
Kailash termenung di ruangannya. Kedua manik kehitaman khas asia itu terus saja menatap berkas kasus milik Audy.
Pelakon wanita itu meminta bantuan Kai guna menyelesaikan permasalahan yang dia hadapi. Sebagai pekerja seni di dunia hiburan, setiap gerak-gerik Audy selalu diawasi oleh pemburu berita.
Dan kasus yang menimpa Audy ada hubungannya dengan pihak pemburu berita artis tanah air. Audy dilaporkan oleh salah satu wartawan yang merasa telah menerima tindakan tidak menyenangkan. Tindakan itu berupa kata-kata kasar yang terlontar dari mulut manis Audy.
Sebagai publik figur, sudah selayaknya Audy bisa menahan diri. Namun, justru wanita itu melontarkan kata kasar di depan awak media. Sehingga pihak jurnalis mengecam tindakan artis muda tersebut.
Oleh karen itu, semalam usai mendapatkan protes dari pihak jurnalis, Audy langsung menghubungi Kailash. Dia telah menunjuk pengacara tampan itu sebagai kuasa hukumnya.
"Kau ini suka sekali berbuat onar!" rutuk Kailash kala datang menemui Audy.
Keduanya telah kenal satu sama lain jauh sebelum kasus ini terjadi. Audy merupakan anak dari salah satu relasi Prada. Sehingga, mudah sekali bagi Audy untuk mendapatkan jalan mencari Kailash.
"Pokoknya Kakak harus bantu aku. Aku tidak mau karierku hancur karena masalah ini." ucap Audy dengan nada manja kepada Kailash.
Terlihat cukup jelas jika artis wanita itu begitu tergila-gila dengan Kailash. Bahkan wanita yang gemar berpakaian sek si tersebut tak jarang mengumbar bagian sen sualnya di depan Kailash.
Dan dari mulut Greta pula lah, Sandra mendapatkan kabar jika Kailash sering tak pulang karena sibuk dalam masalah pekerjaan. Bahkan, untuk menarik simpati Sandra, Greta juga menambah kabar jika Kailash melakukan semua ini hanya karena pria itu menginginkan sebuah pengakuan saja.
"Dia banyak mengambil kasus yang datang di kantor. Katanya seminggu bisa menangani tiga sampai empat kasus sedang."
"Kenapa aku mikirnya Tante Greta melebih-lebihkan kesibukan Kailash, apa dia ingin menarik simpatiku?"
"Kai sempat menawari Sandra kerjasama, Tante. Tapi, hingga detik ini Sandra masih ingin bekerja sendiri." tolaknya.
"Dia mengajakmu bergabung di kantor? Kantor itu sangat penting dan berharga di hati Prada. Jadi, Kailash berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjalankan bisnis papanya.
"Karena itulah, Sandra tidak mau bergabung. Karena kita memiliki visi dan misi yang berbeda. Kailash yang teguh dalam pendiriannya, sedangkan Sandra sendiri tipe orang yang cukup santai, Tan."
**
Kabar dilaporkannya Audy sudah membanjir kanal infotainment baik itu digital maupun televisi. Selain kasus Audy, kantor hukum Kailash juga menerima sebuah kasus pekerja seni lain yang juga dilaporkan oleh suaminya atas tuduhan per zina han.
Komentar-komentar tajam di akun kedua artis tersebut, kini merembet hingga ke akun media sosial kantor hukum Kailash.
Sebagai pemimpin tempat usaha, Kai harus membereskan kekacauan ini melalui tim hubungan masyarakatnya. Selain sibuk membatasi komentar jahat, pihak Kailash juga kebanjiran telepon yang banyak menanyakan perihal kasus tersebut. Mereka banyak berasal dari relasi pekerjaan Kailash dan juga beberapa awak media yang begitu gigih mendapatkan informasi paling aktual.
Jika sekali dua kali, mungkin orang akan mengira ini lumrah. Tetapi, komentar jahat ini makin menjadi sehingga berita ini sudah masuk ke ranah konsumsi publik.
Bahkan Sandra juga secara tidak sengaja membaca beberapa komentar karena postingan akun gosip masuk ke dalam beranda media sosial yang Sandra ikuti.
"Makin terkenal aja, sih! jika terus seperti ini, kantor hukumnya akan booming. Lumayan juga dia bisa numpang viral." kata Sandra, meskipun begitu jauh dalam hati nuraninya, dia tak sampai hati jika membaca ketikan jari para netizen yang tidak tahu-tahu dengan kasus itu.
Merasa sibuk menghujat akun artis dan juga akun kantor hukum Kailash. "Mereka kira pengacara itu hanya pesuruh, apa? Bisa-bisanya mereka mencemooh pihak itu." komen Sandra dengan tatapan tak lepas dari layar ponsel dalam genggamannya.
"Meskipun sudah membatasi komentar, beberapa oknum memanfaatkan bergulirnya kasus ini sebagai sarana numpang viral.
Sandra hendak mengetik sebuah komentar. Namun, jemarinya berhenti karena dia menahan ikut serta, "ah ... ini bukan urusanku." Dia mengurungkan niatnya untuk membalas komentar jahat netizen.
__ADS_1
Pucuk dicinta, nama bede bah itu muncul di layar ponsel Sandra. Usut punya usut, Sandra rupanya belum menghapus nomor kontak Kailash. Dan setali tiga uang dengan Sandra, Kailash juga belum mengubah nomor ponselnya dari dulu.
Dia sengaja memberi waktu Kai untuk menunggunya sebelum Sandra mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya. "Halo, ada apa?"
"Sandra, tidakkah kau merindukan aku?"
"Apa pekerjaan menjadi pengacara cukup sulit bagimu hingga membuat otakmu bergeser, Bang Kai?" Dia mencemooh Kailash yang baru saja menguji kesabarannya.
Mungkin pekerjaan sebagai pengacara sekaligus CEO kantor hukum papanya, membuat Kai kehilangan sebagian isi otaknya.
"Tidak, bisakah kita bertemu? Aku ingin mendiskusikan sesuatu padamu,"
"Ini sudah cukup larut, Bang Kai. Besok saja."
"Aku maunya sekarang! jika kau menolak, aku akan datang ke rumahmu. Oh aku juga bisa menemui kedua orang tuamu."
Sandra terlonjak dari tempat duduknya, sekonyong-konyongnya Sandra tersadar atas hantaman dari ancaman Kai padanya. Sejak kejadian tiga tahun yang lalu, mama sandra begitu marah bahkan membenci Kailash. Sempat Sandra mendengar dari penuturan bibi pekerja di rumahnya jika mama Sandra pernah mengusir dan memarahi Kailash karena memutuskan hubungan dengan Sandra.
"Kau jangan macam-macam! jangan bikin salah paham, dong!"
"Jika begitu, temui aku sekarang juga!" perintah Kai sama persis seperti arogasi CEO breng sek di drama romantis.
...****************...
Kesepakatan pembicaraan malam itu berhasil menggugah hati Sandra untuk menandatangi kontrak kerja dengan firma hukum Kailash.
Sebagai pegawai baru, sudah sepantasnya Sandra datang tepat pada jam masuk kerja. Dia tidak boleh mencetak catatan buruk dengan telat masuk kantor. Sehingga, Sandra harus berangkat lebih awal karena jarak dari rumah ke kantor yang cukup jauh. Meski dengan hati yang ogah-ogahan, tak pelak membuat Sandra datang seperti yang telah dia janjikan.
"Untung saja kontrak kerja yang kuambil hanya setengah tahun." keluhnya di dalam hati saat kedua manik Sandra tak lepas dari beberapa poin wajib yang harus dia penuhi.
"Setelah mengisi ini, Anda bisa menghadap asisten Pak Kailash untuk mulai bekerja. Karena beliau yang akan menjelaskan pekerjaan Anda selanjutnya." Karyawati itu mempersilakan Sandra undur dari ruangannya dan bergegas ke tempat Leon.
Salah bagi Sandra jika dia telah menduga Leon tak ubahnya seperti Kailash. Rupanya angan Sandra salah menerka Leon. Pria dengan kedua lesung pipi itu cukup ramah menyambut kedatangan Sandra.
"Pak Kailash belum tiba, Anda bisa mulai bekerja di kantor ini. Ini ruangan Anda. Semoga Mbak Sandra betah." Tak hanya ramah, Leon juga mengulas senyum hingga membuat kedua lesung pipinya menonjol keluar.
"Makasih banyak, Pak ... " Sandra menahan kalimatnya karena belum sempat mengetahui nama pria yang diajaknya bicara.
"Leon, panggil saja saya Leon. Saya PA Pak Kailash."
"Pak Leon, makasih banyak, ya!"
"Jangan panggil Pak, dong. Kesannya kaya saya tua banget." Meski terlihat umur mereka tak jauh berbeda. Namun, usia Leon yang jauh lebih muda dari Sandra membuat pemuda itu menghormati Sandra sebagai seniornya.
"Eh ... " Sandra juga paham jika Leon merupakan angkatan di bawahnya. Meskipun begitu, Sandra tidak membedakan hal itu dengannya.
Kemudian, Leon keluar dari ruangan Sandra usai mendengar sedikit keributan di luar ruangan Sandra. Selain menyiapkan semua keperluan Kailash untuk urusan pekerjaan, Leon juga merangkap sebagai tameng Kailash.
"Ada apa, Jeng?" Suara Leon terdengar terengah-engah mendatangi Ajeng yang kini bertugas sebagai resepsionis.
__ADS_1
Wanita berambut hitam itu sepertinya telah banyak menahan emosi. Semua itu terlihat dari raut wajah Ajeng yang sudah kusut tak berseri lagi.
"Nih, Mas Leon. Agensi Audy tidak terima setelah beberapa brand memutus kontrak dengan artis Audy. Bahkan salah satu Brand menuntut management agensi dengan nilai fantastis." Suara Ajeng bergetar menjelaskan kepada Leon.
Tak berselang lama, Kailash datang ke kantor dan melihat kebisingan di lobi kantor hukumnya. Guna meminimalisir pertikaian, Kai menawarkan pihak agensi Audy untuk berbicara di ruang meeting dan akan dibahas bersama Pengacara di kantor ini.
Selain pihak Agensi dan Audy, Kailash juga meminta pengacara senior untuk membahas kasus penuntutan Audy.
Selentingan kabar yang menyebutkan Audy memiliki hubungan spesial dengan Kailash sampai ke telinga Sandra. Wanita itu tanpa sengaja mendengar kasak-kusuk dari pengacara yang lain.
"Kena karma kali tuh artis, lihat aja tingkahnya. Mentang-mentang deket ama bos kita."
"Hust jangan keras-keras, nanti bos iblis itu denger bisa berabe." Seorang wanita yang lebih senior melerai mereka.
Aktivitas mereka terhenti, lantaran Sandra keluar dari ruangan dan berjalan di samping genk penggosip tadi, "Mbak Sandra mau ke ruang rapat juga? Bareng kita, yuk!" ajak seorang wanita yang lebih muda tadi.
"Iya nih, apel kita pagi ini bisa menambah gula darah." celoteh si senior.
Sebelum membuka layanan, para pengacara senior akan melakukan rapat pembahasan kasus dan progres kerja. Untuk pengacara muda atau asisten pengacara lain, mereka akan menunggu perintah dari atasan mereka.
"Ayuk, Sandra." Pengacara yang lebih senior dalam hal hukum dari Sandra itu mengajak Sandra memasuki ruang rapat.
Dalam perjalanan menuju ruang rapat, Sandra memberanikan diri untuk berkenalan dengan pengacara senior tersebut, "Bu Rosi udah lama kerja di sini?"
"Saya sudah bekerja sejak dinasti ayah Pak Kailash. Selain saya, ada Pak Wawan yang juga lebih senior di sini." jawabnya dan memberikan kepuasan di hati Sandra.
Sandra berjalan mendahului Bu Rosi dan dengan spontan berbalik ke belakang untuk menghadap Rosi, "Mohon bantuannya, Bu Rosi. Semoga kita bisa menjadi partner yang baik."
Dan Rosi pun menyambut hangat perkenalan dari Sandra, "Hei bocah, aku sudah banyak mendengar tentangmu. Kau ini pengacara perceraian, bukan?"
Sontak Sandra terperangah tak percaya jika Bu Rosi mampu mengenali dirinya, "Kok Bu Rosi tahu?"
"Hei, aku pernah melihatmu di pengadilan agama. Betapa sempit dunia pengacara, Sandra?"
Keduanya menahan tawa karena langkah mereka hampir sampai di ruang rapat. Di dalam ruangan diskusi itu, sudah ada artis cantik yang duduk di sebelah Kailash lengkap dengan dandanan yang beraneka warna di wajahnya.
"Ya ampun, itu ondel-ondel bangun jam berapa, sih? Jam sembilan aja udah mewarnai mukanya." bisik Rosi usai meletakkan pan tatnya di kursi samping tempat duduk Sandra.
"Aish ... ini orang tidak menyukai Audy," gumam Sandra dalam hati karena dia mendengar jika Rosi mencemooh Audy. Namun, tak salah jika Rosi membenci Audy, di tempat umum seperti ini, wanita itu tak malu bergelayut manja di lengan Kailash.
"Kak, ini bukan salahku. Aku takut sekali, loh!" Nada suara manja Audy meminta pertolongan dari Kailash.
Sebelum memulai pembahasan, lebih dulu Leon membuka rapat pagi ini dengan pengantar kasus sebelumnya. Kasus-kasus lain yang belum terselamatkan akan dibahas satu-satunya hingga mencapai progres yang diinginkan termasuk salah satunya kasus Audy.
Meskipun belum menunjuk pengacara utama dalam kasus Audy, Kailash sempat menangani masalah yang menimpa artis wanita itu.
"Bagaimana jika kamu saja yang mengambil kasus ini, Sandra?" pinta Kailash.
"Maaf, Pak ... saya tetap pada pendirian saya. Saya hanya akan mengambil kasus perceraian."
__ADS_1
Audy merasa tersinggung, "Siapa dia? Beraninya menolak Kakak? Orang baru aja sok-sokan."
****************