Pesona Mantan

Pesona Mantan
Goal?


__ADS_3

Seorang wanita berambut basah dengan handuk yang melilit tubuhnya berjalan gontai keluar dari kamar mandi. Dia menemukan note di secarik kertas yang bertuliskan bahwa pria yang baru saja menenggak kenikmatan bersama dengannya telah pergi dan berjanji akan kembali ke apartemen ini sesegera mungkin.


Sandra, wanita yang baru saja membersikan diri itu langsung meremas kertas itu hingga tak berbentuk lagi. Dia merasa kecewa, marah karena telah bertindak bodoh hingga tidak bisa menentukan mana yang salah dan mana yang benar.


Dia sungguh menyesali perbuatannya karena sudah memancing seekor rubah masuk ke dalam rumahnya.


Tanpa terasa kini, kedua mata wanita yang pernah memadu kasih dengan Kailash itu dibanjiri oleh air mata. Tangis sedu sedan itu tak tertahan lagi. Sedang dia tahu, kini Sandra sudah menyesali perbuatannya.


"Sungguh bodoh, aku bodoh sekali sudah memercayainya."


Siapa sangka, orang yang sudah dengan enteng mengambil barang berharga miliknya kini meninggalkan sandra begitu saja. Tidak seharusnya Kailash melakukan hal tersebut.


Tersadar dari masa penyesalan, Sandra mulai bangkit. Dia, bangkit dan meraih pakaian di dalam lemari untuk segera dia kenakan. Karena Sandra tidak boleh terus larut dalam masa penyesalan itu.


**


Kailash mempercepat langkah jenjangnya guna mencapai unit yang akan dia datangi. Kombinasi angka untuk masuk ke dalam apartemen talah dia hapal di luar kepala. Cukup mudah baginya untuk mengakses tempat tinggal itu karena Sandra belum juga mengubah password rumahnya.


Berhasil membuka pintu, pria bertampang lebih serius dari biasanya itu segera mencari keberadaan Sandra. Karena kedatangannya ini dirasa sungguh telat dari perkirakan. Kailash menghabiskan banyak waktu di luar untuk pekerjaan ketimbang menemani Sandra usai kegiatan panas yang telah mereka jalani.


Namun, nahas. "Dia mengunci pintu kamarnya." keluh pria dengan tinggi 184cm itu.


Benar sekali, sial bagi Kai karena tidak bisa menemui Sandra. Semua itu karena sang wanita tidak memberinya kesempatan untuk masuk kembali ke dalam kamar. Sebab Sandra sudah mengunci dari dalam.


"Dia pasti marah, lagi pula ini sudah hampir pagi."


Sehingga, Kai memutuskan untuk merebahkan dirinya pada sofa panjang yang berada di ruang tamu. Yah setidaknya tempat ala kadarnya itu bisa dia jadikan seolah menjadi tempat sandaran untuk mengusir rasa lelah yang bersarang di tubuhnya.


Sebenarnya, Kai jarang beristirahat dengan cukup. Terlebih selama dua hari ini dia ada kegiatan di luar kota. Tetapi, adanya Sandra dan bercinta dengan wanita itu bisa mengobati segalanya. Rasa lelah hilang seketika karena gai rah itu. Bahkan malam ini hingga menjelang pagi saja, Kai masih bekerja karena dia telah mendapatkan suplemen penunjang semangatnya.


**

__ADS_1


Di pagi hari, Sandra dikejutkan oleh keberadaan Kailash yang tengah tertidur di sofa ruang tamu. Pria yang berbaring dengan kemeja putih itu tidak menyadari jika tatapan mata Sandra mengarah tajam kepadanya.


"Sedang apa kamu di sini?" betak wanita itu dengan nada kesal.


"Hm ... ini masih cukup pagi, Sandra. tidakkah kamu kasihan melihatku kurang istirahat?"


"Kamu pikir apartemenku ini hotel? Atau rumah singgah? Atau shelter anjing?'


Tega, sungguh tega Sandra pada Kailash yang telah menyamakan pria itu dengan seekor binatang peliharaan. Setidaknya, saat ini juga Sandra masih kesal dengan apa yang telah Kai lakukan padanya.


"Darling, kamu ini kesambet apa? Sejak tadi marah-marah? Bukankah keinginanmu sudah kupenuhi semalam?"


Kedua manik kehitaman wanita itu membulat sempurna, bagaimana bisa Kailash mengungkit masalah mereka semalam. "Semua itu salahmu, aku sudah mengatakan jika tidak perlu melakukannya. Karena kini kamu sudah ingat, maka aku bisa mengajukan gugatan hukum padamu. Tindakanmu semalam sudah merugikan aku lahir batin,"


Wanita itu terus saja menyerocos tiada henti. Kini, Kailash tak ubahnya seperti seorang terpidana yang duduk di kursi pesakitan menunggu dakwaan jaksa penuntut seperti Sandra.


"Tapi, kamu menyukainya, bukan?"


"Yang benar saja, buktinya kamu mende sah karena aku." Posisi kini berbalik dengan terdakwa yang berbeda.


"Bang Kai ... aku tidak tahu ya, ada manusia mesum sepertimu." Sandra kesal hingga berbalik dengan tangan terlipat ke dalam da da.


"Baiklah, baiklah aku akan bertanggungjawab padamu karen sudah merugikan lahir batin seperti yang kamu katakan."


Tetap saja, rugi bagi Sandra meskipun Kailash bertanggung jawab padanya. Wanita itu tetap bergeming dan enggan menoleh ke arah Kailash. Sandra lebih memilih berjalan ke arah lain guna menyiapkan berkas yang akan dia bawa ke persidangan Santi Khan.


"Aku akan menikahimu," ucap Kailash dengan nada serius. Tak hanya itu saja, Kai tampak melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Sandra dari arah belakang.


"Kita menikah, seperti yang kamu mau." ucap Kailash lagi, meyakinkan Sandra karena bersedia menikah dengannya.


Tanpa menoleh sama sekali, "Telat."

__ADS_1


Kailash tahu di mana letak kesalahannya, sehingga dia berharap agar Sandra sudi menerimanya kembali.


"Sandra, perasanku masih sama seperti dulu."


Sandra menepis semua itu, dengan kasar pengacara wanita itu melepaskan pelukan Kailash padanya, "Seharusnya itu kamu ucapkan tiga tahun yang lalu. Kini, semuanya telah berakhir dan aku tidak berniat menikahi siapapun."


Hati Kailash terasa getir. Jika bisa, mungkin hati pria itu hendak berteriak sekuat-kuatnya. Hatinya tercabik-cabik. Tangisnya tertahan, dan ingin sekali pria itu berteriak mengatasi jika dia menyesal telah menyakiti Sandra.


Kai hanya ingin mencintai Sandra seorang saja. Baik itu di kehidupan ini hingga kehidupan selanjutnya. Dia telah membuat Sandra menangis pilu dan juga menghancurkan impian mereka untuk bersama.


Tapi sekarang, Kailash bahkan ingin mengais sisa-sisa rasa dalam hati Sandra untuknya.


Jadi, Kai rela melakukan apa saja. Bahkan kalau perlu bersimpuh dan meminta Sandra kembali padanya.


"Beri aku kesempatan sekali lagi, Sandra. Aku menyesal telah melukai dan menghancurkan masa depan kita."


"Pak Kailash, saya hanya seorang karyawan di kantor Bapak. Hubungan kita sudah lama berakhir. Sebaiknya, Bapak tinggalkan tempat saya ini seperti Bapak meninggal impian kita dulu."


Bohong saja jika hati Sandra tidak pilu, Wanita itu sekuat tenaga menahan agar bendungan air matanya tidak jebol lagi. Sudah terlampau banyak air mata yang tumpah karena Kailash. Kini, sudah waktunya Sandra menata kembali kehidupannya.


Dia, Sandra akan merindukan masa lalu mereka melebihi cara menghapusnya. Kenangan itu akan kembali menumpahkan air mata, jauh dibanding hari ini.


Seperti takdir, Sandra tidak akan pernah memiliki orang seperti Kai lagi. Hanya Kailash lah, hanya dia yang bisa memberinya kebahagiaan sebanyak air mata yang tumpah karena luka.


Sandra berharap agar mereka berdua bahagia. Seperti itulah doanya ketika mengucapkan "Selamat tinggal" pada cintanya tiga tahun yang lalu.


Hatinya sudah tahu, Dan perasaan kesepian itu pasti akan meledak kelak.


Akan tetapi, Sandra akan terus mencoba untuk menyembunyikannya. Tapi, dia tidak bisa menyembunyikannya. Karena Kailash sudah menjadi hatinya.


Air mata itu akan selalu dia ingat, memenuhi setiap rongga di hati Sandra lagi dan lagi. Dan dia akan mencoba menghapus kenangan itu. Tapi, Sandra tidak bisa menghapus semuanya. Karena pria itu pernah menjadi segalanya bagi Sandra.

__ADS_1


__ADS_2