Pesona Mantan

Pesona Mantan
Tak Ingin Usai


__ADS_3

Mendengar jika Kailash pergi hanya berdua bersama Leon, membuat hati kecil Sandra terketuk untuk tidak memikirkan pria itu. Kendati demikian, Sandra masih memiliki rasa gengsi yang cukup tebal dari dompetnya. Sehingga, berulangkali wanita itu menimang untuk menghubungi Kai ataupun tidak.


Sandra terus memikirkan Kailash, sambil menggenggam ponsel di tangan kanannya, wanita itu bermonolog dalam hati, "Bagaimana jika mereka akan berkelahi? Menelisik watak Bang Kai, tidaklah mungkin jika pria itu akan diam saja."


Sedangkan tangan kiri Sandra terus mengetuk bolpoin yang dia genggam. Nafasnya memburu Senin-Kamis lebih heboh dari menunggu hasil ujian advokasi.


"Bukankah ini aneh? Aku tidak mau mendengar berita bahwa seorang pengacara telah menganiaya anak buahnya." Sandra sudah memutuskan, dia akan mencerca Kailash saat ini juga.


Jemari lentik wanita itu terampil mencari kontak Kailash dalam memori kontaknya, pucuk dicinta belum sempat Sandra menekan gambar telepon untuk memanggil Kailash, rupanya pria itu lebih dulu meneleponnya.


"Turunlah di tempat parkir! Ada sesuatu untukmu." ucap Kailash dalam panggilan telepon itu.


"Apa kamu masih bersama Leon? Katakan padaku dengan cara tak biasa untuk menggambarkan keadaan kalian saat ini." Otak encer Sandra langsung tertuju pada Kailash. Dia tidak mau jika Leon mendengar penuturan Kailash ketika pria itu sedang bersama dengan atasannya.


"Terima kasih saja tidak cukup, Sayang. Aku mau bercinta selama 39 kali dalam seminggu." goda Kailash.


"Sarap," maki Sandra, meskipun begitu otak Sandra langsung menelisik kiasan dalam kalimat Kailash.


"Tunggu, KUHP 39 bukankah membahas penyitaan. Apa yang dia sita dari Leon? Ataupun Leon menyita sesuatu miliknya?"


Kailash sempat menyunggingkan senyum meskipun dia tahu sejak tadi Leon mencoba terus mengawasi Kai dari samping. "Jangan menunggu aku pulang, sepertinya aku akan banyak kerjaan hingga larut."


"Baiklah, segera kabari aku jika kamu mendapatkan masalah. Agar aku bisa langsung cepat lapor polisi."


Hampir saja Kailash tergelak mendengar perintah Sandra. Dia tidak menyangka jika wanita itu akan mengkhawatirkan dirinya. Dikhianati oleh rekan, bukan kali pertama saja bagi Kailash. Hal kecil seperti ini tak akan menumbangkan Pengacara itu.


"Jangan lupa turun ke tempat parkir!'


Usai mengatakan "iya" Sandra langsung bertolak dari ruang kerjanya ke tempat parkir. Wanita itu menduga jika ban mobilnya yang kempes sudah diperbaiki oleh Kailash.


Tetapi, angan Sandra salah. Wanita cantik dengan seragam kerja khas firma hukum itu mendapat seorang tamu yang dikenalkan oleh scurity kantor.


"Tapi kenapa harus di tempat parkir?" pikir Sandra.

__ADS_1


"Bu Sandra, Bapak berpesan pada saya untuk mengntar staf bapak ke sini." jelas Scurity dengan kumis tipis itu.


"Perkenalkan saya A11, agen yang diperuntukkan untuk mengawal Anda." Seorang wanita yang berusia tak jauh dari Sandra memperkenalkan diri sebagai staf yang ditugaskan untuk mengawal Sandra.


"Untuk apa, ya?" tanya Sandra.


Sebelum A11 menjawab pertanyaan Sandra, lebih dulu Scurity itu menyela, "Maaf saya tinggal bekerja kembali, Bu. Tugas saya hanya mengantar beliau."


"Iya, Pak. Makasih." ucap Sandra sopan.


Sebagai orang yang cukup awam dengan hal seperti ini, membuat Sandra sempat keheranan. Karena selama ini, dia tidak pernah menggunakan jasa seperti itu.


Selain hanya orang biasa, Sandra besar di keluarga yang tidak begitu dikenal layaknya pesohor negeri. Meskipun nama keluarga besar Sandra tidak seterkenal keluarga ayah Kailash, kedua orang tua Sandra tidak bisa dianggap remeh.


Hidup sederhana seperti layaknya masyarakat awam, membuat Sandra tidak pernah merasakan ketakutan hingga harus menyewa jasa bodyguard.


Dan Sandra paham dengan sebutan "Bapak" menurut A11 adalah Kailash. Karena pria itu telah mengatakan dari awal meskipun dengan tersirat saja.


Tetapi, yang membuat Sandra tidak habis pikir, kenapa pertemuan dengan A11 harus di tempat parkir? Tidakkah ini telah terlalu mencolok?


"Hm .. maaf aku akan menanyakan kepada dia dulu, kali aja salah orang." Jelas-jelas dia tidak ada hubungannya dengan dendam Kailash. Lagipula Sandra juga merasa tidaklah pantas menerima berkat sebesar ini.


Wanita itu berpikir, "Untuk apa menggelontorkan uang hingga menyewa jasa bodyguard yang harganya melebihi harga properti di Cilandak?"


Panggilan dari Sandra tak diangkat oleh pengacara itu, Sehingga Sandra hanya bisa mengirimkan pesan perihal tugas A11 dan menanyakan kegunaan agen itu.


Tak kunjung mendapatkan jawaban, Sandra telah menunggu hingga 10 menit lamanya.


"Saya akan menunggu hingga Ibu selesai bekerja di sini. Jika Bu Sandra memerlukan saya, cukup dial angka 11 saja."


Sandra melongo seperti anak ayam, "Kok dia bisa mendapatkan panggilan darurat dari ponselku?"


Mengetahui jika si target pelindung mempertanyakan keabsahan kinerjanya, A11 menjelaskan, "Semua gadget serta personal komputer Anda sudah masuk akses saya."

__ADS_1


"Kailash?" telisik Sandra dengan penekanan.


Wanita berpotongan rambut pendek itu hanya mengangguk saja.


"Nanti aku hubungi, ya?"


Sepertinya Kailash sudah terlalu jauh mencampur urusan hidup Sandra. Bahkan pria itu melupakan privasi Sandra. Sehingga Sandra cukup kecewa padanya. Sandra membalas jawaban A11 dengan senyum kecut dan kembali naik ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.


**


Sandra kembali mempelajari kasus yang sedang dia tangani sebelum pengacara itu mengumpulkan barang bukti yang bisa menguatkan asumsi kliennya.


Namun, pikiran Sandra terus tertuju pada Kailash yang dia nilai terlalu berlebihan.


Belum usai masalah dengan Kai teratasi, Sandra kembali mendapatkan hal lain. Ibunya terus meminta anak semata wayangnya itu pulang ke rumah keluarga. Karena papa Sandra ingin mereka semua berkumpul bersama.


"Iya, Ma. Malam ini Sandra akan mampir," bujuk Sandra agar mama dan papanya tidak terus-menerus memaksa pulang.


Namun, bukanlah ini ide yang bagus jika Sandra kembali ke rumah orangtuanya? Sehingga wanita itu tidak perlu lagi bersedia satu atap dengan Kailash, bukan?


Tetapi, jika dia kabur begitu saja, Sandra takut jika Kailash akan membongkar malam panas mereka kepada orangtuanya. "Aku bisa digantung mereka."


Karena, selain menjunjung tinggi nilai tatakrama, Sandra juga sudah mantap mengatakan tidak ingin menikah dalam hidupnya. Wanita itu tidak mau dicap menjilat ludah sendiri jika orangtuanya sampai tahu selama ini dia dan Kailash sudah dua hari tinggal satu atap.


Sandra menggalau ria. "Kenapa masalah terus saja muncul bertubi-tubi setelah bertemu dengannya?"


Dia tidak menyangka jika keputusan melindungi saudara sepupunya dengan bekerjasama bersama Kailash justru semakin membuatnya terseret ke arus kehidupan mantan kekasihnya itu.


"Sampai kapan aku harus menghadapi semua ini, Tuhan? Kenapa Engkau pertemuan aku dan dia lagi?"


Berharap suatu saat nanti. Kau dan aku kan bertemu lagi. Seperti yang kau ucapkan. Sebelum kau tinggalkan aku.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2