
Alan mencoba menghubungi nomor istrinya, namun tidak ada jawaban sama sekali. Istrinya tak mengangkat teleponnya. Alan panik, dia mencoba mencari istrinya di sekitar restoran. Namun dia tak menemukan keberadaan istrinya.
Sudah satu jam Alan berada di luar mencari keberadaan istrinya. Namun Alan belum juga menemukannya.
''Sebenarnya kamu dimana sih, sayang.'' gumam Alan lalu dia memukul setir mobilnya.
Alan memutuskan untuk kembali ke hotel. Siapa tahu istrinya sudah pulang duluan.
Sesampainya di hotel, Alan melihat seseorang yang mirip dengan istrinya sedang mengobrol dengan lelaki tampan yang sepertinya asli orang Jepang.
''Ekhem .... '' Alan berdehem di belakang mereka.
Kiana menoleh, melihat suaminya yang sedang menatapnya.
''Jadi temu kangennya sudah selesai ya. Enak ya ketemuan sama wanita cantik,'' Kiana sengaja menyindir suaminya.
Lelaki yang berada di hadapan Kiana berpamitan pergi. Karena masih ada urusan lain.
Alan tak menjawab, namun dia malah menarik tangan istrinya dan mengajaknya pergi dari sana.
''Mas, aku menunggu penjelasan kamu loh. Kenapa main tarik tanganku sih,'' Kiana mencoba melepaskan tangannya dari cekalan suaminya, namun usahanya gagal, karena suaminya memegang tangannya dengan begitu erat.
''Kamu kalau cemburu terlihat manis,'' Alan menggoda istrinya.
Kiana sebal, dia membungkam mulutnya seolah malas berbicara lagi dengan suaminya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar hotel, Alan mencoba menjelaskan semuanya kepada Kiana. Dia juga meminta maaf karena sudah bersalah dengan mencuekinya. Namun Kiana hanya diam sambil memainkan ponselnya. Dia malas berbicara apa pun dengan suaminya.
Alan menghela napasnya menatap istrinya yang sibuk sendiri.
''Baiklah, mungkin saat ini kamu memang kesal sama Mas. Tapi Mas sudah minta maaf loh,'' ucap Alan.
Kiana menaruh ponselnya ke atas nakas. Lalu dia merebahkan diri ke atas tempat tidur dan mulai memejamkan mata. Dari pada mendengarkan ocehan suaminya, dia memilih untuk tidur siang.
Alan pun berhenti berbicara saat tidak mendapat respon dari istrinya. Dia membiarkan istrinya tenang dulu, nanti juga pasti mau lagi bicara dengannya.
...
...
Kiana bermimpi dalam tidurnya. Beberapa kali dia menggeleng-gelengkan kepalanya dalam tidurnya. Dalam mimpi itu, Kiana melihat suaminya meninggalkannya dan memilih wanita lain.
''Sayang, ada apa?'' Alan yang tidur di sampingnya ikut terbangun karena mendengar teriakannya tadi.
''Tidak apa-apa kok, hanya mimpi buruk saja,'' jawabnya.
Alan merengkuh Kiana ke dalam pelukannya, lalu menepuk pelan punggungnya. Kiana merasa lebih tenang saat sudah di peluk oleh suaminya.
''Jangan takut, ada aku disini. Kamu yang tenang ya, sayang.'' Alan melepaskan pelukan itu, lalu mengambil gelas berisi air putih yang ada di atas meja dan menyuruh istrinya untuk minum.
''Mas Alan jangan tinggalin aku,'' Kiana memegang tangan Alan begitu erat seolah takut kehilangan.
__ADS_1
''Kamu bicara apa sih. Mas itu cinta banget sama kamu, jadi tidak mungkin meninggalkan kamu,'' ucap Alan.
''Kia hanya takut jika itu terjadi.''
''Jangan berpikir yang macam-macam, karena Mas hanya mencintai kamu dan perasaan itu tidak akan pernah hilang,'' Alan mencoba meyakinkan jika apa yang istrinya takutkan itu tidak akan pernah terjadi.
Sekarang perasaan Kiana sudah jauh lebih tenang. Dia kembali menghamburkan badannya ke dalam pelukan suaminya.
''Sayang, untuk menenangkan pikiran kamu, lebih baik kita pergi yuk! Bukankah kita datang kesini untuk menikmati keindahan kota ini,'' ucap Alan.
''Iya, Mas. Tapi awas saja jika kamu sibuk sendiri dengan wanita lain,'' Kiana tak mau hari ini mood-nya kembali buruk seperti hari kemarin.
''Tidak, sayang. Hari ini suamimu ini sudah full jadwal dengan istri tercinta.''
Kiana tersenyum kepada suaminya.
Alan mengajak Kiana mandi bersama. Mereka hanya mandi saja, tidak ada apa pun lagi yang mereka lakukan di dalam kamar mandi.
Kiana meminta suaminya memakai pakaian couple dengannya. Tentu Alan menuruti keinginan istrinya.
Mereka berdua terlihat sangat serasi dengan memakai pakaian couple.
Alan melihat istrinya yang sedang bercermin sambil menatap penampilannya.
''Sayang, sudah belum?'' tanya Alan.
__ADS_1
''Sudah, Mas. Ayo kita pergi sekarang!'' Kiana mengambil tas selempang miliknya yang tergeletak dia atas kursi, lalu mengikuti suaminya yang sudah keluar dari kamar duluan.
Hari ini Alan akan mengajak istrinya pergi ke tempat-tempat indah di Tokyo. Alan juga sudah mengagendakan hal yang akan mereka lakukan untuk beberapa hari ke depan. Pokoknya mereka akan puas menikmati honeymoon sekaligus liburan mereka.