi bekas sulur tadi masih melilit kaki kirinya. Itu sudah tidak menjadi masalah asalkan sulur tadi sudah terpotong dari sumbernya atau sulur yang dikendalikan oleh Ronie.


“Cih dia lagi-lagi mematahkan seranganku!” Seringai Stanless.


Sam kemudian bersiap untuk menyerang balik, kali ini ia sepertinya sedang berancang-ancang untuk menentukan seperti apa serangannya.


Dia mundur beberapa langkah sehingga menjauhi mereka bertiga. Untuk seorang Kesatria pedang agak aneh melakukan gerakan seperti itu. Tapi Sam sepertinya telah menyiapkan serangannya.


Ia kemudian terlihat akan menebaskan pedangnya dari arah kanan menuju kiri secara horizontal, dan benar saja ia melakukannya saat pedangnya mulai diayunkan muncul api di besi pedang itu.


Perlahan api itu terlihat membesar dipedangnya, semakin besar saat berada ditengah-tengah. Kemudian api itu terlepas dari pedangnya sehingga membuat api itu seakan terlempar dari pedang tersebut.

__ADS_1


Api berbentuk huruf C tersebut mengarah langsung ke arah mereka berdua. Untungnya dengan sigap Ronie melindungi Stanless dan Nort dengan sulurnya menciptakan sebuah dinding tebal yang menahan api tersebut.


Di saat seperti itu Sam pun langsung mengambil tasnya dengan sarung pedangnya dan meninggalkan mereka bertiga.


“Gyahahaha! Ini kesempatanku melarikan diri! Sepertinya aku terlalu lama membuang waktu di sini!” Ucapnya yang terus berlari menjauhi mereka bertiga.


Setelah itu Stanless memotong sulur yang sudah gosong akibat api Sam dan melihat Sam sudah melarikan diri.


“Apa?! Dia kabur?!” Ucap Nort dengan terkejut.


“Cih sial! Apa-apaan serangannya tadi?! Benar-benar tidak logis!” Ucap Stanless dengan muka kesal.


“Sudahlah lebih baik kita masuk!” Ucap Ronie.


“Awas saja...” Ucap Stanless.


Kemudian mereka bertiga memasuki ruangan nomor dua. Sedangkan Sam masih menyusuri lorong untuk mencari ruangannya.


“Jadi skill dadakan tadi berhasil! Hebat sekali aku! Ini harus kuberitahu Ride, dia pasti gak akan percaya hehehe” Ucapnya.

__ADS_1


“Tapi lorong sudah lumayan sepi dan jika ruanganku sudah terisi 15 orang aku pasti langsung di teleportasi, ini berarti aku masih berkesempatan untuk masuk ruanganku!” Jelasnya.


Tak lama setelah itu ia menemukan ruangannya yang bernomor delapan. Langsung saja Sam membuka pintu ruangan tersebut dan terkejutnya ia melihat hanya tersisa satu bangku kosong yang ada di ruangan tersebut. Itu berarti ia adalah peserta terakhir yang masuk di ruangan tersebut.


__ADS_2