
Setelah terjadi pertengkaran antara Sam dengan peserta lain yang berasal dari akademi, tak lama setelah itu Upacara Pembukaan Seleksi Kesatria angkatan ke-59 dimulai. Terlihat aula sudah dipenuhi oleh para peserta seleksi dari berbagai penjuru negeri ada dalam satu tempat.
Dipanggung juga nampak para panitia-panitia yang berjejer tepat di belakang para Superior Guardian dari semua kelas dan berbagai Job mereka serta lima orang Penyihir Suci, lalu tepat di tengah panggung berdiri paling depan yaitu Raja Negeri Legendia yang bernama Goro. Kemudian satu langkah di belakangnya pengawal setianya. Di ujung kanan panggung ada sang pembawa acara.
Acara dimulai dengan pembukaan dari raja yang memberi sambutan bagi para calon kesatria muda berbakat Kerajaan Legendia, dilanjut dengan menceritakan sejarah-sejarah Negeri Legendia kemudian di akhir memberikan nasihat-nasihat.
Setelah itu dilanjut dengan sambutan dari para Superior Guardian dan Penyihir Suci, dengan memberi para calon kesatria ini semangat-semangat.
Sampai diujung acara para panitia kemudian mengumumkan jadwal tahapan seleksi yang akan di uji pada tahun ini. Yang pertama itu adalah Ujian Tulis, ujian ini tak pernah berubah dari tahun ke tahun dan sudah sangat wajib ada di setiap seleksi. Ujian ini untuk memastikan bahwa para calon kesatria memiliki ilmu yang cukup pada saat mereka ada di lapangan nanti.
Kedua yaitu Ujian Pertarungan, di sini kekuatan benar-benar di uji, ini juga merupakan 70% kemungkinan lulus tidaknya seorang peserta ditentukan dalam ujian tahap kedua ini, biasanya para jenius muda akan bermunculan dalam ujian ini.
Setelah itu pengumuman kelulusan. Ini akan menjadi penentu, setelah dinyatakan lulus kemudian peserta akan diberi pilihan untuk menjadi Kesatria Pasukan Penjaga Kerajaan atau menjadi seorang Petualang.
Kemudian, upacara pembukaan tahun ini diresmikan. Setelah itu, tiba-tiba di telapak para peserta muncul sebuah angka, angka ini akan dipakai selama seleksi. Sam pun terkaget-kaget karena tiba-tiba telapak tangannya memunculkan sinar disusul dengan sebuah angka. Sama hal nya dengan peserta lain.
“Apa... Apa ini?! Keren!” Ucap Sam kegirangan sambil melihat telapak tangan kanannya.
Angka yang ada di telapak tangannya yaitu angka 150, sementara itu Ride berangka 20. Perbedaan yang sangat jauh di keduanya.
Semua peserta tampak riuh dalam aula tersebut. Kemudian dihentikan dengan satu hentakkan keras dari tongkat salah satu Penyihir Suci. Dilanjut dengan salah satu panitia berbicara.
“Tanda yang ada di telapak tangan kanan kalian adalah sebuah segel sihir... sekaligus nomor urut kalian dalam ujian ini... Kalian akan menggunakannya selama ujian, dan segel ini bisa memantau seluruh kegiatan kalian saat ini, ketika kalian berbuat curang dan sebagainya dalam seleksi ini, maka segel itu akan memanas dan membuat kalian kesakitan” Jelas salah satu panitia.
__ADS_1
Para peserta seleksi pun terdiam setelah mendengar penjelasan dari panitia tersebut. Setelah itu, upacara pembukaan pun ditutup. Langsung saja suara sangat keras terdengar kencang di seluruh penjuru aula.
Dilanjut dengan suara dari speaker.
Kepada para peserta harap masuk ke ruangan masing-masing sesuai nomor urut dengan satu ruang hanya ditempati oleh dua puluh orang peserta.
Sontak saja para peserta berhamburan untuk mencari ruangan tersebut.
Setelah mereka membuka pintu keluar aula di setiap sisi, yang awalnya aula tersebut terhubung dengan taman serta dekat dengan lapangan pelatihan pasukan penjaga kerajaan, kini telah berubah menjadi lorong labirin.
Mereka ditugaskan untuk mencari nomor ruangan masing-masing sesuai nomor urut tadi, yang lebarnya hanya empat meter saja, mereka berkerumun mencari ruangan tersebut. Dengan berdesak-desakkan dan saling sikut menyikut serta membawa perlengkapan mereka, mereka terus berlari menyusuri labirin tersebut.
“Sial!!! Tidak diberitahu apa nomor ruangannya!” Ucap salah satu peserta sambil berlari terengah-engah di sebelah Ride.
Sementara Sam yang juga sedang mencari ruangannya terlihat panik.
“Meskipun aku sudah tahu nomor ruanganku tapi kalau ruangannya tidak dapat kutemukan akan jadi percuma saja!” ucapnya dengan terengah-engah.
Setelah itu, kembali terdengar suara speaker yang entah dari mana arahnya.
Jika di setiap ruangan sudah terisi 15 orang peserta maka dipastikan lima orang terakhir yang masuk ke dalam ruangan tersebut ataupun yang masih belum menemukan ruangannya dan berbuat curang akan di teleportasi kembali ke aula dan dipastikan tidak lulus seleksi.
Sam yang mendengar itu pun semakin kaget.
__ADS_1
“Apa-apaan ini bahkan sebelum ujian tertulis ini harus ada yang di eliminasi?! Sial!” Ucapnya dengan wajah kesal.
Disisi lain, Ride dengan tenang mencari ruangan tersebut karena ia menempati ruangan ke satu. Kemudian melesat seorang peserta dengan cepat menyusulnya dengan peserta lain.
“Apa-apaan dia memakai Skillnya?! Apa itu diperbolehkan huh?!!!” ucap salah satu peserta.
Ride pun dengan tenang mengamati keadaan tersebut. Ia melihat kejanggalan pada peserta tersebut yaitu segelnya tidak memanas sampai ia kesakitan ataupun langsung di teleportasi. Ia memastikan bahwa ia dapat memastikan bahwa semua peserta diperbolehkan memakai Mana serta Skillnya.
Ride pun melihat seorang yang menggunakan sihir untuk menghambat peserta lain tidak terjadi apa-apa ini juga dapat dipastikan bahwa menghambat serta menyerang peserta lain juga diperbolehkan.
Ini seperti permainan melarikan diri sebelum ruangan terisi 15 orang. Sayangnya Ride tak memiliki Skill untuk menghambat orang lain tapi ia memiliki Skill untuk menutup lorong labirin dengan Skill nya. Kemudian ia mengarahkannya ke arah langit-langit lorong labirin yang telah ia lewati. Sehingga menimbulkan bongkahan es yang cukup untuk menutupi jalur tersebut.
Terlihat para peserta lain juga mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing.
“Dengan ini aku bisa menutup jalur para peserta lain. Sembari terus menyusuri labirin ini” Ucapnya.
Kemudian terdengar keluhan dari peserta lain yang terhalangi jalannya oleh es milik Ride. Lalu bongkahan es itu terhancurkan oleh tinjuan api oleh salah satu peserta yang melesat dengan cepat, sepertinya ia merupakan kelas Fisik.
Seseorang dengan kelas Fisik tidak dapat menjadi Pasukan Penjaga Kerajaan, akan tetapi ia akan menjadi sangat kuat ketika menjadi seorang Petualang.
“Apa-apaan ini huh?! Skill rendahan hanya untuk menghentikanku!” Ucap peserta itu sambil terus melesat dengan cepat.
“Sial, es-ku diterobos oleh salah satu peserta lain?!” Ucap Ride sambil terus berlari dengan menoleh ke belakang berharap orang tadi tidak mengejarnya.
__ADS_1
Benar saja seseorang dengan kemampuan fisik yang kuat tersebut mengejarnya dengan cepat, seakan-akan ingin memburunya. Itu membuat Ride terdesak dan juga mau tidak mau ia harus berhadapan dengan pengguna tinju api itu.