Pertempuran Negeri Legendia

Pertempuran Negeri Legendia
Skill yang Ditunjukkan Keduanya


__ADS_3

Keesokan harinya....


Pagi hari di padang rumput yang terletak belakang rumah mereka terlihat Sam sedang mendemonstrasikan Sword skill-nya yang telah ia pelajari di Scroll Skill yang diberikan kakeknya kepada sang kakek, dengan beralaskan rumput ia sangat berhati-hati ketika mengeluarkan skillnya, karena skill Sam tercipta dari elemen api, sedangkan skill Ride tercipta dari elemen Es.


Ia mengeluarkan skill yang ia menamainya yang pada saat itu ia gunakan untuk mengalahkan seekor Boar, dengan target seekor ayam yang telah mati tergantung di atas ranting pohon. Skill ini hanya akan bereaksi ketika menyentuh darah musuh yang terkena serangannya maka pedang yang telah tercampur darah itu langsung mengeluarkan kobaran api. Ini sangat efektif ketika melawan monster-monster karena bisa langsung menghanguskannya.


Lalu yang kedua ialah , Sebuah skill memanaskan pedang hingga ribuan derajat, skill ini berguna ketika memotong target sekeras apa pun akan jauh lebih mudah, namun memiliki kelemahan yang sangat fatal ketika pedang tersebut tidak memiliki daya tahan yang kuat dan menjadikan pedang tersebut retak atau bahkan sampai patah. Sam hanya bisa memanaskannya sampai enam ratus derajat saja. Dan juga skill ini menguras banyak Mana penggunanya, dikarenakan Sam memiliki kapasitas Mana lebih kecil dibandingkan dengan Ride, oleh karena itu ia jarang menggunakan skill ini.


Yang terakhir yaitu , ini yang sering ia lakukan untuk berburu karena skill ini mudah digunakan dan juga tidak menguras banyak Mana. Skill ini memungkinkan penggunanya untuk memperkuat serta menerima kerusakan yang lebih kepada targetnya, ini juga merupakan skill yang banyak dipakai dan skill paling mendasar, terutama oleh Kesatria Pedang lainnya.


“Kau sudah mempelajari semua skill yang telah kakek berikan Sam, bagus... Dua tahun latihan ini tidak sia-sia. Untuk saat ini kalian hanya perlu mempelajari tiga skill saja... Karena kalian belum dilantik menjadi seorang Kesatria.. itu sudah menjadi aturan di Kerajaan Legendia. Ingat itu baik-baik!” Ucap kakek dengan berdiri tegap sembari memegang tongkat sihirnya.


“Baik kek!” Jawab keduanya.


Selanjutnya Ride yang akan mendemonstrasikan, kelihatannya ia lebih serius kali ini. Untuk skill yang pertama kali ia perlihatkan adalah skill nya. Skill yang ia gunakan saat menghadapi Boar. Menembakkan anak panah disertai Es dalam ujung anak panah tersebut, saat mengenai target anak panah tersebut akan mengeluarkan Es-nya dan akan menimbulkan rasa sakit akibat bagian dalam yang tertusuk panah oleh dinginnya Es tersebut. Ini juga merupakan skill dasar yang dimiliki para Kesatria Pemanah.


Kemudian , yaitu skill dengan menembakkan tiga anak panah, lalu panah tersebut berubah menjadi Es dengan ujung yang lebih runcing, dan anak panahnya akan terus membelah dirinya hingga mengenai target. Semakin banyak anak panah membelah diri maka kecepatan serta daya tahannya akan berkurang. Ini akan lebih efektif jika targetnya berada kurang dari sepuluh meter di depan penggunanya.


Dan yang ketiga ialah , skill ini yang memiliki daya ledak yang tinggi serta dapat menghancurkan target dalam sekejap. Akan tetapi skill ini memiliki waktu untuk mengisi energi dari Mana penggunanya, yaitu ketika tali busur tersebut ditarik maka di saat itulah penggunanya menahannya serta mengisi energi sampai anak panah tersebut berubah warna menjadi putih hingga mengeluarkan uap dingin yang disebabkan menurunnya suhu. Namun skill ini mudah untuk diarahkan karena penggunanya memiliki cukup waktu untuk membidik target.


Keduanya telah selesai memperlihatkan skill yang selama ini mereka latih dan sempurnakan. Kakek Roshi memiliki ekspektasi yang tinggi kepada kedua cucu tertuanya, sehingga ia yakin akan kemampuan mereka dan dapat lolos saat seleksi untuk menjadi Kesatria Kerajaan. Dan membuat terkagum para Kesatria Superior dari berbagai Class.

__ADS_1


“Latihannya selesai!” ucap kakek Roshi.


“Apa?! Itu tadi hanya menunjukkan skill kita yang telah kita latih kek! Mana latihannya?” Kata Sam yang terlihat terkejut.


“Kau ini bagaimana, tidak mungkin kakek memberi kita latihan di satu hari sebelum kita melaksanakan seleksi.... Kita harus mempersiapkan kondisi prima kita saat seleksi” Jawab Ride.


“Ride benar... Kondisi kalian harus prima besok jadi kakek sekarang hanya ingin melihat hasil latihan kalian selama ini... Ketika kalian sudah menjadi Kesatria dan sudah memilih Job kalian masing-masing, kalian harus lebih memperkuat diri kalian lagi. Dan juga mempelajari skill lainnya sebanyak-banyaknya..” Tegas Kakek Roshi.


Tak lama setelah itu datang Marie yang membawakan Semangka yang sudah terpotong rapi untuk memberikannya kepada mereka sebagai penyegar sekaligus penghilang penat setelah melakukan tiga skill sekaligus yang juga menguras banyak mana.


“Woahh terima kasih Marie!” Sam kegirangan dan langsung menyantap semangka itu.


“Terima kasih Marie!” Ride dengan senyum tipisnya ke arah Marie sambil mengambil sepotong semangkanya.


“Ayo makan kek ini semangka manis loh”


“Ah tidak... Kalian yang makan saja ya... Kakek ke ladang dulu untuk memberi makan sapi-sapi kita” jawab kakek yang kemudian meninggalkan mereka untuk pergi ke ladang tempat berkumpulnya sapi-sapi mereka.


“Oh begitu ya... Berarti kak Sam habiskan kalau begitu!” Sam langsung menyerobot semangka itu.


“Oiya kakek lupa, jangan lupa sore nanti kalian berdua pergi ke tempat paman Jack untuk mengambil perlengkapan yang telah kakek pesan untuk digunakan kalian besok” kata kakek Roshi yang menoleh ke belakang dan berhenti sejenak.

__ADS_1


“Baik kek” jawab Ride. Sam yang masih mengunyah semangkanya hanya mengangguk saja.


“Tapi kek, kenapa tidak siang saja?” Tanya Ride.


“Kalau siang di tempatnya paman Jack selalu ramai pembeli. Jadi kalian datang saja sore, lagian Sam pasti akan rusuh di sana... Ride kau juga awasi Sam jangan sampai ia merusak peralatan yang ada di tempatnya paman Jack” Jelas kakek Roshi.


“Baik kek!” Kata Ride.


Lalu kakek Roshi melanjutkan jalannya ke ladang.


“Sam, kau dengar apa kata kakek? Jangan buat aneh-aneh di sana” Kata Ride dengan memalingkan wajahnya ke Sam.


“Ya ya ya aku dengar... Tidak perlu dikasih tahu pun aku sudah tahu Ride... Memangnya aku anak kecil apa... Aku ini calon Petualang terhebat dimasa depan!” Balas Sam.


“Baguslah kalau begitu, aku ke rumah dulu untuk istirahat” Ucap Ride, lalu meninggalkan Sam dan Marie.


“Ya silahkan” Jawab Sam, yang masih sibuk dengan semangkanya.


“Eh kak Ride tidak mau lagi Semangkanya?” Tanya Marie.


“Tidak, sisakan saja untuk kakek nanti... Takutnya kakek ingin semangka itu kan?” Jawab Ride.

__ADS_1


“Iya kakak benar!... Nah kak Sam sisanya ini untuk kakek jadi jangan dihabiskan ya....”


Marie langsung pergi menuju rumahnya meninggalkan Sam seorang diri di padang rumput itu.


__ADS_2