
Ucapan dari mulut Kailash yang terdengar tajam, nyatanya bisa menjadi sebuah cambuk semangat bagi Sandra. Selain ingin menguji sejauh mana pemahaman tentang berbagai kasus, Sandra juga ogah jika harus menyerah begitu saja dengan meminta bantuan dari Kailash.
Dan bahkan, Sandra menambah jam kerjanya hanya untuk mempelajari kasus yang siang tadi diberikan oleh Kai. Pulang lebih lambat dari jam kerjanya, membuatnya berjalan gontai menuju tempat parkir.
Kailash sendiri juga masih berkutat dengan pekerjaannya. Meskipun begitu, Kai tak jarang beberapa kali memantau Sandra dari kamera pengawas di kantor. Atas laporan OB yang mengatakan jika Sandra masih sibuk bekerja di ruangannya itulah, Kai tak tega rasanya menyebabkan Sandra bekerja terlalu keras.
Pengacara wanita itu berjalan dengan langkah gontai ke parkiran mobil. Namun, sial ... ban mobil miliknya kempes. "Ah sial!" Sandra mengutuk pelan sebelum dia membuka pintu dan melihat ban mobil depannya kempes.
"Mbak Sandra? Baru pulang?" sapa Leon yang kebetulan juga hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Oh, Pak Leon. Mau pulang juga?" tanya Sandra pada PA Kailash itu.
Tetapi, meskipun begitu Sandra sama sekali tidak menaruh kecurigaan terhadap Leon yang tidak bersama dengan Kailash. Sudah selayaknya jika PA selalu menemani atasan mereka.
"Kenapa? Kempes?" tebak Leon begitu melihat ban mobil Sandra kehilangan angin yang mengisinya.
"Iya, nih. Mana buru-buru."
"Mau ikut sama aku? Aku antar Mbak Sandra pulang mau?" Leon terlihat ramah dengan menawari Sandra sebuah tumpangan.
Hendak menerima ajakan Leon. Namun, Sandra justru tersentak dengan kedatangan seorang pria dari arah belakang, "Dia akan pulang denganku! kami sudah janjian."
"Bang Kai?" Sandra menoleh ke belakang usai mendengar kata-kata Kai tadi.
Gagal sudah niat Leon untuk mendekati Sandra malam ini, "Pak Kailash, oh saya hanya memberikan bantuan pada Mbak Sandra."
"Terima kasih, tapi kamu tidak usah repot-repot, Leon. Oh iya, segera kerjakan tugas yang kuberikan tadi padamu!"
Kailash mengajak Sandra menuju mobilnya. Bahkan Kailash sama sekali tidak memedulikan bagaimana wajah Sandra ketika dia memaksa wanita itu masuk ke Ford Everest miliknya.
"Masuklah, kita perlu bicara!"
"Ada masalah lagi ya, Pak?" Benar, tanpa peduli seperti apa reaksi Sandra, Kai memasukkan paksa wanita itu duduk di samping kemudi.
__ADS_1
"Aku akan menjelaskan di jalan,"
"Sepertinya ada yang tidak beres dengannya, tak pernah aku melihat keseriusan seperti ini."
Usai mobil mulai berjalan, wajah Kai berangsur santai. Dia bisa bernapas lega. Bukan karena cemburu atau semacamnya, ini lebih serius dari kata cemburu.
"Lihatlah!" perintah Kai agar wanita di sampingnya itu melihat sebuah rekaman kamera pengawas dari gadget miliknya.
"Gila ya? Kamu masang CCTV di mobilku?"
"Permasalahan bukan itu, Sandra. lihat baik-baik hingga selesai."
Sejak tadi mengawasi Sandra dari sore, rekaman kamera di mobil Sandra juga tak luput dari intaian Kailash.
Dalam video yang berdurasi tak sampai sepuluh menit itu, Sandra melihat seorang pria muda tengah mendatangi mobil miliknya dan melakukan sebuah tindakan di luar batas. Pria itu mencoba menusuk ban mobil Sandra.
"Leon? Apa aku tidak salah lihat?" Sandra sontak tidak percaya jika Leon telah melakukan perbuatan tersebut.
"Awalnya aku juga tidak percaya, selama ini anak itu tak pernah sekalipun melakukan kesalahan pada perusahaan ini. Dan aku juga mempercayainya. Tetapi karena tindakannya kali ini, aku tidak akan tinggal diam."
"Mungkin dia memiliki alasan, Bang Kai."
"Alasan sebesar apapun itu, tindakannya Salah. Dan aku tidak akan tinggal diam jika ada orang yang berusaha menyakiti kamu."
Sebenarnya ucapan Bang Kai tadi terdengar manis. Namun, rupanya hati Sandra belum bisa tergerak. "Ya sudah, besok aku akan menegurnya. Aku masih harus mengerjakan semua kasus yang kamu berikan, Pak."
.
"Kamu tenang saja, tidak akan ada orang yang berani mengusik kamu selama ada aku."
Tanpa mereka duga, perjalanan dari kantor sudah mendekati batas akhir. Karena obrolan tadi juga, Sandra tidak menyadari jika jalan yang dilalui oleh mobil Kailash, bukanlah jalan menuju rumah atau apartemen Sandra.
Barulah, ketika mobil benar-benar berhenti, Sandra tersadar jika Kai telah membawanya ke alamat lain, "Loh, kenapa kamu bawa aku ke rumahmu?"
__ADS_1
'Di sini lebih aman, aku sudah menyiapkan sebelum mengejarmu ke tempat parkir tadi
Tempat aman yang Kailash maksud adalah rumah pribadi yang dia miliki sendiri dari jerih payahnya sebagai seorang aparatur negara dulu.
"Aman dari mana? Emang aku kenapa?"
Usai melihat tindakan melanggar hukum Leon tadi, Kailash sempat mengecek latar belakang kehidupan Leon. Kailash sendiri mengakui bahwa dirinya kecolongan ketika menerima recruitment pegawai baru.
Dia mendapatkan laporan dari anak buahnya bahwa Leon adalah anak dari wanita yang menyimpan dendam dengan papanya.
Kailash sempat mengetahui jika Amora yang juga merupakan anak tiri dari omanya. Keberadaan wanita itu sudah lama tak terendus oleh keluarganya. Namun, kini keturunan Amora berada sangat dekat dengannya.
Sehingga, Kai harus lebih protektif lagi terhadap Sandra. Dia sadar bahwa lawannya kini bukanlah orang sembarangan. Seseorang yang diliputi oleh dendam, bisa kembali lebih kuat berkali-kali lipat.
"Menurut lah, Sandra. ini demi kebaikan kamu."
"Emang harus segitunya, ya? Aku juga punya tempat tinggal yang cukup aman."
Sebelum membawa paksa Sandra masuk ke rumahnya, Kai ingin menjelaskan terlebih dahulu garis besar yang menjadi masalahnya.
"Kamu tahu sendiri, mantan jaksa seperti aku ini memiliki banyak musuh. Baik itu musuh yang sudah kujebloskan ke penjara ataupun musuh yang memiliki dendam di masa lalu."
"Kamu ini ngomong apaan, sih? Apa hubungannya musuhmu denganku. Yang mereka incar kan kamu, Bang Kai. Bukan aku."
"Karena kamu adalah ... Aku tidak mau kamu menjadi sasaran empuk mereka. Yakinlah padaku, Sandra. ini demi kebaikan kita."
"Bang Kai, aku bukan anak kecil lagi. Dan lagipula aku bisa jaga diri. Jadi, kamu tidak perlu berlebihan seperti ini padaku." Sandra kekeuh menolak tinggal di rumah Kailash. Bagaimana jadinya jika kedua tangannya tahu jika anak semata wayangnya tinggal di tempat mantan pacar yang sudah mencampakkan hubungan mereka dulu.
"Aku akan bertanggungjawab terhadapmu, atas keselamatan serta kebahagian kamu. Jadi jangan menolak." Kai menarik paksa Sandra agar bersedia keluar dari mobil SUV itu dan tinggal di rumah Kailash.
"Bang Kai, aku tidak mau!"
"lepaskan!"
__ADS_1
"Bagaimana jika orangtuaku dan orangtuamu tahu aku tinggal di sini?"
Namun, alih-alih menjawab Kailash tidak peduli dan terus menarik tangan Sandra untuk masuk ke dalam rumah miliknya.