Pesona Mantan

Pesona Mantan
Hatimu T'lah Berubah


__ADS_3

Sepeninggalan Audy dengan wajah yang masam karena Sandra si pegawai baru berani menolak permintaan dari Kailash, suasana rapat tampak sunyi. Beberapa pengacara lain bergegas keluar ruang rapat dan melanjutkan tugas mereka masing-masing.


Sedangkan Audy, artis wanita itu pergi dengan keras hati. Perasaannya campur aduk dari muak dan kesal dengan penolakan Sandra, "Dasar ja lang! beraninya menolak membantuku. Pegawai baru aja bertingkah." ucapnya dengan geram ketika keluar dari firma hukum Kailash.


Sandra berjalan lebih cepat guna menyusul langkah jenjang mantan pacarnya. Karena Sandra ingin menolak keinginan Kailash untuknya.


"Aku gak bisa, kai. Kamu tahu sendiri bukan selama ini aku hanya menerima kasus perceraian saja?" Sandra menyusul Kailash masuk ke dalam ruangannya dengan niat teguh bahwa dirinya tidak ingin menangani kasus Audy meskipun Kailash terang-terangan memintanya.


Hanya berdua di hadapan Kailash tanpa ada seorangpun yang menemani keduanya, Sandra mengubah cara bicara agar lebih santai terhadap atasan barunya itu. Selain tidak tahan lagi jika harus berlaku sopan kepada pria brengsek yang sudah meninggalkan banyak luka di hatinya, Sandra juga ogah jika harus berbaik hati dengan Kailash.


"Baiklah ... aku saja yang mengatasi tuntutan kontrak itu. Dan kamu bantu Santi Khan artis satu agensi dengan Audy saja. Itu kasus perceraian," Kailash mengalah. Semua itu dia lakukan demi memenangkan hati Sandra. Terlebih lagi, sudah sejauh ini Sandra berbesar hati untuk bersedia bekerjasama dengannya. Sehingga Kai melonggarkan kebijakan serta aturan hanya untuk Sandra.


"Kasus perceraian? Berikan berkasnya! aku akan mempelajari kasus itu."


Untung saja, sikap yang Kai ambil tidak banyak berpengaruh terhadap hubungan antara bos dan karyawan baru itu. Sandra bersedia menerima kasus artis yang bernaung di management yang sama dengan Audy.


"Pergilah dan temui Leon. Mintalah berkas kasus itu."


Senyum indah terukir manis di wajah Sandra, tak lupa dia juga mengucap rasa terima kasih kepada bosnya, "Thanks loh, Pak."


Sandra berbalik hendak meninggalkan ruang kerja pemimpin firma untuk menemui Leon, "Emang kudu banget, ya? Seformal itu?" tegur Kailash.


"Tentu, kamu bosku. Dan aku adalah pegawai kamu-"


**


Sandra membaca dengan saksama berkas dari kasus Santi Khan. Seorang wanita yang mengeluh dan berkeluh kesah kepada kantor hukum Kailash karena suami artis itu menuduhnya telah berselingkuh dengan staf-nya sendiri.

__ADS_1


"Aku harus menemui beliau, setidaknya aku ingin bertanya sesuatu." Sandra menutup kumpulkan file Santi Khan.


Pengacara wanita itu ingin sekali bertemu dengan Santi guna membahas permasalahan yang tengah menimpanya.


Sehingga, atas bantuan dari Ajeng lah, Sandra bisa mendapatkan celah untuk bertemu dengan artis wanita yang kini tersandung masalah per zin* han itu.


"Mbak Sandra, pihak agensi Santi telah menerima kedatangan Mbak. Mereka meminta Mbak Sandra datang ke apartemen Bu Santi, karena beliau tidak mau keluar dari apartemen mewahnya."


Menjadi pengacara artis bukan lah pengalaman kali pertama bagi Sandra. Dia pernah sekali menerima sebuah kasus perceraian dari seorang artis. Dan artis yang dulu dibantu oleh Sandra itu lebih tidak manusiawi lagi. Dia menganggap pengacara hanya alat bantu saja.


"Oke, Ajeng. kamu temani aku, ya? Aku butuh banyak informasi mengenai Bu Santi dan agensinya. Kamu 'kan sudah lebih banyak mengenal mereka daripada aku."


Keduanya bersiap menemui Santi Khan di apartemen milik artis berumur hampir lima puluh tahun itu.


"Jeng, kamu turun dulu. Ini kunci mobilku. Tunggu aku di mobil. Aku akan menyiapkan list pertanyaan." Sandra meminta Ajeng untuk menunggunya di mobil sembari dia mulai mengetik dan mengumpulkan sejumlah informasi mengenai Santi Khan.


Karena, tidak mungkin bagi seorang pengacara seperti Sandra datang bertamu dengan tangan kosong tanpa persiapan sama sekali.


Berselang kurang lebih sepuluh menit, Sandra keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift. Dia tidak ingin Ajeng terlalu lama menunggu.


Tetapi, lift yang dinaiki Sandra enggan untuk menutup karena seseorang menahan lift tersebut. Di luar pintu lift, terlihat Kailash juga terburu-buru untuk masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka turun ke lantai dasar.


Gejolak dari office love story' seperti ini cukup manis jika berada dalam frame sebuah drama. Namun, terlihat cukup biasa dan terkesan hambar jika pemain utamanya Sandra dan Kailash. Karena tidak ada gai rah pada jantung mereka yang berdegup.


Namun, semesta sepertinya telah merestui mereka. Semua itu terlihat ketika keduanya kompak menekan angka satu pada tombol lift.


"Kamu mau ke mana, Sandra?" untuk memecah keheningan, Kailash bertanya pada wanita yang berdiri sejajar dengannya.

__ADS_1


"Saya dan Ajeng ada janji temu dengan Bu Santi Pak." Paham jika ada kamera pengawas di dalam lift, membuat Sandra bersifat sopan terhadap Kailash.


Dan tutur lembut itu, menjadi bahan gelak tawa di hati Kailash. "Dia pinter sekali bersandiwara,"


"Aku juga akan menemui Brand yang memutuskan kontrak dengan agensi Audy," Kailash sengaja melempar umpan kepada Sandra. Pria itu ingin melihat seperti apa reaksi mantan kekasihnya.


"Oh, semoga berhasil, Pak."


"Oh doang?" Rupanya reaksi Sandra tidak melegakan hati Kailash, "Dan aku akan menemui Audy," imbuh Kailash.


"Good luck, Pak,"


"Wanita ini tak waras atau memang sudah tidak peduli denganku?" Sempat Kai mendapat selentingan kabar dari mamanya, jika Sandra tidak berminat menikah untuk kehidupannya.


Lift telah membawa kedua turun hingga ke lantai satu. Baik Sandra maupun Kailash keluar dari lift secara bersamaan.


Di luar lift, sudah menunggu PA Kailash, Leon. Pria muda itu dengan setia menunggu dan menemani Kai. Namun, ada sesuatu yang mengganjal kedua mata Leon.


Kailash tampak memendam amarah, dan Leon yang telah bekerja dengan Kai bisa menangkap semua perubahan ekspresi dari wajah bosnya.


"Bapak sudah siap? Ayo!" ajak Leon.


Sebelum pergi, Leon tak lupa menyempatkan diri menyapa Sandra. Bagaimanapun juga selain lebih muda dari Sandra, Leon juga harus banyak belajar dari Sandra agar bisa menjadi pengacara senior seperti Sandra. "Kami pergi dulu, Mbak Sandra."


"Oya, Leon. Makasih, ya kopinya!" ucap Sandra dengan wajah berseri tepat di depan Kailash.


Alur cerita yang di luar kendali Kai ini, tak pernah dia sangka-sangka. "Kopi?" tanyanya dengan nada menyelidik Leon. Naluri jaksa Kai yang masih terbawa, menjadikan mantan jaksa itu berlaku angkuh.

__ADS_1


"Iya, Leon tadi ngasih kopi ke saya, Pak." jawab Sandra menyambar pertanyaan Kailash untuk Leon tadi.


Mengapa hatimu berubah? Walau kutahu aku salah. Tapi, tolong ingat ini! Kau satu-satunya yang ku punya. Sayangku, jangan putuskan aku. Karena aku ingin bersamamu,


__ADS_2