Pesona Kiana Andini

Pesona Kiana Andini
Episode.28


__ADS_3

Menjelang jam istirahat Kiana menghubungi nomor suaminya. Sebenarnya dia ingin mengajak suaminya untuk makan siang bersama.


Tut tut ( panggilan terhubung )


"Hallo," ucap seorang wanita dari seberang sana.


Kiana mengernyit heran saat mendengar suara seorang wanita yang mengangkat panggilan teleponnya. Dia bertanya dalam hatinya, sekiranya siapa yang sudah beraninya mengangkat teleponnya. Atau mungkin diam-diam suaminya memiliki wanita lain di belakangnya. Hal-hal negatif memenuhi pikiran Kiana. Kiana langsung mematikan panggilan teleponnya tanpa berbicara apa pun.


"Awas saja Mas Alan jika berani macam-macam di belakangku," gumam Kiana sambil mengepalkan satu tangannya.


Perasaan Kiana tak tenang karena belum mengetahui siapa wanita yang sudah berani mengangkat teleponnya di ponsel suaminya. Kiana memutuskan untuk pergi ke kantor menghampiri suaminya. Dia tak bisa diam begitu saja sedangkan suaminya sedang bersama dengan wanita lain.


Kiana sengaja memakai pakaian yang sexy agar terlihat lebih cantik dari biasanya.


Dengan di antar oleh sopirnya, kini Kiana telah sampai di kantor suaminya. Dia bergegas turun dari mobil saat mobil itu berhenti di depan kantor. Semua karyawati yang berpapasan dengannya menyapanya dengan ramah. Namun karyawan laki-laki menatap tak berkedip saat melihat istri bosnya itu terlihat begitu sexy. Beberapa dari mereka menelan ludah melihat kemolekan tubuh Kiana.


Kiana sudah berada di depan ruangan suaminya. Dia mengetuk pintu ruangan itu.


Tok tok


Tak lama, Alan membuka pintu ruangannya. Dia langsung menarik istrinya ke dalam begitu melihat pakaian yang di kenakan oleh istrinya seperti pakaian kurang bahan.


''Sayang, kenapa kamu memakai pakaian seperti itu?'' tanya Alan.

__ADS_1


''Terserah aku dong mau pakai pakaian seperti apa pun,'' jawabnya.


''Tidak biasanya kamu seperti ini, sayang. Biasanya kamu memakai pakaian yang tertutup.''


''Aku sengaja berpenampilan seperti ini agar Mas Alan tidak bermain api dengan wanita lain'' ucap Kiana.


''Mas tidak seperti itu kok, sayang. Mas hanya setia denganmu seorang,'' jawabnya.


''Bohong, jika Mas setia, lalu kenapa saat aku menelepon yang angkat malah seorang wanita. Siapa wanita itu?'' Kiana menatap suaminya penuh curiga.


''Wanita?'' Alan tampak mengingat-ingat. Namun dia sama sekali tak merasa jika ponselnya di pegang oleh seorang wanita. ''Maaf, sayang. Tapi Mas tidak pernah meminjamkan ponsel Mas ke seorang wanita. Mungkin saja kamu salah dengar,'' ujar Alan.


Kiana berubah kesal karena suaminya tak mau mengaku.


''Sayang, Mas ini bicara jujur. Kamu harus percaya dong,'' Alan sama sekali tak tahu kenapa istrinya berkata seperti itu. Karena Alan tak pernah merasa menerima panggilan telepon di hari ini.


''Aku kecewa sama Mas Alan,'' Kiana melepaskan tangan suaminya yang memegang tangannya. Lalu dia bergegas pergi dari sana.


Alan membiarkan istrinya pergi. Sepertinya istrinya memang sedang kesal kepadanya. Namun dia tak tahu apa yang membuat istrinya kesal seperti itu. Tadi istrinya bilang jika yang mengangkat teleponnya adalah seorang wanita. Alan langsung saja mengecek ponselnya, melihat riwayat panggilan. Ternyata benar jika istrinya sempat meneleponnya.


''Ini ada nama Kiana di riwayat panggilan, tapi aku tak merasa mengangkat telepon darinya. Lalu siapa yang mengangkat teleponnya?'' Alan bertanya-tanya dalam hatinya.


....

__ADS_1


....


Alan baru pulang kerja. Di tangan kanannya dia membawa bingkisan untuk istrinya. Tadi dia sengaja membelikan makanan kesukaan istrinya, agar istrinya tak lagi merajuk kepadanya.


Alan hendak membuka pintu kamarnya. Namun pintu itu terkunci dari dalam.


Tok tok


''Sayang, tolong buka pintunya,'' ucap Alan.


Sudah beberapa menit menunggu, namun istrinya tak juga membukakan pintu.


''Sayang, kamu di dalam kan? Kamu masih marah ya sama Mas?'' Alan sudah mencoba mengeraskan nada suaranya, namun istrinya tak juga menjawab.


Akhirnya Alan pergi dari sana. Dia menghampiri ibunya yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga.


''Al, kamu kok teriak-teriak? Ada apa dengan istrimu?'' tanya Bu Susan.


''Kia sedang kesal denganku, Mah. Katanya tadi dia meneleponku namun yang mengangkat panggilannya itu seorang wanita. Tadi Alan mengecek riwayat panggilan dan benar saja ada panggilan masuk darinya. Namun Alan tak merasa mengangkat panggilan itu,'' jelas Alan.


''Mungkin memang benar jika ada wanita yang berani mengangkat telepon dari istrimu. Coba deh kamu cari tahu hal ini. Jangan sampai masalah ini membuat hubunganmu dengan istrimu menjadi tak baik,'' ujar Bu Sintia memberikan saran.


''Mamah benar juga, nanti Alan akan mencoba mencari tahu. Alan akan kasih peringatan kepada orang yang sudah berani memegang ponsel Alan, dan berani mengangkat panggilan dari Kiana,'' ucap Alan.

__ADS_1


''Bagus, Nak. Jangan sampai ada pelakor di pernikahan kalian.''


__ADS_2