Pesona Mantan

Pesona Mantan
Membakar Dapur Pak Kailash


__ADS_3

Penolakan dari Sandra tak lantas membuat Kailash terus menuruti kemauan wanita itu. Pria jangkung itu tetap mengatakan agar Sandra tinggal di rumah miliknya.


"Tapi ini tidak lama 'kan, Bang Kai? Aku hanya perlu tinggal di sini beberapa hari saja bukan?" Wanita itu terus berkicau serta mengikuti ke manapun Kailash melangkahkan kakinya.


"Emang kamu mau berapa lama? Terserah aku, yang punya rumah itu aku. Jika aku memintamu untuk tinggal selamanya gimana?'


Bagaimana bisa Kailash mengatakan agar Sandra tinggal di rumah ini selamanya. Jangankan tinggal selamanya, satu kantor dengan pengacara tidak waras saja sudah Sandra tahan agar tetap bertahan. Lha ini, tinggal bersama selamanya.


Di kantor ketemu, lalu di rumah bertemu apa Sandra tidak mati bosan?


Sandra menyilangkan dua tangannya di da da ketika Kai duduk di ruang kerjanya, "Gak asik, ah. Masa iya di kantor ketemu kamu terus di rumah juga. Kaya gak ada hiburan lain."


Jika dulu ketika masih menjalin hubungan, baik Sandra ataupun Kailash terjebak dalam pekerjaan yang cukup menyita waktu mereka. Jangankan untuk bertemu, waktu untuk saling menyapa lewat sambungan telepon saja sering terlewat. Dan kini, Kai meminta untuk terus bersama.


"Ini kompensasi waktu yang terbuang dahulu, anggap saja aku akan membayarnya plus bunganya."


**


Sejak malam kemarin, Sandra sudah membunyikan terompet gencatan senjata dengan Kailash. Pengacara wanita itu bersedia tinggal di rumah Kailash dengan sebuah syarat.


Yakni, dia ingin agar Kailash tidak merugikan Sandra selama tinggal di rumah Kai. Termasuk juga Sandra ingin sebuah kamar khusus yang tidak boleh dimasuki oleh Kailash sendiri.


"Permintaan buruk, ini rumahku!" sela Kailash tadi malam karena Sandra kekeuh tidak ingin Kailash memasuki wilayah teritorialnya.


Dan pagi ini, sepanjang sejarah di rumah Kailash, baru pagi ini terdengar riuh karena hadirnya Sandra. Suara wanita itu terdengar hingga ke lantai dua tempat beristirahat Kailash selama ini.


Begitu Kailash keluar dari kamarnya karena kegaduhan di lantai bawah, tidak sengaja seorang bibi pengurus rumah lewat di dekat Kailash. "Pagi, Pak!"


"Berisik amat sih, Bi?"


"Nona Sandra dan pengurus rumah lain sedang di dapur. Sepertinya mereka memasak bersama."

__ADS_1


Pandangan mata Kailash yang tidak mempercayai pendengarannya menelisik, "Masak? Sejak kapan wanita itu bisa memasak?' gumamnya pelan.


Belum juga bibi pengurus rumah berjalan hendak turun ke lantai bawah usai bersih-bersih di lantai dua, terdengar suara teriakan Sandra dari lantai bawah.


Sekonyong-konyongnya, Kailash memacu langkah hingga berlari menuruni puluhan anak tangga untuk menyelamatkan Sandra yang tengah berada dalam masalah.


Dari teriakannya, Sandra terdengar ketakutan. Kailash tidak ingin terjadi apa-apa dengan pujaan hatinya.


"Ada apa?" Kailash sampai di dapur yang terpantau penuh asap kehitaman hingga membuat perih di mata.


Segera saja Kailash menarik Sandra agar wanita itu enyah dari dapur rumahnya. "Kamu tidak apa-apa? Bagaimana keadaanmu Sandra?"


ART Kailash yang lain saling berdatangan untuk membantu. "Segera panggil pemadam kebakaran!" pinta Kailash.


"Tidak, Pak. Api sudah padam, hanya tinggal asap saja. " jelas bibi yang bersama Sandra karena kobaran api di atas kompor sudah bisa dijinakkan oleh kain tebal basah.


"Bi, kenapa ini bisa terjadi?" Kailash menginterogasi semua pekerja di rumahnya yang dia nilai tak becus menjaga Sandra.


Sontak Kai menoleh ke arah Sandra atas pengakuan wanita itu. "Maksudmu?"


Sandra mulai menjelaskan, "Bi Rukiyah akan menyusun makanan di meja makan, lalu aku menawarkan untuk menunggu goreng ayam. Tapi karena kelalaianku, wajannya terbakar karena kelamaan di angkat."


Meskipun Sandra hampir membakar rumahnya. Namun, Kailash tidak bisa untuk menyalahkan wanita itu. Sehingga dia hanya bisa berkata, "Lain kali hati-hati!"


Sontak perkataan Kailash itu, membuat beberapa pengurus rumahnya saling pandang. Karena Kailash tumben tidak marah-marah. Selama ini, pria minim ekspresi itu tak jarang seiring mengultimatum orang jika melakukan kesalahan meski sekecil apapun.


"Tetap diam! jangan lakukan hal bodoh, Sandra maka hidupmu akan aman tentram."


Sandra masih tidak bisa mencerna kalimat Kailash, "Apa memasak adalah hal bodoh?"


"Tentu saja! sudah tahu tidak bisa memasak, untuk apa susah payah memasak? Aku ini cari istri, bukan cari ART Sandra."

__ADS_1


Kurang baik apa coba Kailash? Menjadi istrinya tidak susah, tidak perlu memasak jika tidak bisa. Tidak perlu bersih-bersih jika tidak ada waktu karena semua itu akan ada yang melakukan. Kai hanya ingin seorang wanita yang bisa menerimanya dan bisa memuaskan tentunya.


"Bi, minta kepala pelayan untuk mengatur renovasi dapur. Dan untuk kamu Sandra, jangan sekali-kali masuk dapur lagi. Sekarang kamu bisa selamat, bagaimana jika terluka? Aku juga yang repot."


"Sue luh, perhitungan amat jadi laki?" kutuk Sandra dalam hati.


"Jangan memaki aku! jadi bini kudu manut."


"Eh gue bukan bini lu, ya! garis bawahi, aku tidak mau."


**


Demi keselamatan Sandra, wanita itu kini berangkat kerja dalam satu mobil bersama Kailash. Meskipun pagi tadi tragedi ayam goreng tengah bergejo lak. Namun, hal itu tidak mempengaruhi suasana.


Kailash tetap berharap agar Sandra bisa belajar sehingga tidak teledor lagi. Sedangkan Sandra? Wanita itu tetap bertahan satu lingkungan dengan Kailash.


Selain itu, Sandra juga sempat menyinggung untuk kembali ke apartemen selama dapur Kailash di renovasi.


"Bagaimana boleh?" bujuk Sandra dalam perjalanan ke kantor.


"Hmmm." Kailash masih menimang-nimang permintaan Sandra. Dia terdiam sebentar lalu, menjawab, "Boleh, tapi aku juga akan pindah ke sana demi keselamatanmu."


Niat untuk menghindari Kailash, malah membuat wanita itu semakin sulit melepaskan diri dari genggaman Kailash.


"Oya, nanti coba kamu bersikap biasa saja terhadap Leon! lakukan seperti sebelum tahu latarbelakang pemuda itu. Selebihnya, aku yang akan mengurus semuanya."


Permintaan Kailash ini, tidaklah sulit dilakukan oleh Sandra. Wanita itu cukup pandai melakukan peran apapun bahkan berpura-pura. "Baiklah, Pak."


"Anak pintar, di kantor manggil Bapak, di rumah nanti panggil sayang, ya?" Hendak menyentuh kepala Sandra dengan tangan kiri yang bebas dari stir mobil. Tetapi, Sandra menjauhkan kepalanya dari jangkauan Kai.


'Kamu emang gak waras, ya?"

__ADS_1


Kai mengancam Sandra akan membeberkan rahasia di antara mereka berdua jika Sandra tidak patuh dengannya.


__ADS_2