
Sam masih ragu untuk menyerang, ia masih memikirkan strategi untuk menyerang. Tapi ia semakin kesal karena dua pemabuk yang tak mengejar Ride malah semakin parah menggoda gadis itu. Saat ia melihat salah satu pemabuk itu mencekik gadis tersebut. Tiba-tiba ia keluar dari persembunyiannya dengan wajah penuh amarah karena perbuatan kekerasan kepada sang gadis.
“Berhenti kalian sialan!”
Sam dengan amarahnya langsung memukulkan kayu yang ada ditangan kanannya ke arah tembok sekuat tenaga sampai mengeluarkan suara yang keras, seolah-olah ia menggertak kedua pemabuk itu.
“Huh! Lihat Rey, ada bocah lagi... Ngapain dia bawa-bawa kayu segala... Mau bunuh kita kah?” Ucap salah satu pemabuk itu.
“Hah! Rupanya ada lagi, bocah ingusan itu?!” Ucap Rey yang sedang mencekik leher gadis itu.
“Don, awasi gadis ini jangan sampai dia kabur” Lanjut Rey yang kemudian melepaskan cekikannya itu lalu berjalan menghadap Sam.
“Baik bos!”
“Kau berani-beraninya mengganggu kami bocah sialan!” Ucap Rey.
Tiba-tiba Rey mengeluarkan sebilah pisau dari saku jaketnya, kemudian menodongkan pisau itu ke arah Sam, seakan-akan ia ingin mengajaknya bertarung. Tanpa pikir panjang Sam langsung berlari ke arah Rey sambil memanaskan kayunya sampai terbakar menggunakan skillnya yaitu .
“Sial kayunya kebakar!” Ucap Sam saat menyerang Rey.
Setelah kayunya terbakar Sam langsung melancarkan serangan ke arah wajah dari Rey sang pemabuk. Akan tetapi Rey menebasnya dengan pisaunya , sehingga menyebabkan kayu terbakar berhamburan ke mana-mana.
__ADS_1
Keduanya kemudian melompat saling menjauh untuk menghindari cipratan kayu terbakar tadi. Sam pun kehilangan senjatanya, momen ini dimanfaatkan Rey untuk menyerang Sam. Rey pun menyerang Sam dengan melakukan tebasan-tebasan ke arah Sam. Sam hanya bisa menghindar dari serangan Rey.
“Sial kalau begini terus aku akan terkena serangannya!” Ucap Sam dalam hati.
“Hahahahaha rasakan ini bocah! Rasakan! Sial kau jangan terus menghindar!” Teriak Rey sambil terus menyerang Sam.
Tiba-tiba Sam tersandung oleh batu saat mundur untuk menghindari serangannya. Saat Sam terjatuh Rey langsung melompat karah Sam yang telah terjatuh. Tepat saat Rey melompat, Sam langsung menendang tepat ke arah perut dari Rey. Rey pun langsung terpental ke belakang dan juga pisau yang ada dalam genggamannya terlepas.
Dengan sigap ia beranjak lalu mengambil pisau yang telah terjatuh tadi, lalu kembali bangkit dengan balik menodongkan pisau ke arah kedua pemabuk itu, yang salah satunya Rey yang sedang tergeletak sepertinya pingsan akibat dari tendangan Sam.
“Rey! Hey bocah..... Berani-beraninya kau! Akan kucekik leher gadis ini jika kau melawan lagi!” Ancam Don.
“P..pergilah... Tidak.. usah pedulikan... Aku.. cepat panggil.. para pasukan... Penjaga” Ucap gadis itu sembari sesak akibat cekikan yang dilakukan Don terhadapnya.
Sekali lagi Sam hanya terdiam dengan wajah putus asanya, perlahan ia menurunkan todongan pisau ditangannya.
“Hahahaha bagus!! Seperti itu bocah! Jangan macam-macam kau!” Ucap Don diiringi dengan tertawa jahatnya.
“ce...pat, pergi.... Kumohon...” Ucap gadis itu lagi, dengan raut wajah memohon kepada Sam untuk meninggalkan dirinya dan pergi mencari bala bantuan.
“Itu tidak mungkin! Tak akan sempat! Bagaimana mungkin aku meninggalkan seorang gadis dalam keadaan yang berbahaya ini!” Jawab Sam yang masih menunjukkan raut wajah putus asanya.
__ADS_1
Kemudian Sam menundukkan kepalanya lalu kembali mengatakan.
“Jika aku tidak bisa menyelamatkanmu, aku tidak pantas disebut sebagai Kesatria, bahkan tidak pantas menjadi seorang Petualang!”
Bersamaan dengan ucapannya itu, pisau itu kembali memanas, tandanya Sam kembali mengeluarkan skillnya yaitu , lalu mengangkat kepalanya dan langsung menatap Don dengan tatapan dinginnya, membuka bola matanya lebar-lebar seperti elang yang memburu mangsanya.
“Apa kau bocah menatapku dengan tatapan aneh seperti itu! Mundur kau kalau tidak...”
Dengan cepat Sam menyerang Don saat ia berbicara, kemudian menusuknya dengan pisau panasnya tadi ke arah pahanya, Ia terhempas kemudian berteriak kesakitan sambil mencabut pisau yang tertancap di pahanya itu.
Kemudian Sam balik mencekik leher Don, sama seperti dia yang telah mencekik gadis itu. Kemudian menghantamnya dengan keras ke arah tembok itu, sontak Don langsung ketakutan dengan apa yang dilakukan Sam kepadanya dan Rey.
“Hoek!” Don batuk seakan ingin memuntahkan sesuatu.
“Hentikan! Ampuni aku! Kumohon!”
“Fynix! Kenapa aku melihat Fynix dalam tatapanmu itu?! Siapa kau sebenarnya?!” Ucapan terus menerus dari Don yang semakin ketakutan.
“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tapi.. aku tidak akan memaafkanmu! Dasar sampah” Ucap Sam yang masih dengan tatapan dingin penuh amarahnya.
Tiba-tiba saja Don pingsan saat dicekik oleh Sam. Sam langsung melepaskan cekikannya, lalu Don tergeletak di tanah dengan darah bercucuran di pahanya. Sam langsung tersadar lalu memegangi kepalanya dengan tangan kanannya, tidak percaya ia mampu mengalahkan kedua pemabuk itu seorang diri.
__ADS_1