Pesona Kiana Andini

Pesona Kiana Andini
Episode.23


__ADS_3

Kiana keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya. Sebenarnya tadi Kiana sudah berteriak minta di ambilkan pakaian ganti. Namun ternyata tidak ada sahutan dari suaminya. Saat keluar dari kamar mandi, Kiana baru tahu jika suaminya tidak berada di kamar. Pantas saja tadi beberapa kali dia memanggil tapi tidak ada sahutan juga.


''Syukurlah, tidak ada Mas Alex,'' gumam Kiana merasa lega. Karena dirinya hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya. Jika suaminya melihat, pasti dia akan malu.


Kiana yang sedang membuka lemari, dia merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya.


''Sayang, kamu nyariin aku?''


Kiana diam mematung mendengar suara suaminya. Lalu dia menoleh ke belakang hingga kini dia dan suaminya saling pandang.


''Em iya tadi, tapi kalau sekarang sudah nggak kok,'' ucapnya sambil mencoba melepaskan pelukan Alan dari pinggangnya.


''Kenapa di lepas hm?'' Alex kembali mendaratkan tangannya di pinggang istrinya.


''Aku mau ganti pakaian dulu, Mas.'' ucap Kiana.


''Ngapain pakai baju segala sih, jika nanti juga akan di lepas,'' ucap Alan, lalu dengan cepat dia menggendong Kiana.


Kiana berteriak di saat tubuhnya terasa melayang di udara. Suaminya membopongnya begitu saja.


''Jangan berteriak dong, sayang. Masa belum di apa-apain juga sudah teriak,'' ucapnya menggoda.


Wajah Kiana memerah menahan rasa malu. Siapa pun yang ada di posisinya pasti akan malu-malu, karena ini adalah hal pertamanya


Alan membaringkan Kiana ke atas ranjang. Dia mulai memberikan sentuhan-sentuhan yang begitu menggoda. Kiana memejamkan ke dua mata, merasakan sensasi yang baru pertama kalinya dia rasakan. Hingga tak lama dia memekik kuat saat merasakan sesuatu memasuki dirinya.


''Aww ... '' ringisnya dengan sedikit berteriak. Air matanya keluar dari sudut matanya.

__ADS_1


''Tahan sebentar, sayang. Sakitnya hanya sebentar saja kok,'' Alan membantu mengusap air mata istrinya, sambil terus melakukan aksinya.


Lama kelamaan rintihan kesakitan itu mulai hilang. Kiana mulai menikmati apa yang di lakukan oleh suaminya.


...


...


Pagi harinya, Kiana terbangun lebih dulu. Wajah tampan suaminya yang pertama kalinya dia tatap. Perlahan dia tersenyum memandang wajah tampan yang terlihat tenang itu. Kejadian semalam masih terputar jelas di memorinya. Jika diingat-ingat rasanya begitu malu.


Perlahan Kiana turun dari atas ranjang. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa dia membawa pakaian ganti ke kamar mandi. Karena dia malu jika berganti pakaian di dalam kamar.


Setelah selesai mandi, Kiana melihat suaminya yang masih terjaga dalam tidurnya.


''Mas, cepat bangun!'' Kiana menepuk pelan pipi suaminya.


''Mas, cepat mandi! Sekarang sudah pagi loh,'' ucap Kiana.


''Sayang, kamu kok sudah rapi sekali sih?''


''Sudah dong, aku juga sudah mandi loh,'' jawabnya.


''Apa? Jadi kamu tidak menungguku?'' Alan mendudukkan diri di atas kasur.


''Menunggu kemana?''


''Mandi bareng, sayang. Mas ingin sesekali kita mandi bareng loh.''

__ADS_1


''Jangan manja deh, kita ini sudah sama-sama besar, masa mandi saja harus bareng sih,'' ucap Kiana dengan nada suara menyindir.


''Biar romantis loh, seperti di film-film,'' kata Alan.


''Dasar korban sinetron.''


''Bukan sinetron, sayang. Tapi drakor,'' jawab Alan.


Kiana menyuruh suaminya untuk cepat mandi. Sambil menunggu suaminya, dia membereskan semua barang milik mereka, karena pagi ini juga akan pulang.


Kiana melihat pintu kamar mandi terbuka. Suaminya keluar hanya dengan menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya.


''Sayang, kamu lagi ngapain?'' Alan bertanya sambil memperhatikan istrinya yang sejak tadi tampak sibuk.


''Habis beresin barang-barang kita, Mas. Tapi sekarang sudah selesai kok,'' jawabnya.


''Baiklah, lebih baik kamu bersiap, karena Mas akan ajak kamu sarapan di luar sebelum kita pulang nanti,'' ucap Alan.


''Baik, Mas.'' jawab Kiana.


Beberapa menit kemudian, Alan dan Kiana sudah terlihat rapi dengan penampilannya. Mereka berjalan bergandengan tangan keluar dari kamar. Semua orang yang melihatnya pasti akan mengira jika mereka itu pasangan yang sedang berbahagia. Mereka tidak pergi jauh, tapi hanya sarapan di restoran hotel. Namun hanya ada beberapa menu yang sudah tersedia, berhubung hari masih pagi.


Alan dan Kiana terlihat mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang.


''Sayang, apa setelah ini kita langsung pulang?'' Alan bertanya kepada istrinya.


''Iya, Mas. Aku ingin langsung beristirahat,'' jawab Kiana.

__ADS_1


__ADS_2