Pertempuran Negeri Legendia

Pertempuran Negeri Legendia
Bertemu Dengannya Lagi


__ADS_3

Ride pun terus menelusuri lorong labirin, ia sempat menemukan beberapa ruangan ujian pertama ini namun sampai saat ini ia belum menemukan ruangan bernomor satu karena ia tepat bernomor urut 20 jadi ia masuk ke dalam ruangan pertama.


Ia juga sering kali berpapasan dengan para peserta lain, sampai pada akhirnya ia menemukan ruangannya. Saat ini ia tepat sedang berada di depan pintu ruangan nomor satu berharap peserta di dalam kurang dari 15 orang.


“Semoga masih cukup!” Ucapnya setelah menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya.


Kemudian ia memegang gagang pintu, bersiap untuk membukanya. Setelah membukanya ia melihat di dalam ada beberapa peserta terlihat sedang duduk dan ada juga yang sedang mengobrol. Dengan 15 kursi serta papan tulis hitam di depannya, layaknya ruang kelas di akademi.


Di dalam ruangan itu pun ada 11 orang peserta yang artinya Ride adalah peserta ke 12 yang berhasil masuk ke ruangan itu sekaligus menyelesaikan tantangan ini dan berhak mengikuti ujian pertama yaitu ujian tulis.


Seketika seluruh peserta dalam ruangan menengok ke arah Ride yang baru saja sampai ke ruangan tersebut dan tiba-tiba saja suasana menjadi hening. Kemudian salah satu peserta datang menghampirinya lalu mengangkat tangannya seakan ingin mengajaknya tos kemudian ia berkata.


“Yo! Selamat ya! Pasti kau kelelahan jadi silahkan duduk di tempat yang kau mau!”

__ADS_1


“Baik, terima kasih” Jawab Ride.


Ia langsung duduk di bangku belakang dekat dinding, kemudian menghela nafas. Ride seperti memikirkan Sam yang sekarang sama bingungnya seperti dirinya. Akan tetapi ia agak ragu dengan Sam yang tak bisa mengontrol emosinya serta berbuat semaunya.


Sementara itu Sam saat ini tengah terus berlari melewati lorong-lorong tersebut dengan wajah paniknya. Ia terus berlari tanpa memperhitungkan arahnya, serta tidak memikirkan jalur mana yang telah ia lewati.


Kemudian ia berpapasan dengan seseorang yang ia sama sekali tidak ingin menemui orang itu. Orang itu adalah orang yang ia tabrak saat akan memasuk aula dan sempat ingin berkelahi. Tampaknya orang itu berlari bersama kedua temannya.


Orang dengan rambut pirang itu langsung menatap dingin wajah Sam dan tersenyum jahat kepadanya. Kemudian salah satu temannya berambut acak-acakan dengan warna yang sama bertanya kepadanya.


“Dia hanya lalat kecil yang ikut ujian ini, dia juga mengajakku bertarung tadi. Mumpung sekarang tidak ada yang menghalangi ayo kita beri pelajaran kepadanya. Aku benar kan Ronie, Nort” Ucap Stanless.


“Kau benar!” Jawab keduanya.

__ADS_1


Tiga orang pemuda berseragam akademi itu langsung menyiapkan diri mereka terlihat seorang pemuda gemuk bernama Ronie tidak akan ikut pertarungan karena menggendong dua tas di punggung serta di dadanya yang tak salah lagi salah satu dari tas itu merupakan milik Stanless.


Stanless pun mencabut pedangnya yang terdapat di pinggangnya. Terlihat perlahan pedang itu mengeluarkan kilauannya. Dengan gagang berlapis kulit berkualitas tinggi, dengan pedang tipisnya yang dirancang untuk serangan cepat yang membuatnya ringan namun kuat.


Kemudian Stanless mengarahkan pedangnya ke arah Sam. Sam pun dengan seakan-akan dipancing untuk melawannya. Lagi-lagi emosinya kembali di uji untuk ke sekian kalinya selama ia di ibu kota kerajaan.


“Kau takut ya? Aku membuat perhitungan kepadamu, sebenarnya kami sudah menemukan ruangan kami” Ucap Stanless.


Sam langsung menengok ke arah kanannya dan benar saja tepat di sebelah depan kanannya terdapat sebuah pintu yang bernomor dua. Tidak salah lagi itu adalah ruangan nomor dua dan mereka pasti menempati ruangan tersebut.


Tanpa berkata-kata Sam pun langsung melepas tasnya serta mengeluarkan pedangnya yang dibalut dengan kain coklat. Ia pun mengeluarkan pedangnya dari sarungnya, kemudian melemparkan sarung pedang itu ke belakangnya.


“Aku terima tantanganmu!” Ucapnya yang juga mengarahkan pedang besarnya ke arah Stanless.

__ADS_1


Bukannya menghindar, Sam malah menerima tantangan itu, Sam berasa seperti ia sudah melupakan pencarian ruangannya dalam labirin ini.


__ADS_2