
Zou yg merasa ada geteran di jiwanya langsung saja keluar kamar untuk melihat apa yg terjadi dia melihat yg terjadi karena syok termasukpenyakit kejiwaan makanya jiwa mereka bertiga langsumg bergetar itu juga yg tadi membuat si azel langsung panik. Dia melihat zen yg sedang pingsan dan azel yg yg hidungnya tengah merah dan dia sedang mengambil kedua hp yg baru saja dia mainkan dengan zen.
"heh zel, si zen kenapa"ucap zou
[oh, cuman pingsan, dia tadi syok]ucap azel
"hah syok, kenapa"ucap zou
[gue ngak sengaja tadi bersin terus ingus gue ketelen sama dia]ucap azel sambil mengaruk kepala belakanya.
"wah parah lo zel, cepet angkat"ucap zou kemudian mengangkat zen diikuti azel yg mengangkatnya hanya seperti karung. Kemudian mereka naik kelantai 2 dan memasukkan zen dengan cara melemparnya saja begitu mereka di depan pintu kamarnya
Brugh"
. Setelah itu mereka masuk ke kamar mereka masing masing.
Subuhnya......
zen yg terbangun saat subuh masih merasa pusing di kepalanya karena syok. Lalu dia bangun dan naik ke tempat tidurnya ran tidur lagi.
Paginya....
Azel yg bangun dari tempat tidurnya langsung menuju kamar mandi yg ada dilantai 2 itu. Setelah itu dia masuk lagi kekamarnya lalu memakai baju yg dia selalu dia buat dengan skill creation milik zen.
Lalu dia turun dan melihat zou, dan liza yg sedang makan dan disana tidak ada zen.
"loh si zen kemana zel"ucap zou yg tidak melihat zen bersama azel.
"iya, dia belum bangun? "ucap liza
[lah kalian kok tanya ke aku, aku aja baru selesai pakek baju ]ucap azel kemudian menarik bangku kemudian duduk ,mengambil piring dan makanan.
"panggil gih, nanti sarapanya habis"ucap liza.
[ahh, dia ngak makan seminggu aja masih bisa teriak teriak ngak jelas]ucap azel.
"iya ngak usah kamu pikiran"ucap zou pada liza
"baiklah"ucap liza kemudian kembali makan.
Setelah mereka makan zen belum kunjung turun juga.
"heh zel, pergi liat si zen yuk kok dia ngak turun turun juga"ucap zou memgajak azel.
[iya]ucap azel kemudian mengikuti zou yg sedang berjalan ke kamae zen seeamgkan liza sedang di kamar karena anaknya menangis lagi
__ADS_1
Dan saat azep dan zou sampai di depan pintu kamar zen mereka membukanya.
Ceklek"
Mereka melihat zen sedang tidur di atas kasur nya.
"eh bukanya kemarin kira cuman lempar dia ya zel kok dia bisa ada disitu"ucap zou bingung.
[iyayak aneh,mungkin ada jin atau setan yg mindahin dia]ucap azel kemudian berjalan kearah zen.
"mungkin juga"ucap zou mengikuti azel.
Sedangkan si setan setan yg ada di tempat lain.
"wah di fitnah kita bro"ucap setan 1
"iyanih, kurang kerjaan banget mindah mindahin orang kek gitu"ucap setan 2
"hah, nasib nasib"ucap setan 3
Skip kembali ke zen.........
Azel kemudian mengoyangkan tubuh zen.
[oi bangun, bangun dah siang]ucap azel sambil mengoyangkan tubuh zen.
[woi bangun woi]ucap azel dengan suara agak tinggi.
Dan tetap saja zen masih tidak mau bangun.
"wah nantangin dia"ucap zou kemudian mendekat kearah azel.
"zel gue punya rencana, gimana kalo kita lansung angkat saja gue bagian kiri elo kanan, gimana"ucap zou dengan senyum licik.
[hmm, boleh juga]ucap azel
Kemudian mereka memulai rencana mereka, zou bertugas mengangkat bagian kiri sedangkan azel kanan
"satu,dua,tiga"ucap zou memberi aba aba kemudian mereka mengangkat tubuh zen. Dan benar saja zen yg tiba tiba di bagunkan langsung kaget dengan kesadaran yg belum sepenuhnya pulih dia meraba raba udara. Dan tidak sengaja menginjak ujung kasur. Dan
Gubrak"
Zen tersungkur di tanah dan kembali tidur.
Ngorkkk"
__ADS_1
Ngorkkk"
"anjir dia ngorok"ucap zou
[hah, emang banyak tingkah nih anak]ucap azel kemudian mengankat bagian kepala zen. Tapi saat dia menyentuh kulit zen dia merasa kalau kulit zen agak panas.dia kemudian menyentuh kening zen dan memeriksa zen memggunakan skilnya. Dan ternyata zen sedang demam.
[wah si zen demam zou, gimana nih]ucap azel.
"ohh, yah biarin aja nanti sembuh sendiri"ucap zou kemudian menuju pintu dan keluar dari kamar zen.
[hmm, yasudah lah]ucap zen kemudian mengangkat zen keatas kasur dan menyelimutinya lalu menaruh satu kertas tissue di atas muka zen dan azel menaruh juga tulisan diatas kepala zen.
'orang sakaratul maut jangan dingangu'kemudian dia keluar dari kamar zen.
Dan saat dia turun dia melihat liza sudah rapi dengan pakaian yg agak mewah tapi sederhana. Sedang berbicara dengan zou
[wih, cantik banget liz mau kemana]ucap azel.
"aku mau ke asosiasi, turnamenya kan sebentar lagi,jadi sebagai guild master aku harus ada di sana karena banyak berkas yg harus aku tanda tangani."ucap liza
"oh iya gimana zen dia baik baik aja, dia jadi daftar ngak?"ucap liza karena saat makan malam kemari malam dia juga menceritkan kalau pekerjaan nya di asosiasi adalah guild master awalnya azel, zen dan zou terkejut tapi karena zen dan azel bisa melihat status liza mereka berdua tidak kaget begitu pula zou di sudah tau kalu istrinya kuat karena dulu dia juga pernah mengalah kan para prajurit di mansion keluarga nya sebelum perang besar terjadi.dan liza juga bilang kalau akan diadakan turnamen antar ras di kerajaan ini makanya mulai besok dia akan sibuk makanya urusan anak anak nya di serahkan pada zou dan zou tidak keberatan karena mereka juga anak nya. Dan zen juga meminta untk di daftarkan di turnamen itu entah apa tujuanya.
[tidak perlu khawatir dia akan sembuh beberapa jam lagi]ucap azel
[eh, aku ikut yah mau jalan jalan ]ucap azel
"boleh, ayo"ucap liza kemudian berjalan keluar rumah
[pergi dulu ya zou jagain si zen jangan lupa ]ucap azel kemudian keluar bersama liza
"cih buat apa lebih baik, main sama anak gue aja"ucap zou kemudian berjalan kearah kamarnya yg disitu juga ada anaknya.
Sorenya..........
Rumah liza masih sepi karena zou tertidur bersama anaknya saat bermain di kamarnya dan zen belum kunjung bangun.
Dikamar zen... .
"huk, hoamm,njir dah sore "ucap zen ketika melihat kearah jendela.
Dia meregangkan badanya dan turun dari tempat kasur dan dia melihat apa yg tertulis diatas kepalanya.
'orang lagi sakaratul maut jangan di gangu'
"njir gue di sangka mati sakaratul maut"ucap nya ketika melihat tulisan itu. Kemudia dia turun dan melihat keadaan rumah sepi,
__ADS_1
" lah pada ke mana penghuni rumah ini kok sepi"ucap nya kebingungan.