
Sore hari, ditemani oleh A11 Sandra menjumpai penggugat yang sekaligus kliennya. Pihak penggugat, yakni istri kedua yang telah melaporkan adanya pernikahan siri dengan mendiang Sudirjo si konglomerat di kota ini.
Sandra mengesampingkan emosi dan rasa kesalnya untuk melakukan janji temu bersama seorang wanita yang menjadi pusat masalah rumah tangga Pak Sudirjo dan istri sahnya.
Sebelum pergi menemani Sandra, tak lupa A11 melaporkan setiap kegiatan dan jadwal Sandra kepada Kailash mulai saat ini.
Bahkan, hingga kini pun Sandra belum mengetahui nama asli bodyguard yang ditugaskan oleh Kailash itu.
"Jadi bagaimana aku memanggilmu?" tegur Sandra sebelum dia turun dari mobil di tempat parkir sebuah rumah sakit.
"Anda bisa memanggil saya A11,"
"Tunggu dulu! sebenarnya sejak tadi aku keberatan dengan semua ini. Dan kamu juga, untuk apa terus mengikuti aku?"
Meski Sandra melarang A11 untuk mengekorinya, nyatanya wanita dengan tinggi 170 cm itu tetap berjalan di belakang Sandra guna melindungi wanita itu seperti job desk-nya.
Meninggalkan keriuhan Sandra dengan A11, nurani Sandra seakan tak bisa lagi dibendung begitu dia membuka pintu yang menghubungkan sebuah ruangan dengan lorong rumah sakit.
Pandangan mata Sandra langsung tertuju pada seorang bocah lelaki yang tengah terbaring tak berdaya dengan bantuan alat bantu kehidupan.
Air mata Sandra hendak menerobos keluar. Namun, semua itu dapat dia tahan. Baru kali ini, keadaan membuat Sandra berada di antar logika dan perasaan.
Di satu sisi, dia sangat mengutuk adanya pengkhianatan. Tetapi, di sisi lain, Sandra tidak berdaya melihat bocah kecil itu menerima ketidakadilan.
"Terima kasih telah bersedia datang, entah bagaimana lagi aku harus melakukan upaya demi anakku." Wanita yang menjadi klien Sandra menyapanya.
Sudah dua kali ini wanita itu mengganti kuasa hukum atas kasusnya. Dia merasa tidak puas dengan kinerja kuasa hukum sebelumnya.
Dan atas saran seorang teman lah, wanita itu meminta tolong kantor hukum Kailash untuk membantunya.
__ADS_1
"Semua ini karena takdir, karena takdir pula lah. Aku menjadi kuasa hukum Anda." balas Sandra.
Manik Sandra tak lepas dari ranjang yang ditempatkan oleh bocah laki-laki itu. Menurut penuturan sang ibu, anak lelaki itu menderita kelainan sel darah merah. Dan memerlukan banyak biaya untuk berobat. Sedang ibunya hanya seorang istri muda yang baru saja ditinggal meninggal suami.
Dengan sisa keramaian, wanita itu menuntut rumah yang diambil alih oleh istri pertama dari sang suami. Rumah tak besar itu adalah pemberian mendiang suami untuk dia.
Dan Sandra berjanji akan membantu bocah itu mendapatkan apa yang menjadi haknya. Meskipun bocah itu adalah anak dari pernikahan bawah tangan, anak itu berhak mendapatkan hak sebagai ahli waris dari mendiang ayahnya. Semua itu diatur oleh KUH Perdata.
Sandra akan mengupayakan hal tersebut dengan membuktikan jika bocah lelaki itu adalah darah daging dari Mendiang Sudarjo.
Wanita itu terisak atas kemurahan hati Sandra, "Terima kasih, Bu Pengacara. Anak ini sudah menderita dari kesalahan yang telah kuperbuat. Hanya ini caraku untuk mendapatkan hak-haknya."
Pengacara itu menggenggam tangan si ibu, "Saha akan mengupayakan yang terbaik, sebaiknya Nyonya ikuti prosedur dan permintaan yang nantinya akan saya ajukan."
Usai mencari keterangan serta mengumpulkan beberapa barang bukti yang menguatkan adanya pernikahan siri, Sandra berpamitan kepada si Ibu.
Selain mengawal Sandra, tak ada sama sekali kontak langsung dengan pengacara wanita itu. A11 sangat profesional dalam bertugas. Bahkan sempat Sandra mengajaknya makan atau hanya sekadar minum kopi. Namun, A11 justru menolaknya karena tidak ada dalam SOP kerja.
**
Mendekati waktu pulang kerja, Sandra membereskan berkas di ruangannya agar bisa segera pulang. Dia teringat, kini Sandra tidak sendiri. Sehingga Sandra harus memikirkan A11. Tak sampai hati bagi Sandra untuk terus menugaskan pengawal wanita itu tanpa adanya waktu istirahat.
"Aku bisa pulang sendiri!"
"Tidak, Bu. Saya harus memastikan keselarasan Bu Sandra."
Menurut rencana, Sandra akan mampir sebentar ke rumah orangtuanya. Tetapi, jika ada A11, Sandra bingung seperti apa cara menjelaskan pada papa dan mamanya.
"Aku akan pulang ke rumah orangtuanku."
__ADS_1
Rupanya, selain A11, Kailash juga memerintahkan kelompok pria berseragam yang sama untuk mengikuti Sandra.
"Kukira hanya kamu saja," ucap Sandra menunjukkan sebuah mobil yang berisi 3 sampai 4 pria yang terus mengawasinya.
"Mereka sama seperti saya, hanya saja mereka tim pelindung jarak jauh. Mereka terdiri dari petarung dan penembak jitu." jelas A11.
Pengacara wanita itu menutup mulut dengan salah satu tangan karena tidak percaya, "Aku bukan keluarga presiden, untuk apa hingga bertindak sejauh ini?"
"Bapak ingin melindungi Bu Sandra."
"Justru dia adalah ancaman dalam hidupku, seharusnya kamu melindungi aku dari Kailash."
A11 bingung mendengar penuturan Sandra. Karena dia tidak tahu seperti apa hubungan antara orang yang memerintahkannya dengan Sandra. Hanya saja yang dia tahu, dia ditugaskan untuk melindungi Sandra dengan nyawanya.
"Ayo, Bu Sandra. Kita berangkat." A11 akan mengemudikan mobil Sandra menuju tempat yang dikehendaki oleh target perlindungan.
Namun, Sandra justru bingung bagaimana caranya merangkai kata untuk menjelaskan semua ini kepada orangtuanya nanti. Jika dia mengatakan yang sebenarnya, otomatis kedekatan dengan Kailash akan mudah diketahui oleh papa dan mamanya.
Terlebih lagi, jika kedua orangtuanya melihat keberadaan A11. Sudah pasti mereka akan menginterogasi dan bodyguard itu akan menjelajah secara gamblang.
"Aku hanya sebentar, kamu tunggu aku di mobil saja, ya?"
"Tidak bisa, Bu. Saya harus memastikan jarak aman bersama Bu Sandra."
"Alamak, keras kepala sekali wanita ini. Gak staf gak bos sama saja."
Yah mau bagaimana lagi, terpaksa Sandra mengizinkan A11 turun dari mobil dan masuk ke rumah orang tua Sandra. Jika nanti mama dan papanya bertanya, entah kalimat apa yang harusnya Sandra katakan. Terlebih lagi ini ada hubungannya dengan Kailash.
Keretakan hubungan di antara orang tua Sandra dan Kailash akan semakin besar, dan kemungkinan tidak bisa diperbaiki lagi.
__ADS_1