Pesona Kiana Andini

Pesona Kiana Andini
Episode.25


__ADS_3

Bu Sintia sudah meminta maaf kepada Kiana atas sikap Bu Dona yang tak baik kepadanya. Kiana sama sekali tak mempermasalahkannya. Lagian dia juga malas mengurusi hal yang tidak penting seperti itu. Yang terpenting, bagaimana pun sikap seseorang kepadanya, dia harus menghormatinya selagi umur orang itu lebih tua darinya.


Kiana, Alan, dan Bu Sintia sedang duduk bersantai di ruang keluarga.


''Sayang, karena sekarang kamu sudah menjadi istriku dan tak mungkin lagi bekerja, bagaimana jika aku mencari sekretaris penggantimu?'' Alan bertanya untuk meminta persetujuan istrinya.


''Terserah Mas Alan saja. Tapi awas ya jangan ganjen sama sekretaris yang baru nanti.''


''Kamu tenang saja, sayang. Suamimu ini hanya ganjen kepadamu saja kok,'' ucapnya.


''Al, lebih baik kamu cari calon sekretaris itu orang yang sudah kamu kenal saja,'' ujar Bu Susan memberikan saran.


''Ide bagus, Mah. Nanti deh coba Alan cari kandidatnya. Siapa tahu teman kuliah Alan dulu ada yang berminat menjadi sekretaris.


Kiana hanya menurut saja dengan suaminya. Yang terpenting suaminya tidak berbuat macam-macam dengan wanita lain.


''Tapi lebih baik kamu serahkan pekerjaan kamu dulu ke asistenmu, Al. Kamu dan Kiana harus pergi bulan madu,'' ujar Bu Sintia memberikan saran.


''Harus banget ya, Mah? Kan bulan madu bisa di rumah saja,'' ucap Alan.


''Tidak bisa begitu, Al. Kalian harus tetap pergi bulan madu.''


''Kalau Kia sih terserah Mas Alan saja, Mah. Kia tidak mau memaksakan,'' sahut Kiana menjawab.


Mungkin yang di katakan oleh ibunya ada benarnya juga. Sekarang Alan harus menikmati waktu berdua dengan istrinya sebagai pengantin baru.


''Baiklah, nanti Alan akan ajak Kia honeymoon ke luar negeri saja,'' Alan sudah memikirkan tempat yang cocok untuk menjadi tujuannya. Mungkin negeri sakura adalah tempat yang cocok.


''Nah mamah setuju,'' ucap Bu Sintia.


Kiana juga setuju dengan rencana suaminya yang ingin berbulan madu ke luar negeri. Kiana juga mengajak Bu Sintia untuk pergi bersama mereka, hanya saja Bu Sintia menolaknya dengan alasan tidak mau mengganggu bulan madu mereka.


....


....


Saat ini Kiana dan Alan sedang berada di pesawat. Kebetulan pesawat yang mereka naiki sudah ada di atas awan. Kiana tak henti-hentinya menatap ke luar. Ini ke tiga kalinya dia menaiki pesawat. Namun berbeda dari sebelumnya yang hanya pergi sendiri. Sekarang dia pergi bersama suami tercinta.


Tak terasa sudah cukup lama mereka berada di atas awan. Sekarang pesawat yang mereka naiki baru saja mendarat.

__ADS_1


Alan menatap istrinya yang sedang tidur sambil bersender pada sandaran tempat duduk.


''Sayang, bangun! Ayo turun! Kita sudah sampai nih,'' ucap Alan.


''Emm .... '' Kiana mengerjapkan ke dua matanya. Dia menatap sekitarnya, melihat beberapa penumpang yang sudah mulai keluar dari pesawat.


Kiana turun dari pesawat dengan menggandeng tangan suaminya. Karena kesadarannya belum kembali sepenuhnya setelah dia bangun tadi. Rasanya masih mengantuk sekali dan ingin kembali tidur.


''Sayang, nanti setelah ke hotel, kita mau langsung kemana?'' Alan bertanya kepada istrinya.


''Tidur saja di kamar, Mas. Aku masih mengantuk sekali,'' ucap Kiana.


''Baiklah, kalau begitu kita jalan-jalannya besok saja.''


Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari bandara.


Dengan menaiki taxi, kini mereka sudah sampai di hotel bintang lima terdekat dan tentunya ternyaman. Karena kenyamanan adalah yang utama bagi mereka.


Sesampainya di kamar, Kiana langsung saja merebahkan diri ke atas tempat tidur. Alan menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah istrinya itu.


''Sayang, lebih baik kamu cuci muka dulu, setelah itu baru lanjut tidur. Nanti wajah kamu jerawatan loh,'' kata Alan.


Beberapa detik kemudian Kiana sudah keluar dari kamar mandi. Dia langsung berbaring di atas tempat tidur.


Alan tersenyum memperhatikan istrinya yang sedang tidur.


"Sepertinya kamu kelelahan sayang. Mas juga ikut tidur saja deh," Alan ikut merebahkan diri di samping istrinya.


....


....


Siang ini Alan mengajak Kiana jalan-jalan ke beberapa tempat terkenal di Tokyo. Kiana terlihat begitu menikmati liburan mereka. Memang tidak salah mereka pergi ke jepang. Tempatnya benar-benar indah.


"Sayang, kamu lapar tidak? Kita cari makan dulu yuk!" Ajak Alan.


"Boleh, Mas. Kita cari restoran terdekat saja," ucap Kiana.


Mereka mengunjungi restoran terkenal di daerah sana. Baru juga masuk ke restoran, Alan mendengar seseorang memanggilnya. Alan dan Kiana menoleh ke samping. Alan tersenyum menatap wanita yang di kenalnya sedang duduk di salah satu kursi yang ada di restoran itu.

__ADS_1


"Stela, lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?"


"Kabarku baik, Al. Bagaimana denganmu sendiri? Lalu siapa wanita cantik yang ada di sampingmu?" tanya Stela.


"Kabarku baik juga. Oh iya kenalkan ini istriku namanya Kiana," ucap Alan.


Stela dan Kiana saling bersalaman. Stela mengajak mereka untuk duduk bersamanya. Lagian dia hanya sendirian.


Kiana terlihat bete karena suaminya sibuk bercengkerama dengan Stela yang merupakan teman kuliahnya.


"Al, ternyata kamu masih sama seperti dulu ya, asyik jika di ajak ngobrol," ucap Stela.


"Ya biasa saja sih, dari dulu aku memang seperti ini."


"Eh kamu ingat tidak, dulu itu kita pernah terjebak di dalam lift saat magang," Stela mengingatkan masa lalu mereka.


"Oh iya iya, saat itu kamu sampai pingsan kan ya. Sungguh itu kejadian paling menegangkan hidupku," ucap Alex.


"Benar, tapi aku beruntung memiliki teman sepertimu. Kamu selalu di sampingku dan menjagaku," ucap Stela.


Entah kenapa ucapan yang Stela lontarkan membuat Kiana serasa tak berselera untuk makan. Kiana menghentikan makannya lalu langsung menyeruput minuman miliknya.


Alan dan Stela masih asyik tertawa membahas masa muda mereka dulu.


"Mas, aku ke toilet dulu," Kiana meminta izin kepada suaminya.


"Iya, sayang. Jangan lama-lama ya," ucap Alan.


Kiana berlalu pergi menuju ke toilet. Namun dia juga membawa tas miliknya. Sesampainya di toilet, Kiana bercermin sambil menatap penampilannya. Dia mengambil lipstik dari dalam tas dan mulai memakainya.


Kiana tak lagi menghampiri suaminya, namun dia langsung pergi dari restoran. Alan tak tahu kepergian istrinya karena dia masih asyik mengobrol dengan Stela.


"Dari pada aku bete di cuekin, lebih baik jalan-jalan sendiri saja," gumam Kiana lalu dia menyetop taxi yang lewat.


Sudah lebih dari lima belas menit Kiana izin ke toilet, namun sampai sekarang belum juga kembali.


"Kia kok lama sekali ya di toilet," beberapa kali Alan menatap sekitar, namun istrinya belum muncul juga. Akhirnya dia pergi untuk mengecek keberadaan istrinya.


Alan tak melihat istrinya di toilet. Dia panik takutnya terjadi sesuatu kepada istrinya, atau mungkin ada yang menculik.

__ADS_1


__ADS_2