
Disisi lain, Ride yang masih dikejar oleh kedua pemabuk itu, yaitu Flo dan Jo. Ride yang terus berlari tanpa henti menyusuri gang-gang sempit di ibu kota kerajaan sudah mencapai batasnya dan juga kedua pemabuk yang mengikutinya masih belum menyerah. Lampu-lampu di sepanjang gang tersebut sudah mengeluarkan cahayanya menandakan bahwa hati sudah mulai petang.
Sambil berlari Ride terus menoleh ke belakang, sampai ia menemukan sebuah jalan buntu kemudian ia berlari ke arah tersebut.
“Woy bocah! Itu gang buntu! Kau tidak akan bisa kabur lagi” Ucap Jo yang masih mengejar Ride.
Setelah mendekati ujung jalan tersebut, Ride langsung menapakkan kaki kananya lalu bergerak seolah akan memanjat gedung tersebut. Mereka pun berusaha menangkap Ride, tapi ia kemudian melakukan gerakan salto ke arah berlawanan dari tembok tersebut dan melewati kedua pemabuk itu.
Ini menjadi kesempatan untuk Ride kabur, akan tetapi ia malah mengajak mereka untuk dua lawan satu. Mereka pun kebingungan dengan tindakan yang dilakukan Ride.
“Bocah! Kau ingin mengecoh kami ya? Kenapa kau tidak kabur huh? Pasti kau sudah kelelahan dan akan menyerah bukan?” Ucap Flo.
“Ayo kita habisi dia Flo!” Ucap Jo.
Ride memasang kuda-kuda untuk menyerang mereka, ia telah mengepalkan kedua tangannya ke arah mereka, seakan-akan mengajak mereka bertarung.
“Lihat jo! Berani sekali dia, bocah ingusan dasar! Mengganggu kami saja!” Ucap Flo.
“Hehe! Dia tidak tahu siapa kami ya!” Ucap Jo.
Keduanya pun sama-sama mengepalkan kedua tangannya, dan bersiap untuk menyerang.
“Maaf, tapi aku memang tidak tahu siapa kalian, tapi yang pasti aku akan mengalahkan kalian dengan tangan kosong!” Jawab Ride.
“Berisik kau!!!” Teriak Flo.
Flo langsung menyerang Ride dan melancarkan tinjunya tepat ke arah wajah Ride. Sontak Ride pun terkejut dan langsung menahan serangannya tadi dengan kedua tangannya. Ride mencari celah dari gerakan Flo dan langsung meninju bagian perutnya dengan tangan kirinya.
Flo terlihat sangat kesakitan, kemudian ia meninju tepat di wajah Ride sampai-sampai ia terhempas ke belakang. Dengan sekejap ia langsung bangkit kembali dan bersiap untuk menahan serangan dari Jo yang datang dari arah belakang Flo.
“Rasakan ini!!!” Teriak Jo.
Jo langsung melancarkan serangannya dengan arah yang tidak jelas akan tetapi Ride berhasil menghindarinya. Jo dengan muka terkejutnya, langsung melihat ke arah Ride yang langsung menunduk. Setelah Jo berada tepat diposisi belakangnya, ia langsung menendang bokong Jo dan langsung tersungkur ke depan.
Dengan cepat Flo mengayunkan tangan kanannya dari kiri ke kanan namun Ride berhasil menghindarinya lagi. Setelah itu Ride membalasnya dengan melakukan Uppercut tepat ke arah dagu dari Flo. Flo pun langsung terhempas ke atas.
“Menyerahlah kalian berdua! Mengganggu seorang gadis, itu melakukan perbuatan yang buruk! Kalian tahu itu?! Kalian harus diberi pelajaran supaya jera!” Ucap Ride.
__ADS_1
Dari arah belakang Jo melesatkan serangannya dengan menggunakan batu bata yang ada di sekitar jalan tersebut karah tepat kepala Ride.
“Kau saja yang menyerah!!” Teriak Jo saat melancarkan serangannya.
Namun Ride menangkisnya menggunakan kepalan tangannya. Dan bongkahan batu bata itu hanya mengenai Ride. Lalu Ride melancarkan serangan beruntun ke arah wajah Jo, pukulan demi pukulan perlahan diterima oleh Jo langsung saja ia terbujur kaku menerima serangan tersebut.
Ride yang terengah-engah dengan tangan kanan penuh luka gores yang diakibatkan oleh tangkisan bata tersebut. Ia kemudian melihat kembali sekelilingnya memastikan mereka semua sudah tidak menyerang lagi.
Tak lama kemudian, Flo langsung bangkit lalu kabur dengan menabrak Ride.
“Minggir kau bocah! Jo ayo kita kabur! Bocah ini bukan bocah biasa!” Ucap Flo saat kabur melewati Jo.
“Sial... Sakit sekali!” Ucap Jo yang perlahan sadar, lalu ia mengikuti Flo kabur.
Ride mencoba mengejar mereka berdua, namun ia sudah sangat kelelahan dan hidungnya sedikit mengeluarkan darah karena pukulan yang diterimanya tadi. Ride memutuskan untuk kembaloi ke tempat Sam.
Sementara itu di tempat Sam berada, ia berhasil mengikat kedua pemabuk tersebut. Kemudian ia menanyakan kondisi si gadis.
“Apa kau baik-baik saja?”
“Tapi kau dicekik tadi” Ucap Sam.
“Memang tadi sedikit sakit, tapi sekarang sudah nggak kok!” Ucap sang gadis tersebut dengan senyumnya sambil memejamkan matanya.
Sam langsung terdiam, seakan ia tersipu malu dengan perlahan pipinya memerah.
“Oh iya , Namamu siapa?” Tanya Sam.
“Namaku Lilya... Lilya Rosewood” Jawab gadis tersebut.
Sial dia imut banget.
Sam langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Perkenalkan namaku Sam! Aku akan menjadi seorang Petualang!” Ucap Sam dengan optimis dan pipinya masih memerah.
“Jadi kamu Sam ya! Terima kasih ya sudah menolongku, aku tidak menyangka akan ada seseorang yang menolongku di gang seperti ini” Ucap Lilya
__ADS_1
“Hehehe, Ini sudah menjadi tugasku untuk menolong sesama! Di masa depan juga aku harus banyak menolong orang dengan menjadi seorang Petualang!” Jelas Sam.
“Oh kamu pasti akan ikut Seleksi besok ya?” Tanya Lilya.
“Ya! Kau benar”
“Wah kalau begitu kita sama! Aku juga akan menjadi seorang Petualang!” Ucap Lilya.
“Kebetulan Sekali! Kalau begitu mohon kerja samanya!” Ucap Sam.
“Oh iya tadi orang yang satu lagi itu temanmu ya?”
“Oh tidak... Itu saudaraku! Ia juga sama akan mengikuti seleksinya”
Tak lama kemudian Ride datang menghampiri mereka dengan napasnya yang masih terengah-engah karena kelelahan. Sam pun menoleh ke belakang. Kemudian Sam menanyakan kondisinya.
“Sial hidungmu berdarah! Lau pasti terkena serangan mereka ya?” Tanya Sam.
“Ya, tapi mereka berhasil kabur, apa gadis tadi selamat?” Ucap Ride.
“Dia baik-baik saja, dasar! Pemabuk sialan, ya sudah yang penting kau gak terluka parah karena besok kita akan seleksi” Ucap Sam dengan muka kesal.
“Anu... Aku berterima kasih kepadamu, karena telah mengalihkan perhatian pemabuk itu” Ucap Lilya dengan sedikit membungkukkan badannya.
“Ah tidak apa-apa” Ucap Ride.
Lalu ada dua orang Pasukan penjaga datang menghampiri mereka, karena mereka mendengar keributan di sekitar sini, rupanya gang ini tidak jauh dari jalanan ramai. Lalu kedua pasukan penjaga tersebut menanyakan kronologis kejadiannya lalu Ride, Sam dan Lilya menjelaskannya, setelah itu dua orang pemabuk yang terikat itu dibawa oleh kedua pasukan penjaga tersebut untuk ditindak lanjuti.
“Kalau begitu apa kalian akan mampir ke rumahku dulu untuk mengobati luka kalian?” Tanya Lilya.
“Ah gak perlu kita tidak apa-apa kok!” Ucap keduanya.
“Kalau begitu kita pamit dulu ya” Ucap Ride.
“Oh iya... Aku juga pamit, sampai jumpa lagi!” Ucap Lilya dengan senyum manisnya sambil melambaikan tangannya, kemudian perlahan meninggalkan mereka berdua.
Sam dan Ride pun pergi untuk kembali ke penginapannya. Siapa sangka, mereka yang tujuan awalnya untuk mencari tepat makan, malah bertemu dengan seorang gadis yang ssedang dalam bahaya. Mereka pun pulang ke penginapannya. Saat setelah di kamar penginapannya mereka baru sadar bahwa mereka melupakan makannya.
__ADS_1