Pesona Mantan

Pesona Mantan
Gejolak Hati Sandra


__ADS_3

Kesepakatan pembicaraan malam itu berhasil menggugah hati Sandra untuk menandatangi kontrak kerja dengan firma hukum Kailash.


Sebagai pegawai baru, sudah sepantasnya Sandra datang tepat pada jam masuk kerja. Dia tidak boleh mencetak catatan buruk dengan telat masuk kantor. Sehingga, Sandra harus berangkat lebih awal karena jarak dari rumah ke kantor yang cukup jauh. Meski dengan hati yang ogah-ogahan, tak pelak membuat Sandra datang seperti yang telah dia janjikan.


Begitu dia masuk kerja, lebih dulu Sandra melapor sebagaimana yang seharusnya. Sandra menghadap bagian kepegawaian. Dan karyawan Kailash membimbing Sandra untuk mengisi dokumen kerja serta memahami isi kontrak.


"Untung saja kontrak kerja yang kuambil hanya setengah tahun." keluhnya di dalam hati saat kedua manik Sandra tak lepas dari beberapa poin wajib yang harus dia penuhi.


"Setelah mengisi ini, Anda bisa menghadap asisten Pak Kailash untuk mulai bekerja. Karena beliau yang akan menjelaskan pekerjaan Anda selanjutnya." Karyawati itu mempersilakan Sandra undur dari ruangannya dan bergegas ke tempat Leon.


Salah bagi Sandra jika dia telah menduga Leon tak ubahnya seperti Kailash. Rupanya angan Sandra salah menerka Leon. Pria dengan kedua lesung pipi itu cukup ramah menyambut kedatangan Sandra.


"Pak Kailash belum tiba, Anda bisa mulai bekerja di kantor ini. Ini ruangan Anda. Semoga Mbak Sandra betah." Tak hanya ramah, Leon juga mengulas senyum hingga membuat kedua lesung pipinya menonjol keluar.


"Makasih banyak, Pak ... " Sandra menahan kalimatnya karena belum sempat mengetahui nama pria yang diajaknya bicara.


"Leon, panggil saja saya Leon. Saya PA Pak Kailash."


"Pak Leon, makasih banyak, ya!"


"Jangan panggil Pak, dong. Kesannya kaya saya tua banget." Meski terlihat umur mereka tak jauh berbeda. Namun, usia Leon yang jauh lebih muda dari Sandra membuat pemuda itu menghormati Sandra sebagai seniornya.


"Eh ... " Sandra juga paham jika Leon merupakan angkatan di bawahnya. Meskipun begitu, Sandra tidak membedakan hal itu dengannya.


Kemudian, Leon keluar dari ruangan Sandra usai mendengar sedikit keributan di luar ruangan Sandra. Selain menyiapkan semua keperluan Kailash untuk urusan pekerjaan, Leon juga merangkap sebagai tameng Kailash.

__ADS_1


"Ada apa, Jeng?" Suara Leon terdengar terengah-engah mendatangi Ajeng yang kini bertugas sebagai resepsionis.


Wanita berambut hitam itu sepertinya telah banyak menahan emosi. Semua itu terlihat dari raut wajah Ajeng yang sudah kusut tak berseri lagi.


"Nih, Mas Leon. Agensi Audy tidak terima setelah beberapa brand memutus kontrak dengan artis Audy. Bahkan salah satu Brand menuntut management agensi dengan nilai fantastis." Suara Ajeng bergetar menjelaskan kepada Leon.


Tak berselang lama, Kailash datang ke kantor dan melihat kebisingan di lobi kantor hukumnya. Guna meminimalisir pertikaian, Kai menawarkan pihak agensi Audy untuk berbicara di ruang meeting dan akan dibahas bersama Pengacara di kantor ini.


Selain pihak Agensi dan Audy, Kailash juga meminta pengacara senior untuk membahas kasus penuntutan Audy.


Selentingan kabar yang menyebutkan Audy memiliki hubungan spesial dengan Kailash sampai ke telinga Sandra. Wanita itu tanpa sengaja mendengar kasak-kusuk dari pengacara yang lain.


"Kena karma kali tuh artis, lihat aja tingkahnya. Mentang-mentang deket ama bos kita."


"Hust jangan keras-keras, nanti bos iblis itu denger bisa berabe." Seorang wanita yang lebih senior melerai mereka.


"Iya nih, apel kita pagi ini bisa menambah gula darah." celoteh si senior.


Sebelum membuka layanan, para pengacara senior akan melakukan rapat pembahasan kasus dan progres kerja. Untuk pengacara muda atau asisten pengacara lain, mereka akan menunggu perintah dari atasan mereka.


"Ayuk, Sandra." Pengacara yang lebih senior dalam hal hukum dari Sandra itu mengajak Sandra memasuki ruang rapat.


Dalam perjalanan menuju ruang rapat, Sandra memberanikan diri untuk berkenalan dengan pengacara senior tersebut, "Bu Rosi udah lama kerja di sini?"


"Saya sudah bekerja sejak dinasti ayah Pak Kailash. Selain saya, ada Pak Wawan yang juga lebih senior di sini." jawabnya dan memberikan kepuasan di hati Sandra.

__ADS_1


Sandra berjalan mendahului Bu Rosi dan dengan spontan berbalik ke belakang untuk menghadap Rosi, "Mohon bantuannya, Bu Rosi. Semoga kita bisa menjadi partner yang baik."


Dan Rosi pun menyambut hangat perkenalan dari Sandra, "Hei bocah, aku sudah banyak mendengar tentangmu. Kau ini pengacara perceraian, bukan?"


Sontak Sandra terperangah tak percaya jika Bu Rosi mampu mengenali dirinya, "Kok Bu Rosi tahu?"


"Hei, aku pernah melihatmu di pengadilan agama. Betapa sempit dunia pengacara, Sandra?"


Keduanya menahan tawa karena langkah mereka hampir sampai di ruang rapat. Di dalam ruangan diskusi itu, sudah ada artis cantik yang duduk di sebelah Kailash lengkap dengan dandanan yang beraneka warna di wajahnya.


"Ya ampun, itu ondel-ondel bangun jam berapa, sih? Jam sembilan aja udah mewarnai mukanya." bisik Rosi usai meletakkan pan tatnya di kursi samping tempat duduk Sandra.


"Aish ... ini orang tidak menyukai Audy," gumam Sandra dalam hati karena dia mendengar jika Rosi mencemooh Audy. Namun, tak salah jika Rosi membenci Audy, di tempat umum seperti ini, wanita itu tak malu bergelayut manja di lengan Kailash.


"Kak, ini bukan salahku. Aku takut sekali, loh!" Nada suara manja Audy meminta pertolongan dari Kailash.


Sebelum memulai pembahasan, lebih dulu Leon membuka rapat pagi ini dengan pengantar kasus sebelumnya. Kasus-kasus lain yang belum terselamatkan akan dibahas satu-satunya hingga mencapai progres yang diinginkan termasuk salah satunya kasus Audy.


Meskipun belum menunjuk pengacara utama dalam kasus Audy, Kailash sempat menangani masalah yang menimpa artis wanita itu.


"Bagaimana jika kamu saja yang mengambil kasus ini, Sandra?" pinta Kailash.


"Maaf, Pak ... saya tetap pada pendirian saya. Saya hanya akan mengambil kasus perceraian."


Audy merasa tersinggung, "Siapa dia? Beraninya menolak Kakak? Orang baru aja sok-sokan."

__ADS_1


****************


__ADS_2