Pesona Mantan

Pesona Mantan
Tim yang Solid


__ADS_3

Sekali lagi, satu kasus terselesaikan oleh firma hukum Kailash. Kasus Audy ditutup oleh sebuah pernyataan maaf yang disampaikan oleh artis wanita itu melalui sebuah jumpa fans.


Atas saran dari pihak kuasa hukum, management Audy menyelenggarakan acara penting itu untuk mengamankan posisi Audy di ranah hiburan tanah air.


Artis wanita itu dengan kesediaan yang tinggi telah menundukkan kepala seraya meminta maaf kepada oknum media tersebut. Tidak hanya itu saja, Audy juga berjanji akan selalu mengingat hal ini di setiap langkahnya.


Begitu pula dengan kasus Santi Khan, meski belum ditutup, Sandra telah mengantongi beberapa bukti yang memberatkan suami Santi. Dia sangat yakin akan memenangkan sidang cerai artis senior tersebut.


Pada hari ketiga ini, Sandra datang ke kantor seperti biasa. Wanita itu mengenakan rok plisket berwarna hitam yang dikombinasikan dengan kemeja lengan panjang dengan warna senada.


Dengan tubuh tingginya, Sandra tampak menawan karena menjulang selayaknya model peragaan busana. Terlebih lagi, wajah cantiknya, banyak orang yang menyangka jika Sandra adalah selebritis.


"Pagi Ajeng," sapa Sandra.


Ajeng yang terkesima dengan wajah ayu Sandra, seperti tersihir selama sekejap, "Pa-pagi, Mbak Sandra."


Usai melewati lobi, Sandra berjalan menuju ruangannya dan mulai mempersiapkan berkas yang akan dia bahas nantinya di rapat pagi ini.


Kantor hukum Kailash memang bukan satu-satunya kantor penyedia jasa di bidang hukum di kota ini. Namun, yang menarik pada kantor ini adalah adanya kekompakan tim dalam segala aspek. Selain sering memenangkan kasus, pengacara di kantor hukum ini juga disenangi oleh para klien karena selalu loyal dengan pekerjaan dan good looking.


Selain banyak mempekerjakan kaum milenial, kantor hukum ini juga banyak dituju oleh beberapa seniman atau artis tanah air untuk membantu memecahkan kasus mereka.


**


Sama seperti jadwal pagi mereka, para pengacara berkumpul di ruang rapat guna membicarakan progres dan hasil dari kasus yang ditangani.


Semuanya tak bersuara ketika Kailash diikuti oleh Leon masuk ke ruang rapat. Namun, seketika pandangan mata Kai langsung tertuju pada bagian bawah Sandra.


Wanita yang kini sedang duduk dengan santai itu tidak menyadari jika dirinya menjadi bahan tatapan mata Kai.


Sempat mendengus kesal, Kai pun akhirnya duduk di tempatnya. Sebelum membuka rapat, pria itu ingin menyampaikan sedikit uneg-uneg.

__ADS_1


"Kantor kita telah banyak dikenal khalayak, jadi saya mohon kesediaan kalian semua untuk menjaga nama baik kantor kita ini."


Semua orang mendengar kata-kata Kailash dengan saksama. Tidak ada satupun orang yang berani melawan ataupun menentang Kailash.


Usai berkata demikian, Kai akan menanyai satu persatu pengacara rekanan dalam kasus yang mereka tangani.


Tanpa terkecuali Sandra, wanita itu menjadi bulan-bulanan Kailash Kai terus menolak saran dan upaya Sandra. Entah setan apa yang merasuki Kai.


Seperti menyimpan dendam, Kai terus mengkonfrontasi Sandra di ruang rapat. Sandra yang tidak terima, kini balas memelototi Kai dengan kesal.


"Setelah rapat ini, kau keruanganku, Sandra." ucap Kai sebelum meninggalkan ruang rapat.


Teman Sandra yang lain berbisik pelan di samping Sandra agar tidak terdengar oleh Kailash. "Kurasa saranmu tadi cukup tepat, Sandra. Tapi kenapa Pak Kailash menolak usahamu, ya?" Teman Sandra menyayangkan upaya wanita itu.


"Nggak tahu aku, mungkin menurut Pak Kailash kurang tepat. Aku akan mengganti metode pendekatanku." Buru-buru Sandra pamit keluar terlebih dahulu karena tidak enak Kai telah menunggunya.


Wanita itu berjalan lebih cepat agar bisa menyeimbangi langkah jenjang Kailash. Leon buru-buru membuka pintu ruangan Kai begitu melihat bosnya hendak masuk.


Dan, sebelum menutup kembali, Leon juga mempersilakan Sandra masuk. Setelah itu, barulah Leon keluar dari ruang kerja Kailash dan pemuda itu akan melanjutkan pekerjaannya.


"Iya, Pak. Saya akan mencari cara lain untuk menangani kasus Santi. Rekam medis saja tidak cukup kuat untuk barang bukti."


Kailash tidak menyangka dengan jawaban Sandra, tanpa dia sadari, Kai menyentak kepalanya dan memijit pelan pelipis pria itu.


"Apa kau tidak ada baju lain, Sandra?"


Sandra tersentak dengan pertanyaan konyol Kailash, sontak Sandra melihat penampilannya dengan spontan usai Kai bertanya demikian, "Apa ada yang salah, Pak?"


"Kau pikir tempat ini adalah catwalk? Aku tidak mau tahu, buang rok pendekmu itu dan jangan pakai lagi. Ini kantor, Sandra."


"Ya elah, Pak. Saya tahu ini kantor. Milik Bapak, bukan layar tancep."

__ADS_1


Merasa tidak perhatikan oleh Sandra, kembali Kailash memelototi wanita yang masih berdiri di depannya. "Kuberi kau waktu tiga puluh menit, segera ganti baju itu dan kembali bekerja!"


"Bos edan, lu kate di sini ada kamar pas, bisa ganti model lain. Gue mau cari ke mane buat ganti?" Sandra mengutuk Kai di dalam hatinya.


Meski begitu, nyatanya Sandra tidak keberatan dengan perintah Kailash. "Baik, Pak."


"Jika kau kembali dengan pakaian seperti itu lagi, jangan salahkan aku jika aku membukanya di ruangan ini." ancam Kailash.


Sandra membanting pintu ruangan Kailash ketika keluar. Dia tidak peduli dengan daun pintu yang menjadi pusat kemarahannya.


Beberapa rekan kerjanya yang kebetulan berada di sekitar depan ruangan Kai menyangka jika Sandra mendapatkan remidi dari pekerjaannya. "Gimana, Mbak? Ganti metode ulang, ya?"


"Bos sarap, dia!" umpat Sandra dengan wajah menahan amarah kemudian tanpa memedulikan apapun, Sandra masuk ke dalam ruangannya.


Sandra mencari kunci mobil untuk mengambil pakaian cadangan yang biasanya selalu dia bawa di mobil.


Tanpa pegawai Kai tahu, Kailash memerintahkan salah satu karyawannya untuk meminta dibuatkan seragam karyawan. Kai juga berpesan, "Pokoknya bagaimanapun tak masalah asal pakai celana panjang dan atasan yang sopan. Segera suruh designer itu ke sini untuk mengukur semua pegawai tanpa terkecuali."


Usai mendengar permintaan atasannya, pegawai yang masih shock itu menggunjingkan permintaan nyeleneh dari Kailash.


"Bos makin ke sini makin aneh, ya? Masa iya penampilan kita di liat sedetail itu?" celoteh Ajeng yang kebetulan ikutan dalam grup gibah.


Tak hanya Ajeng, Bu Rosi yang senior pun juga merasa tak masuk akal dengan permintaan Kailash.


"Emang selama ini kalian belum tahu jika bos kita edan?" ejek Sandra yang telah mengganti bajunya.


"Loh, Mbak Sandra kenapa ganti baju?" tanya teman yang lain.


"Aku kena SP dari bos, dia bilang aku ini contoh yang tidak baik untuk firma hukum ini," jawab Sandra menirukan kalimat serta gaya bicara Kailash tadi padanya.


"Ah ribet, Ah ... mana kaya anak panti asuhan. Ya kali kita ke persidangan dengan baju yang sama, bisa tengsin dong?" Ajeng menambahi.

__ADS_1


"Aku mau protes!" ucap Sandra berapi-api.


****************


__ADS_2