Pesona Kiana Andini

Pesona Kiana Andini
Episode.41


__ADS_3

Kiana mencoba menerima Leo yang memang berusaha mendekatinya. Dia sudah memikirkannya berulang kali. Karena Leo terlihat sangat tulus. Dan untuk hubungannya dengan Alan, dia berniat menggugat cerai.


Terlihat Kiana yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Dia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Tiba-tiba Kiana merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya.


"Leo, kenapa masuk kamar tidak ketuk pintu?" Kiana mencoba melepaskan tangan Leo dari pinggangnya.


"Karena aku ingin memberikan kejutan, sayang." Leo menyelusupkan wajahnya di ceruk leher Kiana.


"Leo, jangan seperti ini!" Kiana mendorong tubuh Leo, karena menurutnya mereka tidak pantas melakukan itu.


"Kenapa sih, sayang? Lagian kita kan sudah menjalin hubungan."


"Tapi bukan berarti kamu bisa bebas menyentuhku."


Leo menghela napasnya, sepertinya Kiana bukan tipe wanita gampangan.


"Baiklah, kalau begitu aku keluar. Kamu jangan lama-lama ya. Aku tunggu kamu di meja makan," Leo berlalu pergi keluar dari kamar.


Setelah sarapan bersama, mereka langsung berangkat ke kantor. Karena pagi ini ada pertemuan penting dengan klien.


Di dalam mobil ke duanya tampak diam. Kiana mengira jika mungkin saja Leo sengaja mendiaminya karena tadi dia menolak untuk di peluk.


"Kia, kamu siap-siap ya. Kita langsung ke ruang meeting," ucap Leo dan langsung membuka pintu mobil.


"Baik," jawabnya.


Kiana mengikuti Leo yang sudah melangkah duluan. Sesampainya di ruangannya, Kiana menyiapkan berkas-berkas yang akan di jadikan bahan meeting nanti.

__ADS_1


Kiana yang hendak pergi ke ruang meeting, tiba-tiba dia merasa kepalanya pusing. Kiana memegangi kepalanya dengan satu tangannya. Sedangkan tangan yang satunya memegangi tembok.


"Aduh, kenapa tiba-tiba pusing sekali," Kiana menatap sekitarnya yang semakin lama terlihat tak jelas. Pandangannya tampak berkunang-kunang dan dia jatuh pingsan.


Seorang office boy melihat Kiana yang sudah terjatuh ke lantai. Lelaki itu mendekati Kiana lalu menolongnya.


Leo yang baru keluar dari ruangannya, dia melihat seorang offoce boy yang dengan lancang menggendong wanita pujaannya.


''Hei, kenapa kamu gendong Kiana?'' tanya Leo.


''Maaf, Pak. Tadi Bu Kiana pingsan di depan ruangannya,'' jawabnya.


''Biar saya yang gendong,'' Leo beralih menggendong Kiana. Dia akan membawanya ke klinik dekat kantor.


Sebelum pergi Leo memerintahkan karyawannya untuk menunda meeting pagi ini.


Leo sudah sampai di klinik. Dia menunggu Kiana yang sedang di periksa oleh dokter.


''Dok, bagaimana keadaan Kiana?'' tanya Leo yang terlihat sangat cemas.


''Selamat istri Anda tengah hamil,'' ucapnya.


''Hamil? Apa dokter tidak salah periksa?''


''Maaf, Pak. Tapi Ibu Kiana memang sedang hamil.''


Ucapan dokter membuat Leo mendadak lesu tak bertenaga. Bisa-bisanya Kiana hamil di saat mereka sedang mencoba menjalin hubungan.

__ADS_1


Leo bergegas masuk ke dalam untuk melihat keadaan Kiana. Sedangkan dokter yang tadi memeriksa pergi memeriksa pasien lain.


Leo menatap Kiana yang sedang memandang ke arah jendela.


''Kia,'' panggilnya dari arah belakang.


Kiana menoleh menatap Leo, ''Apa kamu sudah tahu semuanya?''


''Iya, jujur aku belum menerima kenyataan itu. Bagaimana mungkin kamu hamil di saat kita baru memulai hubungan,'' ada raut kekecewaan di wajah Leo.


''Maaf, aku juga tak menyangka jika aku hamil,'' Kiana mengerti bagaimana perasaan Leo saat ini.


''Kita sudahi saja hubungan kita. Dan kamu kembalilah kepada suamimu,'' ujar Leo.


Kiana menggelengkan kepalanya,'' Aku tidak mau kembali kepada Mas Alan. Aku takut kalau Mas Alan tak menerima anak ini.''


''Terserah kamu saja, yang pasti kita sudahi hubungan kita, Kia. Terima tidak terima kamu harus tetap menerimanya.''


Kiana terdiam, mana mungkin ada lelaki lajang yang mau menjalin hubungan dengan wanita yang tengah hamil. Begitu pun dengan Leo. Mungkin perpisahan memang yang terbaik untuk mereka.


''Baiklah, tapi kita masih bisa berteman kan?''


Leo menganggukkan kepalanya. Biar pun mereka putus hubungan, itu bukan berarti dia membenci Kiana. Leo memutuskan Kiana karena dia tak mau memaksa Kiana untuk terus berada di sisinya. Dia memberikan pilihan jika memang Kiana mau kembali kepada Alan atau mungkin hidup sendiri.


''Kamu juga masih boleh tinggal dan bekerja bersamaku, Kia.''


''Untuk itu nanti Kia pikirkan dulu.''

__ADS_1


''Baiklah, terserah kamu saja, saya tidak memaksa.''


Padahal Leo merasa hancur sudah mengatakan putus kepada Kiana. Namun mau bagaimana lagi, sekarang Kiana sedang hamil anaknya Alan. Dan ada kemungkinan untuk Alan yang akan terus mengejarnya. Karena saat pertemuan mereka beberapa hari yang lalu, dia melihat jelas tatapan mata Alan kepada Kiana itu tatapan penuh cinta. Leo tak mau jadi penghalang jika nanti mereka akan kembali bersatu.


__ADS_2