Pesona Mantan

Pesona Mantan
Terjerembab Oleh Omongan Sendiri


__ADS_3

Kailash mempercepat langkahnya menuju tempat wanita yang dengan enteng sudah mengundang pria itu untuk mencapai kepuasan sempurna.


Bukan semangat agar lebih cepat menabur benih saja, tetapi Kailash naik pitam lantaran Sandra dengan santainya berucap akan mencari sosok pria lain selain dirinya jika Kai tidak bersedia.


Atas alasan tersebutlah, Kai tidak memedulikan apa-apa lagi. Karena, di benaknya hanya ada Sandra, Sandra dan Sandra saat ini.


Semua kekesalan Kailash itu diperparah lagi dengan tidak adanya Sandra di rumah. Tanpa ragu mendatangi rumah Sandra di rumah kedua orang tuanya. Tetapi, pria itu tak kunjung menemukan Sandra.


Dari pengurus rumah lah, Bang Kai mengetahui jika sudah dua hari ini Sandra tinggal di apartemen miliknya. Dia sengaja tidak pulang karena susana tegang dengan mamanya.


Sehingga, Kai memutuskan untuk menemui Sandra di tempat wanita itu berada. Tentu saja Kai sudah paham di mana tempat tinggal. Lama mengenal satu sama lain, membuat Kai lebih tahu seluk beluk Sandra dibandingkan dirinya sendiri.


Tanpa menunggu terlalu lama lagi, Kailash menuju unit Sandra dan terus menekan bel apartemen dengan tidak sabaran.


Merasa terganggu dengan bunyi bel yang tak kunjung mereda, membuat Sandra keluar dan mengecek, "Oh, ada apa?" tegur wanita itu dengan santai tanpa beban.


"Ada apa? Kamu masih bisa bertanya seperti itu?"


Kailash menelisik penampilan Sandra dari ujung rambut ke kaki jenjangnya. Wanita itu mengenakan atasan berupa kemben ketat di atas perut dengan outer berlengan panjang dengan bagian terbuka pada bagian depannya yang menjadi luaran.


Kebetulan, Sandra membuka pintu karena dia ingin pergi keluar.


"Mau ke mana?" tanya Kailash begitu dia mengetahui jika Sandra hendak keluar rumah karena wanita itu juga membawa clutch berwarna hitam senada dengan celana panjangnya.


"Aku ada janji dengan seseorang," jawab Sandra santai tanpa beban.


Teringat dengan ucapan Sandra yang mengatakan bahwa wanita itu akan mencari pria lain jika dirinya keberatan, membuat Kailash semakin naik pitam.


"Tidak perlu, aku akan melakukannya. Kamu bisa meminta hal itu padaku."


Sandra terdiam, kemudian dia menatap Kailash sekali, "Maaf banget, Bang Kai. Aku udah telat, besok kita bicara lagi."


"Sandra," Kailash menahan kepergian Sandra dengan menyambar tangan wanita itu kemudian menggenggam pergelangan tanga Sandra.


"Serius, aku ada janji malam ini."

__ADS_1


"Tidak bisa, tidak boleh. Kamu tidak boleh tidur dengan pria lain selain aku."


Sontak hal tersebut menjadikan Sandra melongo, "Bukankah dia tidak bersedia, lagipula siapa yang mau tidur dengan pria lain?"


"Bapak ini ngomong apaan, sih? Siapa yang mau tidur dengan pria? Aku ada janji temu."


"Tidak boleh, ayo kita tidur bersama!" Kailash menarik tangan Sandra dan membawa kembali pengacara wanita itu masuk ke dalam unit apartemen miliknya.


Alih-alih mengiyakan Kailash, justru Sandra memberontak karena ada hal penting yang harus dia lakukan. "Lain kali aja, Pak. Oh tidak, aku menarik ucapanku. Aku yang salah."


Namun, justru semangat Kai makin membara. Dia sama sekali tidak mengindahkan penolakan Sandra. Bahkan, pria itu semakin berambisi menerima tantangan dari Sandra.


"Bapak, Aku minta maaf ya, Pak. Aku udah salah sama Bapak."


"Kamu kira aku bapakmu?"


"Bang Kai, Bang Kai ... kamu tahu 'kan aku hanya iseng saja. itu tadi hanya cara agar aku bisa mendapatkan reaksi terhadap jiwaku. Sekarang tidak perlu lagi."


Persetan dengan kata-kata Sandra, Kailash tidak peduli dengan keluhan Sandra ataupun rayuan wanita itu. "Salah sendiri, kamu yang menyiram minyak ke bara api."


Kailash terus memaksa Sandra untuk membuka pintu apartemennya. Sedangkan, Sandra yang notabene si pengundang, kini ciut nyalinya setelah melihat kesungguhan dari Kailash.


Sandra bisa menilai dirinya tidak belok karena ada rasa yang tidak biasa ketika Kailash mulai meraba tubuhnya.


"Gue normal, iya normal."


"Aku belum yakin sebelum kita tidur bersama." jawab Kailash.


Seperti seekor serigala yang kelaparan, Kailash terus menerjang bagian atas tubuh wanita itu. Bahkan outer lengan panjang itu sudah terlepas dari badan Sandra. Hanya menyisakan kemben yang membungkus tubuh bagian atas wanita itu.


"Pak Kailash, saya normal. Yakin, deh."


"Sekalian saja aku mau mengetes jiwaku, siapa tahu aku yang kelainan, Sandra."


Bagaimana bisa kelainan? Kailash saja tidak membiarkan Sandra untuk melarikan diri darinya. Kelainan yang seperti apa menurutnya?

__ADS_1


"Pak, Pak Kailash normal. Straight, gagah dan perkasa."


"Belum tentu, aku belum mencobanya di atas ranjang. Kita lihat sejauh mana keperkasaannya."


"Rupanya gue salah cari musuh,"


Tak hanya melucuti pakaian Sandra, Kai bahkan sudah menanggalkan atasannya. Dia sama sekali tidak ragu ataupun malu lagi topless di depan Sandra.


Meski bukan kali pertamanya Kai menginap di apartemen Sandra. Namun, melakukan hal semacam ini adalah pengalaman perdana bagi keduanya.


Sehingga, setiap jengkal tempat itu mampu dikenali oleh Kailash tanpa harus membuka mata. Dalam keadaan tetapi berpelukan, Kai juga tak ragu memburu bibir manis wanita itu.


Dengan adanya penyerangan itu, napas Sandra semakin memburu hingga hampir kehabisan udara segar. Mantan kekasih Kai itu ngap-ngapan dengan gempuran pada bibir hingga masuk ke dalam rongga mulutnya.


Lokasi kegiatan itupun berpindah, Kailash membawa Sandra bergeser hingga hampir sampai masuk ke dalam kamar.


Kegiatan itu sempat terhenti karena tangan Sandra tak sengaja menyenggol pot berisi pilea. Tanaman perdu yang ditanam di pot kecil itu jatuh ke lantai.


Alih-alih berhenti, Kailash justru semakin berambisi dengan tetap lanjut dan berhasil masuk dalam kamar Sandra. Dia benar-benar sudah tidak tahan, selain itu, bukankah Sandra sendiri yang mengundang bosnya untuk tidur bersama?


"Astaga aku bisa gila jika dja terus seperti ini."


"Kamu yang minta loh, jadi jangan salahkan aku, Sandra."


Tetapi, jauh di dalam lubuk hati Kailash, dia tidak ingin merugikan Sandra. Jika malam ini berhasil, maka Kailash berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya yakni dengan menjadikan Sandra miliknya secara sah dan selamanya.


"Jadi kamu sudah dapat jawaban, Sandra?" Pria itu menjeda perbuatannya barang sebentar sembari memberikan Sandra kesempatan untuk berbalas.


Selain itu, Kailash juga bangga dengan melihat wajah merona wanita yang dia cintai itu. "Rupanya kamu juga menikmatinya, Sandra."


"Sudah, Bang Kai. Aku tidak belok. Jadi bisakah kamu melepaskan aku?"


"Tidak, kamu sendiri yang menginginkan kita ber cinta bukan? Mari lakukan dengan sungguh-sungguh!"


Jika Kai sudah tak memiliki rasa malu lagi dengan topless di depan Sandra. Maka, kali ini pria itu harus melakukan hal yang sama terhadap Sandra.

__ADS_1


Atas perlakuan Kai, kain pembungkus bagian atas tubuh Sandra itu mampu terlepas begitu saja hanya dengan satu kali sentakan.


Tak puas melihatnya saja, Kailash langsung menerkam sesuatu yang indah itu. Hal tersebut tidak boleh disia-siakan olehnya, bukan?


__ADS_2