Pertempuran Negeri Legendia

Pertempuran Negeri Legendia
Sam dan Ride


__ADS_3

Pada suatu hari di kala senja menyinari hamparan hutan rimbun yang luas serta letaknya tidak jauh dari desa Ruin, salah satu desa yang terletak diwilayah selatan kerajaan Legendia, terlihat dua orang pemuda berusia sekitar lima belas tahun berlari dengan membawa sebuah senjata dengan tujuan ingin berburu, ini bukan pertama kalinya mereka melakukan kegiatan tersebut.


Salah seorang pemuda berambut hitam yang menggendong sebilah pedang di punggungnya terlihat terengah-engah dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya tampak putus asa karena ia belum mendapat hasil buruannya, dan satu lagi pemuda berambut coklat tua ini memegang sebuah panah seakan-akan bersiap untuk melancarkan serangan ke arah targetnya sambil menengok ke segala arah untuk memastikan ia dapat menemui hewan buruannya itu.


Mereka terus berlari sembari menghindari semak-semak, ranting pohon atau bahkan batang pohon yang menghalangi jalur mereka. Tak lama kemudian pemuda berambut coklat berhenti sejenak dan langsung dengan cepat mengambil busurnya lalu menarik tali busurnya, di saat yang bersamaan dia telah membidik target tersebut, lalu ia melepaskannya.


Suara anak panah melesat yang dilepaskan oleh pemuda itu menancap tepat mengenai bagian kaki kiri belakang Rusa, sontak rusa tersebut pun melarikan diri dengan keadaan pincang, kemudian pemuda yang telah melancarkan anak panah tersebut berteriak.


“Sam! Cepat tebas rusa itu!”


Pemuda yang membawa sebilah pedang itu bernama Sam, kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari sarungnya yang ada dipunggungnya lalu mengejar rusa yang tengah terpincang-pincang tersebut seakan-akan energinya telah terisi kembali.


“Serahkan kepadaku Ride! Hari ini kita akan makan malam dengan daging rusa!”


Sam melompat dan sudah bersiap menebas leher rusa itu akan tetapi tiba-tiba seekor **** hutan yang telah terkontaminasi aura kegelapan atau yang biasa disebut Boar itu langsung menyambar rusa dan membuat Sam terkejut.


Ride dengan cepat mengambil kembali anak panahnya yang tersimpan di punggungnya lalu menembakkan kembali anak panah tersebut. Sayangnya anak panah terpental karena mengenai bagian punggung Boar itu, karena punggung Boar dilapisi tulang belakang yang keras dan juga memiliki warna mata yang merah pekat, Boar ini adalah **** hutan yang terkontaminasi aura kegelapan dan mereka termasuk ke dalam salah satu daftar monster.

__ADS_1


Ini pertama kalinya mereka melihat Boar dengan ukuran besar seperti ini, tentunya mereka terkejut karena akhir-akhir ini populasi Boar yang semakin banyak menandakan bahwa pasukan kegelapan perlahan akan bangkit dan menyerang kembali umat manusia.


“Sam mundur!” Ride memperingati Sam yang dengan nekat akan menyerang Boar berukuran besar tersebut. Lalu ia kembali menyiapkan anak panahnya dan kali ini ia menggunakan kekuatan sihirnya untuk menyerang Boar itu.


“Sam aku akan menggunakan milikku, jadi minggirlah kemudian kita akan lari dan memberitahukannya kepada kakek”


“Cepat tembak Ride! Setelah itu aku akan mengalahkannya jadi kau berjaga-jaga di belakangku saja dan membantuku untuk menahan Boar itu dengan mu!” Kali ini Sam mengabaikan perintah Ride dan tetap akan mengalahkan Boar.


Lalu tembakkan Ride berhasil mengenai tubuh dari Boar tersebut lalu menimbulkan efek membeku pada area yang mengenai tembakkan tersebut, Boar itu terlihat seakan kesakitan oleh milik Ride.


Dengan sigap Sam memanfaatkan keadaan itu untuk menyerang bagian kepala dari Boar itu dan serangan itu membuat luka fatal di bagian kepala Boar. Lalu Boar itu semakin mengamuk dengan menyeruduk ke arah Sam. Dengan cepat Sam menghindari serangan Boar tersebut.


“Sial kau Boar sialan! Aku akan membalasmu dengan teknik berpedang hasil latihanku selama ini!”


Sam mengincar leher Boar itu dan melompat ke arah tersebut lalu menebaskan pedangnya disertai percikan api dari teknik pedang yang ia kuasai.


Setelah tepat mengenai lehernya tiba-tiba pedang yang menancap ke leher Boar tersebut langsung mengeluarkan kobaran api besar yang berasal dari pedangnya itu.

__ADS_1


“Rasakan ini! Salah satu jurus spesialku.... !!” Teriakan Sam yang sedang menebas leher Boar tersebut, kemudian berputar ke arah atas lalu mendaratkan kakinya kembali ketanah. Membentuk sebuah pola serangan yang cukup baik bagi seorang calon petualang.


Dalam sekejap Boar itu terbujur kaku oleh serangan Sam tersebut. Ride hanya bengong melihat serangan dari Sam tersebut, seakan-akan terkagum dengan gerakan yang Sam buat. Lalu Sam mengangkat pedangnya yang menunjukkan ia gembira karena telah mengalahkan Boar yang ukirannya di atas rata-rata ini.


“Kau lihat Ride? Hebatkan aku bisa mengalahkan Boar sebesar ini” Sam menoleh ke arah Ride dengan senyum lebarnya. Ride hanya membalas kembali dengan senyuman kecilnya.


Tak lama setelah itu Sam menunjukkan ekspresi kesakitan yang diakibatkan serangan Boar tersebut. Lalu ride menghampirinya.


“Kau tidak apa-apa Sam? Lukamu cukup parah ya, ayo kita pulang dan meminta kakek supaya mengobati lukamu itu sebelum infeksi”


Ride tampak sedih dikarenakan tidak mendapatkan hasil buruannya tapi malah bertemu dengan seekor Boar. Sebaliknya, Sam terlihat gembira karena telah mengalahkan Boar, meskipun ia tidak memedulikan keselamatannya.


“Oh iya Sam... Kita sekarang tidak jadi makan malam dengan daging rusa”


“Ah kau benar Ride!! Semoga kakek masih memiliki persediaan daging ayam sisa kemarin” Sam berharap dengan muka cemas sambil memegangi lukanya.


“Bukannya kau menghabiskannya tadi siang?”

__ADS_1


“Oh tidaak!! Aku tidak tahu kalau kita tidak akan mendapatkan hasil buruan kali ini. Sial!”


Mereka pun bergegas pulang kembali ke desa Ruin, karena langit juga mulai gelap, tidak mungkin mereka melanjutkan perburuan dalam keadaan langit gelap dan di saat seperti itulah akan semakin banyak monster berkeliaran didaerah perhutanan.


__ADS_2