
Sebagai seorang ibu dari Sandra, mamanya memiliki insting yang kuat tentang putri semata-wayangya. Terlebih lagi, ketika wanita paruh baya itu melihat gelagat dari Sandra yang tak biasa.
Sehingga, mama Sandra mendesak putrinya agar mengaku tentang hal yang terjadi tanpa harus ditutupi.
"Mama tahu bukan jika pekerjaan sebagai pengacara itu bisa membahayakan. Sehingga pihak kantor memberikan perlindungan bagi Sandra, mah." jelas Sandra mulai berdalih agar orangtuanya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Papa Sandra berdehem, "Tak mengapa jika kamu dekat lagi dengan Kailash, Sandra. Hanya saja, papa harap kamu bisa memilih mana yang terbaik bagimu."
Tetapi, lagi-lagi mamanya menyela, "Nggak bisa gitu dong, pah. Kailash sudah nyakitin Sandra. Seenaknya aja kini ngajak balikan. Mama gak setuju."
"Mama, Sandra juga tidak menjalin hubungan yang lebih dengan Kailash."
Tetap saja, mama Sandra masih enggan dan keberatannya jika putrinya kembali bersama dengan Kailash.
Usai menengok keadaan kedua orangtuanya, Sandra bertolak menuju tempat tinggalnya bersama A11. Meski identitas wanita itu belum diketahui oleh Sandra, tetapi wanita kesayangan Kailash itu kini sudah lebih akrab lagi dengan A11. Semua itu terbukti dengan adanya suasana yang hangat dalam mobil.
A11 tidak keberatan jika harus berbincang dengan Sandra. Sempat Sandra bertanya pada A11, "Kamu udah lama berkecimpung di pekerjaan seperti ini?"
"Sudah, Bu."
Meski terkesan sangat dan hanya seperlunya, A11 masih bersedia mengobrol dengan Sandra. Karena bagaimanapun juga, dia harus menciptakan suasana yang nyaman selama melindungi Sandra, seperti permintaan Kailash.
Mobil pengawal masih terlihat mengikuti mereka dari arah belakang. Hanya saja, para pengawal itu masih memberikan jarak aman agar Sandra tidak merasa sesak dan tertekan.
Namun, siapa yang menyangka dari arah belakang, sebuah motor yang dikendarai oleh pria berhelm full face membuntuti mobil Sandra tanpa diketahui arah datangnya.
Sontak saja, A11 semakin meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, wanita berambut pendek itu juga memberikan kode kepada para pengawal melalui alat komunikasi mereka.
Tak ingin penguntit itu menyentuh keselamatan Sandra, membuat para pengawal yang berada di jarak aman segera menyusul dari arah belakang dan mengejar pengendara motor itu.
Sempat ada adegan pepet memepet antara pengendara motor dengan mobil pengawal. Dengan kemampuan dua pengemudi tersebut, kedua tak ada yang mau mengalah.
Pun sama halnya dengan A11, wanita itu mengatakan kepada Sandra agar berpegangan, "Bu, duduklah dengan nyaman dan pegangan erat-erat karena ada yang mengikuti kita."
"Ba-baiklah. Hati-hati, ya?" Wajah Sandra yang awalnya cerah, kini berubah seketika. Wanita itu tidak mengangkat jika permintaan Kailash agar dia lebih hati-hati rupanya nyata adanya.
"Kenapa mereka benar-benar mengejar aku?" batin Sandra. Namun, meski begitu, dia sangat percaya secara penuh jika A11 akan melindungi dirinya seperti janji wanita itu kepada Kailash.
"Apa ada yang bisa kubantu?" tanya Sandra seketika.
"Bu Sandra hanya perlu duduk dengan nyaman."
__ADS_1
Adrenalin Sandra berpacu lebih kencang, dia tidak menyangka jika adegan seperti ini bukan hanya berada pada scene di film laga saja. Melainkan, Sandra kini merasakannya.
Karena kemampuan anggota pengawal yang ditugaskan oleh Kailash di atas rata-rata, sehingga mereka mampu melumpuhkan tindakan pengendara motor itu.
Tim pengawal yang merasa jika pengendara motor itu cari mati saja, langsung menabrak ban belakang motor itu hingga laju motor dapat terhenti seketika.
Begitu pria berjaket kulit itu mampu dilumpuhkan, para bodyguard itu berlari keluar dan menangkap pria yang mereka duga sudah mengancam keselamatan tuan mereka.
"A11, segera bawa nyonya ke tempat aman! kami akan membawa orang ini ke markas," pinta salah satu dari pengawal yang kini memberdirikan motor pria itu dan menaikinya.
Sedangkan pengawal yang lain, telah melumpuhkan pria itu dan membawanya masuk ke mobil agar mudah digelandang ke markas mereka.
"Baik," sahut A11 dengan singkat.
Wanita berambut pendek itu kembali melanjutkan perjalanan mengantar Sandra ke apartemennya.
"Sudah aman, Bu."
"Syukurlah ... terima kasih."
"Tentu, Bu. Ini sudah tugas kami."
"Aku bisa mengunci dari dalam, di apartemen ini aman. Karena ini wilayahku." bujuk Sandra. Pengacara itu merasa kurang nyaman jika ada orang asing di dalam rumahnya.
"Saya akan menunggu hingga Pak Kailash tiba bersama pengawal lain."
"Masih ada berapa banyak pengawal, sih?"
Sandra berakhir dengan kata menyerah dengan adanya A11. Meskipun begitu, hati Sandra juga tak tega dengan sosok pengawal wanitanya.
Selain menyediakan pakaian ganti yang sudah ditolak oleh A11 karena tidak cocok dengan gayanya, Sandra juga menyiapkan makan malam ala kadarnya untuk A11.
"Maaf, hanya ini yang bisa ku buat untukmu, aku kurang pandai memasak." jelas Sandra usai membawakan A11 sepiring spaghetti instan hasil jerih payahnya dalam memasak.
"Bu Sandra tidak usah repot-repot."
"Tidak, ini tidak repot. Dan aku yakin ini layak dimakan karena aku sudah mengikuti anjuran di kemasan."
"Lah, emang selama ini dia tidak pernah makan ini?" batin A11.
"Biasanya aku tinggal dengan orangtuaku, tapi baru beberapa hari ini kami tinggal terpisah. Jadi, ini adalah pengalaman pertama aku masak spaghetti ini." terang Sandra dengan menahan malu.
__ADS_1
Emang, ya. Bini bos mau nggak bisa masak juga gak masalah. Hari ini masih mending bisa jadi spaghetti. Tadi pagi, bahkan Sandra hampir membakar dapur Kailash.
"Bagaimana rasanya?" desak Sandra usai mengamati A11 mengunyah dan menelan masakan yang dia buat.
"Lumayan, Bu!" jawab A11 singkat, "Tapi masih agak keras,"
"Kayaknya aku gak bakat masak, deh. Baiklah aku akan belajar lebih giat lagi. Agar orang yang menyayangi aku senang memakan masakanku."
Dalam hati A11 ngedumel tentang wanita cantik yang ada di depannya itu, "Aku tidak yakin jika Pak Kailash akan baik-baik saja setelah makan masakan Bu Sandra."
"Bu Sandra tidak perlu repot-repot, saya yakin jika Pak Kailash akan bahagia dengan Bu Sandra meskipun Anda tidak memasak untuknya,"
Sandra memandang A11 yang saat ini tengah menyuapkan kembali makanan khas Italia itu ke mulutnya, "Aku tidak berniat belajar memasak untuk Kailash,"
**
Cukup lama A11 menemani Sandra di apartemen pengacara wanita itu. Bahkan karena menunggu kepulangan A11, Sandra tidak bisa lagi menahan kantuknya yang mendera. Semua itu terlihat dari banyaknya intensitas Sandra dalam menguap.
"Bu Sandra tidur saja, nanti saya yang akan menjaga di sini."
Meskipun menahan kantuk, Sandra masih ingin terjaga agar bisa menemani A11 di apartemennya.
"Bu, istirahatlah. Saya akan berjaga di sini."
Alhasil, Sandra bergeser ke arah sofa dan merebahkan tubuhnya di kursi empuk itu, "Aku akan menemanimu."
Namun, tak sampai 10 menit wanita itu sudah memejamkan mata meninggalkan A11 yang masih terjaga untuknya.
Barulah pada tengah malam, A11 diijinkan kembali dan beristirahat di rumahnya usai Kailash datang.
"Kembalilah, dan besok segera ke sini seperti waktu kerjamu. Untuk waktu lembur hari ini, aku sudah mengirim pembayaran ke akun bankmu."
Wanita berambut pendek itu hendak menyela Kailash karena menilai jika atasannya itu terlalu bermurah hati.
"Jangan membantah, segera pulang. Dan terima kasih sudah menjaganya untukku,"
"Terima kasih juga, Pak. Saya senang bekerja untuk Bu Sandra. Beliau orang yang baik."
"Aku tahu,"
Dan A11 pun pamit, pada saat wanita itu keluar dari apartemen Sandra, A11 melihat beberapa pria berbadan kekar sedang berjaga di depan unit Sandra. Semua itu menandakan betapa pentingnya pengacara wanita itu bagi atasannya.
__ADS_1