
Pria misterius itu terus melancarkan serangannya tanpa henti, semakin banyak rantai yang ia keluarkan.
Sam beberapa kali terkena gesekan rantai, itu berkat armornya. Hanya saja armornya perlahan-lahan gugus dan bahkan armor di pundak kanannya telah terlepas karena ujung rantai yang tajam itu mengenainya.
Sedangkan Bold ia hanya lecet-lecet sedikit dan darah bercucuran dilengan kirinya. Pertahanan yang bagus meskipun tanpa armor merupakan kelebihan yang dimilikinya.
“Sial! Rantainya semakin banyak saja!” Ucap Sam yang tengah terdesak dengan rantai-rantai yang terus mengejarnya.
Rantai itu bertabrakan dengan pohon-pohon disekitarnya yang membuatnya roboh satu persatu.
“Sam kau masih hidup!”
“Tentu saja bodoh!”
“Cih, tak kusangka kita bisa berhadapan dengan musuh sekuat ini di ujian masuk!”
“Apa kita lapor saja?!”
“Bagaimana caranya?! Jika melapor, ini akan semakin merepotkan dan kemungkinan terburuknya ujian ini akan dibatalkan!”
“Sial!”
“Jika kau ingin pergi, pergilah berburu Boar sana! Dan lupakan semua hal ini, aku akan mengalahkannya tidak peduli apapun”
“Mana mungkin aku meninggalkan pertempuran!”
__ADS_1
Keduanya terus tanya jawab dengan napas terengah-engah dan sembari menghindari rantai yang terus menyerangnya.
“Hahahaha... Aku tidak perlu membunuh kalian, aku hanya perlu membuat kalian kelelahan saja! Sampai kalian mati kelelahan!” ucap pria misterius itu.
“Tunggu dulu... Jika kalian mati, aku tidak bisa menghisap Mana kalian, sialaann! Aku harus menahan nafsuku untuk menyantap kelezatan Mana kalian, kalau begitu aku akan menangkap kalian!” Lanjutnya.
Setelah itu salah satu rantai berhasil mengikat kaki kanan Sam yang membuatnya langsung terseret. Pria misterius itu seketika memfokuskan semua rantai untuk menangkap Sam.
“Sial!”
“Kemari kau bocah”
Saat semua rantai itu menarik Sam. Tiba-tiba pria itu tersungkur ke tanah akibat dari tendangan Bold. Dalam tempo yang singkat Bold berhasil mengubah sedikit keadaan dengan membuat serangan dadakan.
“Hampir saja! Makasih Bold”
“Dasar bersiap serangan selanjutnya!!!” Teriak Bold.
Dengan cepat pria itu bangkit kemudian menyerang mereka berdua dengan memutarkan badannya, membentuk serangan putaran yang kuat dan bisa menyayat apa saja yang mengenainya.
Kemudian pohon-pohon besar di sekelilingnya pun roboh, namun pria tersebut memanfaatkan pohon tersebut dengan melilitnya menggunakan rantainya, menjadikannya senjatanya.
Lalu menyerang Sam dan Bold menggunakan pohon-pohonnya ini membuat Sam dan Bold semakin kesulitan dengan jarak serangnya yang sangat luas.
“Tak akan kumaafkan, tak akan kumaafkan! Kalian para bocah tengik!”
__ADS_1
Ia terus membanting banting pohon tersebut dengan arah yang acak dan kekuatan yang sangat besar. Amarah yang terus meluap dari pria itu, membuat serangannya semakin kuat.
Sam dan Bold hanya bisa menghindari semua serangannya, meskipun ia harus menerima beberapa pukulan dari pohon besar. Mereka hanya bertahan dan tak mampu melakukan serangan sedikitpun, area di sekelilingnya perlahan hancur.
“Sial bagaimana ini, nafasku mulai terengah-engah apa aku bisa bertahan sampai semua serangan ini berhasil?” ucap Sam dalam hatinya.
“Tak kusangka di ujian kedua ini ada seorang penyusup yang berkeliaran di Forest Dawn ini” lanjutnya.
Perlahan ia mulai terkena serangan-serangan dari pria itu, ia lagi-lagi mengandalkan tenaga yang tersisa untuk menghindari kembali serangan beruntun ini.
Tak disangka, Bold dengan kekuatan pukulannya berhasil menghancurkan pohon yang mengarah kepadanya dengan mudah.
“Kau terlalu meremehkanku orang aneh! Aku tidak akan kalah hanya dengan trik murahanmu!”
Di tengah ia menghancurkan pohon yang menyerangnya ia masih bisa tetap berucap.
“Sam!!! Gunakan senjatamu dan iris pohon-pohon lembek itu! Jangan ketakutan hanya dengan serangan murahannya!”
Setelah mendengar ucapannya Sam, langsung tersadar di tengah pikirannya yang kosong dan tidak bisa melakukan apapun selain menghindari semua serangan beruntun itu.
“Dia benar... Kenapa aku bodoh sekali, saat ini aku memegang sebuah pedang dan aku tak memanfaatkannya sama sekali! Dia benar saat ini aku sangat ketakutan... Aku takut... Aku takut semuanya berakhir disini...” ucap yang dalam hati.
“Maaf kek... Aku masih lemah, bahkan terlalu lemah... Ternyata ada yang lebih kuat dari moster itu sendiri... Yaitu, manusia sialan sepertinya yang berani mengacaukan ujian kami!” Ucapnya.
Kemudian Sam berpijak kepada salah satu pohon yang mengarah kepadanya dan memegangi dengan erat, bersiap memulai serangannya. Matanya pun menjadi fokus dan membuat semua rasa takutnya lenyap begitu saja.
__ADS_1