
Kailash kembali ke kantor usai menghadiri pertemuan dengan Brand yang telah mengajukan tuntutan kepada Audy serta agensinya.
Dari nilai tuntutan yang fantastis itu, Kailash telah bisa memangkasnya jauh berkali-kali lipat.
Pengacara itu mengajukan beberapa pertanyaan yang mana benarkah pihak Audy telah menyebabkan kemerosotan produk yang telah diiklankan. Kai juga minta perusahaan tersebut untuk transparan terhadap keuntungan sebelum dan sesudah Audy menjadi BA dan tak lupa selama beberapa hari ketika Audy mendapatkan kasus dengan wartawan yang telah dimaki olehnya.
Dan hasil dari penyelidikan tersebut, tidak ada perubahan signifikan sebelum dan setelah Audy terlibat kasus. Semua itu murni karena kinerja marketing produk tersebut.
Dan sebagai rasa permintaan maaf, Kailash selaku kuasa hukum pihak agensi, menawarkan uang jasa yang jumlahnya cukup lumayan untuk mengganti kerugian selama beberapa hari ini.
Ditemani oleh Leon PA-nya, Kai kembali ke kantor hukum milik papanya. Namun, dia tidak menemukan keberadaan Sandra baik itu di ruangan wanita itu ataupun di sudut kantornya.
Usut punya usut, usai menemui Santi Khan, dan memberikan konsultasi hukum untuk langkah yang akan artis wanita itu tempuh nantinya, Sandra dan Ajeng sempat kembali ke kantor. Tetapi, teman sesama pengacara Sandra mengatakan jika wanita itu keluar kembali bersama Ajeng tanpa menjelaskan ke mana tujuannya.
"Sepertinya mereka berdua sibuk, Pak. Selain itu, kami juga akan mengadakan syukuran penyambutan Sandra. Mungkin dia dan Ajeng lagi cari tempat." jelas Rosi, ketika Kai menanyai dirinya tentang keberadaan Sandra.
"Syukuran? Mereka ini kurang kerjaan," batin Kailash. Lalu dia menambahkan, "Reservasi bisa melalui sambungan telepon, 'kan? Supaya tidak banyak menyita waktu. ingat! kalian sudah saya bayar mahal."
Sepeninggalan Kailash, Rosi dan pegawai lain sempat berbisik dan menyebutkan jika Kai adalah atasan yang tidak berotak.
**
Tak sampai berjam-jam, Sandra dan Ajeng kembali dengan wajah penuh keceriaan. Ajeng terus memuji dan mengatasi jika Sandra adalah pengacara banyak akal.
Semua itu terbukti, jika pada awalnya Santi Khan kurang menghendaki adanya kuasa hukum yakni Sandra. Maka kini, semua berbalik arah. Dengan pengalaman dan kemampuan kerja Sandra.
Pengacara wanita itu dengan mudah mampu melebur selayaknya teman bagi Santi. Sehingga, artis wanita itu kini bisa menerima dan meluapkan apa yang dirasakan olehnya.
__ADS_1
Pokonya, kunci penting bagi Sandra adalah adanya niatkan dari klien untuk bercerai. Itu saja cukup, dan selebihnya, Sandra sendiri yang akan menanganinya.
"Mbak Sandra gak mau ngelapor dulu ke Pak Kailash?" tanya Ajeng ketika melihat pengacara baru di kantornya masuk ke ruang kerja Sandra sendiri. Sandra kurang paham seluk beluk kinerja pegawai di kantor ini.
"Harus sekarang? Nggak besok pas rapat pagi kita bahas, ya?"
"Nggak, Mbak ... biasanya setiap menyelesaikan tugas, para pengacara akan membagikan hasil meskipun hanya hal kecil. Karena itu bertujuan agar besok, kita bisa mencari solusi jika diperlukan." jelas Ajeng.
"Oh, gitu. Ya udah, deh aku ngadep bos dulu."
Tanpa ada rasa canggung ataupun rasa malu, Sandra hendak masuk ke dalam ruangan Kailash. Tak lupa dia mengetuk pintu ruangan itu sebelum masuk.
Barulah, ketika suara Kai mempersilakan dia masuk, Sandra berani melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan.
"Pak, saya ingin melaporkan hasil pertemuan dengan klien."
Sandra terus saja berdiri sebelum Kai menyuruhnya untuk duduk, "Tadi, ya? Aku ngumpulin bukti tambahan. Kan Bapak sendiri yang minta aku ambil kasus Bu Santi Khan."
"Oh, baguslah. Duduklah! apa yang kau bawa untuk disampaikan padaku?"
Sandra duduk, lalu mulai menjelaskan secara rinci langkah apa yang akan dia tempuh serta progres keberhasilannya nanti.
Jika dilihat dari antusiasme dan tatapan kedua matanya, tampak Kailash puas dengan hasil kerja pegawai barunya. "Jangan terbawa emosi, meskipun kalian berdua sama-sama wanita, tidak perlu sejauh itu membalas pihak lawan."
"Dih, kek dia bersih aja," Sandra mencela di dalam hatinya.
"Baik, Pak. akan saya ingat pesan Bapak."
__ADS_1
Usai melaporkan hasil temu dengan pihak Santi Khan, Sandra bangkit dari tempat duduknya hendak keluar dari ruangan Kailash.
"Oya, untuk acara nanti malam, kamu yakin akan mentraktir mereka semua?"
"Iya, saya sudah janji. Bapak mau ditraktir juga?" Tak salah bukan jika Sandra mengajak Kailash? Lagipula mereka semua adalah partner kerja. Traktiran yang tak seberapa ini, Sandra anggap sebagai sarana untuk mengenal satu sama lain.
"Gak, aku sibuk. Kamu aja yang pergi sama mereka."
Oh iya, Sandra lupa jika Kai sempat mengatasi jika dia hendak menemui Audy. Apakah sudah ataupun belum. Lagipula, seorang bos seperti Kailash, tidaklah pantas jika bergabung dengan bawahannya.
"Ya sudah, Bapak fokus saja dengan kasus Audy."
Ingin sekali Kai menjelaskan bahwa dirinya dan Audy tidak memiliki hubungan seperti yang Sandra pikirkan. Tetapi, apakah Sandra memikirkan hal seperti itu?
"Aku tidak menemuinya, Sandra. Kerjaanku banyak."
Sandra berbalik menghadap Kailash sebelum dia keluar dari ruangan bosnya, "Kenapa Bapak sibuk menjelaskan?" Dan juga, "Aku tidak peduli," imbuh Sandra, tetapi kata-kata terakhir hanya dia saja yang bisa mendengarnya.
"Aku tidak ingin kau salah paham, Sandra."
"Saya permisi dulu, Pak."
Bermanja dalam kata. Waktu bersama tak mampu mengurai. Segala duka kini menekan. Memaksa sesak menyeruak.
Perlahan rindu menyusup. Rasakan debar sepanjang hening. Cemburu tak terucap menyambar. Cengkrama pun jadi serasa hambar. Seperti itu yang kini dirasakan oleh pria bermata hitam pekat. Dia tak bisa lagi menggempur sekat di hati Sandra.
...----------------...
__ADS_1