Pesona Mantan

Pesona Mantan
Hanya Sebatas Partner Kerja


__ADS_3

Jujur saja, Sandra merasa ada sebuah desir yang menyerang hatinya. Bagaimana tidak? Waktu yang dia habiskan untuk mengenal dan dekat dengan Kailash bukanlah waktu yang singkat. Bohong jika saat ini, Sandra tidak merasakan apa-apa.


Jantungnya terus berdegup kencang seirama dengan deru napasnya. Sesekali Sandra mencoba menghela napas untuk mengatur perasaannya.


Dan ... sialnya, Kailash menangkap gelagat pada Sandra. Kegelisahan wanita yang duduk di sampingnya itu tidak bisa ditutupi lagi.


"Kenapa? Apa kamu teringat ketika kita bersama karena berada di mobil ini."


Alih-alih menutupi, Sandra justru tersentak dengan pertanyaan Kailash padanya, "Sembilan tahun bukan waktu singkat, maafkan aku."


Bagaimanapun juga, selama lebih kurang sembilan tahun ini, Sandra kenal dengan Kailash. Banyak hal yang terjadi di antara mereka berdua. Sungguh tidak mungkin Sandra akan melupakan hal itu dengan mudah.


Namun, kenapa Sandra meminta maaf? Da da Kailash terasa sesak. napasnya memburu terlebih lagi dia sama sekali tidak menyalakan Sandra atas kandasnya hubungan mereka. Semua itu murni karena ego Kai sendiri.


"Sandra ... "


"Hubungan kita sudah lama berakhir, kita tak ubahnya bagaikan orang asing pada satu sama lain. Aku harap kamu bahagia dengan jalanmu." Kata-kata Sandra bak bilah yang menghujat bekas luka di hati Kailash.


Selama beberapa ini, Kai menyangka jika apa yang dia lakukan tak cukup untuk Sandra menerimanya kembali.


"Jangan bahas ini lagi, karena kita sekarang partner kerja." Hanya itu yang bisa Kailash sampaikan kepada Sandra agar wanita itu tak canggung lagi padanya.


Tak terasa obrolan mereka telah membawa keduanya tiba tepat di depan rumah Sandra.

__ADS_1


Tak ingin tertangkap oleh kedua orang tuanya sedang berduaan dengan Kailash, membuat Sandra buru-buru berniat keluar dari mobil Kai.


"Pergilah segera, kamu tahu sendiri bukan? Jika mamaku membencimu?"


Kailash mengangguk, dia menyayangkan sikap bodohnya yang pernah Kai lakukan. Dan hal tersebut telah menyakiti kedua keluarga dan yang terparah membuat Sandra benar-benar menganggapnya sebagai orang lain.


"Cepat masuk, dan tidurlah! ini sudah malam."


"Terima kasih, Pak Kailash. Sampai jumpa besok."


Entah kenapa setiap kali Sandra bersikap formal padanya, semakin menyakiti hati Kailash. Hal itu sungguh menyesakkan da da Kailash. Karena tak pernah sekalipun dia berharap agar Sandra menganggapnya sebagai orang lain atau bahkan atasannya.


**


"Mama nggak usah repot-repot, lagipula Sandra udah kesiangan."


Hari ini, Sandra akan menemani Santi Khan dalam proses mediasi. Menindaklanjuti laporan dari suami Santi, Sandra akan menangani dengan semaksimal mungkin.


Bahkan Sandra sudah menyiapkan jawaban atas tuduhan itu. List jawaban yang kemungkinan akan diajukan terhadap kliennya telah Sandra cetak dan meminta Santi Khan untuk menghafalkan.


Jadwal sidang mediasi yang diajukan telah disepakati oleh kedua belah pihak. Untung bagi pihak Santi jadwal itu tidak bentrok dengan aktivitasnya.


Meski nama baiknya telah tercoreng dengan adanya pemberitaan. Santi bahkan banyak mendapatkan tawaran wawancara eksklusif atas kehidupannya. Dan semua itu ditolak oleh pihak agensi. Karena hal tersebut mampu memperburuk masalah.

__ADS_1


Sandra sengaja melapor bahwa dirinya pagi ini tidak ke kantor. Karena dia akan langsung ke tempat Santi dan menemani selebritas wanita itu.


Usai izinnya telah disetujui, Sandra langsung meluncur ke kediaman Santi untuk menemani wanita itu.


"Bapak tampak tak tenang, apa terjadi hal buruk?" Leon terus melihat kegelisahan di wajah bosnya.


"Tidak ada, aku hanya kurang tidur saja. Oya, Leon. bawakan aku perkembangan kasus Audy dan Santi Khan."


"Mbak Sandra sedang dalam perjalanan ke prosesi mediasi, Pak. Untuk perkembangannya, nanti bisa kita dapatkan usai Mbak Sandra melaporkan hasilnya."


Leon mengetahui hal tersebut dari Ajeng. Sepeninggalan Sandra kemarin malam, Leon merasa jika Sandra adalah wanita yang penuh misteri. Karena dia tak segan meninggalkan mobilnya begitu saja.


"Oya, Pak. semalam Mbak Sandra pergi begitu saja usai mentraktir kami. Dan mobil dia tinggalkan begitu saja." jelas Leon yang tidak tahu jika semua itu atas ulah bosnya.


"Sudah diambil, sekarang kau bekerja lah kembali, Leon."


"Sudah diambil? Kok Pak Kailash tahu, ya?" Dalam perjalanan keluar ruangan Kai, Leon terus bertanya-tanya dalam hati pemuda itu.


Teruntuk kamu yang ku kagumi. Entah bagaimana rasa ini harus terungkap.Semua hanya berkecamuk dalam hati.Tanpa mau keluar dalam gelap


Aku mampu berkata namun hanya dalam sunyi. Sebenarnya aku tak mau berharap. Terlalu sakit jika hanya aku yang menginginkanmu. Saat ku tahu benar kau takkan pernah sadari.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2